MAWAR
"Dia ada di lantai atas, bos!"
Lelaki yang dipanggil bos itu melangkah melewati Margareth yang sudah tak sadarkan diri, kakinya yang panjang menaiki tangga dengan langkah lebar.
Sorot mata lelaki itu penuh dengan kepuasan saat matnya menatap Mawar yang berada di dalam gendongannya. "Bersabarlah, sayang." Ucap pria itu dengan suara lembut.
Pria itu melangkah keluar melewati beberapa penjaga yang memiliki luka di leher masing-masing, akibat tembakan timah panas yang anak buahnya lakukan.