Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fake

Fake

Dido melakukan gerakan dari kiri ke kanan seolah-olah sedang menutup resleting di bibirnya. “Beruntung amat sih jadi lo Shen udah good looking, pinter dapet cewek bibit unggul semua lagi. Serakah amat idup lo.” Lanjutnya tak terima dengan nasib Shena yang terlewat beruntung. “Sirik aja anak pak Udin,” ledek Adit sembari memukul kepala Dido gemas. “Gue cuma diskusi masalah jadwal belajar, lebay lo bedua. Kenapa dah kok kalian tahu gue sama dia tadi?” elak Shena.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Melontarkna pertanyaan konyol agar terlihat tidak gugup. "Hus! Pikiran kamu itu! Siklus haid anak remaja itu memang begitu. Apa lagi kamu masih tiga belas tahun. Masih belum lanjar jadwalnya. Mikir kok aneh-aneh aja!" Omel mami. Matanya mendekik, tak suka, "Kamu itu paling kecapekan. Terlalu berfikir keras. Ditambah kegiatan sekolahmu yang sudah mulai padat. " Lanjutnya.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
HEAVY

HEAVY

Jola ini hanyalah gadis yatim piatu yang miskin. “Kau masih tak mengerti?” tanya Yogi dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa gadis ini masih tak mengerti ucapannya? Adakah standar untuk kecerdasan seorang wanita? Apa karena gadis ini masih berusia awal kepala dua, hingga pikirannya masih begitu dangkal untuk memahami ucapannya? “Aku tidak mengerti. Memangnya apa yang bisa dimanfaatkan dari gadis yatim piatu dan miskin sepertiku? Tidak ada.” balas Jola dengan perasaan dongkol.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca

Penyesalan Terbesar Hendra Setelah Kematian Sisca

Angel memoncongkan mulutnya bertanya, "Kalau IQ 140 apakah boleh nggak belajar?" Kali ini, jawaban Sisca dan Matthew sama, "Nggak boleh." Angel memeluk kepalanya sambil berkata dengan mengernyitkan alisnya, "Kalau begitu untuk apa punya IQ? Orang bodoh juga mau belajar, pintar juga mau belajar." Sisca berkata, "Ayahmu juga sangat pintar, dia sangat giat belajar. Kalau pintar ditambah giat belajar akan menjadi semakin pintar. Tapi, kalau pintar nggak giat belajar, maka akan menjadi bodoh."
9.3280.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai умный
Tampilkan Ulasan (103)
Baca
+Pustaka
Eviee Sinaga
kalau diikuti beli koin bisa kena berjuta juta2 satu cerita, ngk worth it bgt dan ngk masuk akal utk membeli sebuah novel... coba 1 cerita dibandrol dengan harga 100-150 rebu seperti kita beli novel di toko pasti akan banyak yg beli
Rich 77
hai pembaca setia, yuk baca novel berkisah seorang dewa perang yang mendapati istri yang sangat dia cintai berselingkuh dengan pria lain di hari ulang tahun ke tiga pernikahan mereka. simak kisahnya di novel "Sang Menantu Terkuat"
Baca Semua Ulasan
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Kemudia tertawa kecil "Lalu,aku harus apa?" "Sekarang aku bebas. Itu semua berkat kau" "A--aku" Setta tersenyum kecil. mendekati bibirnya ketelinga Gebi yang perlahan memundurkan badan kebelakang tetapi terhimpit oleh badan mobil lain. "Ramuan itu, bisa mengikat kejeniusan seseorang. Hingga membebaskan aku dari segel kegelapan Azkria"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Baru beberapa langkah Aluna berjalan meninggalkan kursi tempat ia duduk, gadis itu harus kembali lagi ke kursinya karena ia lupa membawa smartphone hitam yang memang sejak tadi sedang ia gunakan karena sedang berkabar dengan seseorang yang jauh di sana. "Lama amat yang ngambil kotak bekel doangan." Ujar Keyara begitu melihat Aluna berjalan menghampiri mereka, mendengar itu Aluna hanya tersenyum sambil mengangkat smartphone nya , "Tadi pas udah mau ke luar balik lagi gara-gara lupa bawa ini." balas Aluna.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Citra dengan suara bangga membalas cepat kesimpulan Kesya. Senyum sinis sesaat terbit di wajah Kesya, jemarinya mengetuk-ngetuk dengan ritme pelan dan teratur hingga melahirkan nada mencekam, membuat seluruh tubuh yang dipenuhi rambut halus meremang. "Kau sungguh pintar Citra, tidak ku sangka kau sangat mengerti jalan pikiran ku." Kesya berucap santai membuat Citra langsung mengubah raut wajahnya menjadi bingung.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
Wagiman

Wagiman

jawab Agus. “Kenapa gitu?” tanyaku yang mencoba memahami sudut pandang Agus. “Kan yang dilihat orang gantengnya Man, masalah pinter kita cukup gak banyak bicara aja biar tidak ketahuan bodohnya,” jawab Agus sembari tertawa.
9.29.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
Memory

Memory

Kalau di film kartun, kepalanya pasti mengeluarkan api. "Bukan Bu Hasna yang mau menendangmu Madam Garneta, tapi aku. Cih, tampang cantik tapi otaknya kayak air kobokan, tidak pantas bersanding dengan papaku, bersiaplah angkat kaki dari rumah ini." Edlyn menuding-nuding dengan Sutil yang dipegangnya. "Lyn!" geram Garneta. "Aku akan mengadukan hal ini pada Papamu. Hasna, kenapa masih diam di situ!? Cepat pergi!"
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai умный
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status