Hayu
ucapnya menunjuk segelas teh yang masih mengepulkan asap di udara.
“Terima kasih, Pak.”
Dalam hati Hayu berdoa agar atasannya itu tak menanyakan banyak hal padanya, si kepo akut itu akan meledeknya, jika tahu semua kebodohannya.
Hayu meneguk teh panas itu pelan-pelan, melirik Candra yang masih menatapnya, keningnya berkerut, dia mulai curiga jika Candra sudah mulai memasang wajah seperti itu.
Bab Populer