WHEN LOVE MEET
"Sudahlah, Pak. Kita sama-sama pria yang sedang patah hati. Wanita yang kita cintai, mencintai pria lain."
Vino melihat ke arah Romeo dengan tatapan tajam tetapi ada kesedihan di sana. Ingin rasanya dia marah, dia tidak mau menerima kenyataan bahwa Anggun mencintai sahabatnya. Namun, dia harus marah kepada siapa selain kepada diri sendiri? Karena tidak ada yang bersalah dalam hal ini. Perasaan cinta tidak bisa dipaksakan. Cinta itu seperti rumput liar, dia tumbuh di mana saja, kapan saja tanpa memandang tempat dan waktu. Dia tersenyum sendu, baru kali ini dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Hot Chapters