Jatuhnya Sang Dokter Andrologi
“Dengarkan penjelasanku, aku…”
“Aku tak tahu apa yang salah denganku, aku tak bisa menahan diri, tapi aku mencintaimu."
“Aku sungguh mencintaimu, kamu bisa merasakan cintaku padamu.”
Mata Yoga memerah, dipenuhi guratan-guratan merah yang mengerikan.
Dia mencengkaram bahuku, tak lagi selembut sebelumnya, mengerahkan begitu banyak kekuatan hingga hampir meremukkan bahuku.