Air Mata Maduku
tanyaku dengan melipat kedua tangan di depan dada.
"Apa? Kamu mau kerja?" Mas Dewa kembali tertawa merendahkanku.
Aku mengangguk.
"Sana kerja kalau dapat!" tantang Mas Dewa lagi.
"Halah, paling-paling juga jadi pembantu. Istrimu ini pantesnya jadi cleaning serviice, Mas. Cocok dengan kesehariannya. Suka bersih-bersih," bisik Liana, namun terdengar jelas olehku.