PURA PURA JADIAN
SyafaSAdan sebenarnya aku tak diamnanti pukul 1 dia menemui akugadis tercantik di sekolah mengejar cintakudi sampingku
“Kamu tahu, Nail, kalau hidup ini enggak akan berhenti cuma karena kamu gagal move on dari cowok. Jangan-jangan Alif itu cuma main-main. Lihat aja, dia aja baru ngakuin kalau dia suka sama Rani sekarang. Siapa tahu besok dia bosen, kan?”
Aku mengerutkan dahi. “Kalau dia bosen, berarti aku masih bisa jadi pilihan, dong?” tanyaku penuh harapan.
Hana hampir terjatuh dari kursinya mendengar jawabanku yang polos itu. “Serius deh, Nail! Kamu tuh enggak bisa nungguin cowok yang kayak gitu. Itu namanya menunggu nasi dingin. Masih panas aja udah enggak enak, apalagi dingin.”