Ada sesuatu yang magis tentang menyambut kehidupan baru ke dunia, dan sebagai calon ayah, rasanya seperti rollercoaster emosi antara gembira, khawatir, dan sedikit kewalahan. Hal pertama yang kulakukan adalah memastikan istri merasa didukung sepenuhnya—bukan hanya secara fisik tapi juga emosional. Aku mulai membaca buku seperti 'What to Expect When You’re Expecting' untuk memahami perubahan tubuhnya, sekaligus rajin menemani kontrol ke bidan. Kami juga mulai merombak rumah, menyiapkan kamar bayi dengan tema warna pastel yang menenangkan.
Yang kusadari, komunikasi adalah kunci. Aku sering mengajak istri ngobrol tentang kekhawatirannya, bahkan hal kecil seperti ngidam es krim tengah malam pun kubuat senyaman mungkin. Oh, dan jangan lupa dokumentasikan setiap momen! Foto perut yang membesar atau video reaksi saat pertama kali merasakan tendangan bayi—itu akan jadi kenangan tak ternilai.