Cinta Perlahan Sang Pengacara
“Itu karena Mba udah kebanyakan bicara duluan, energi Shea kesedot sama energi Mba. Besok-besok kurangin berisik.”
“Ngebelain calon pacar?”
“Paan sih?”
Mala berdecak, adiknya ini, masih saja malu-malu, padahal sudah bukan rahasia umum kalau Shea ini adalah perempuan yang sama yang ada di galeri seninya.
Mungkin Pram terinspirasi, tapi dari lukisan yang Pram pajang di sana, jelas sekali itu adalah Shea.
Dari kontur wajahnya, rambut panjangnya, bahkan tahi lalat samar yang ada di bawah mata, yang tidak akan bisa dinotice dalam sekali pandang dan kalau bukan dari jarak sangat dekat.
Hot Chapters