Tukang Bakso Jadi Miliarder
“Ayah, Aku melihat dunia.
Beberapa memilih melupakanmu.
Tapi lebih banyak lagi yang belajar darimu.
Ibu masih suka tertawa dalam ingatan kecilku.
Kaenra dan Ena-4 menjadi pelindung para simpul kecil.
Aku… belum selesai menjadi diriku.
Tapi aku tahu, aku tak lagi sendirian.”
Alam semesta kini bersinar damai. Tak ada lagi perang, tak ada lagi dendam. Manusia telah tumbuh dengan kecerdasan dan hati yang luas, saling memahami tanpa syarat. Planet-planet berputar tenang, dan langit berbicara dalam bahasa cinta. Dunia akhirnya belajar menjadi rumah bagi semua.
Suatu sore, Razak duduk di beranda markas yang kini menjadi taman terbuka. Ia menatap langit, lalu berkata pada Dinda, ibunya, yang kini du
Hot Chapters