Talak di Malam Anniversary
Aku, Alma dan yang lainnya berjalan mengikuti rombongan yang menggotong keranda almarhum menuju masjid.
Setibanya di masjid, mataku menangkap sesosok yang sangat dikenal. Dia adalah suamiku, Mas Azam. Rupanya dia yang bertindak sebagai imam sholat jenazah almarhum suaminya Alma. Tanpa sengaja, pandagan kami saling bersirobok. Namun dengan cepat Mas Azam memalingkan wajahnya. Hatiku berdenyut nyeri, karena merasa tidak dianggap oleh suami sendiri. Apa Mas Azam masih marah kepadaku?