تسجيل الدخولAna dan ani, mereka adalah saudara kembar yang akan melangsungkan pernikahan secara bersamaan. Namun ada fakta lain bahwa Andi calon suami Ani adalah seorang bos di perusahaan bonafit yang berpura-pura menjadi sopir pribadi di perusahaannya. Ana yang mengetahui hal itu, mendadak ingin menggantikan posisi Ani sebagai calon istri Andi. Akankah Ani dapat mempertahankan Andi dari sikap serakah saudara kembarnya?
عرض المزيدThe morning is a busy day, especially for a housewife who does everything herself. As with Carissa, every morning she is already preoccupied with kitchen affairs as well as her husband's affairs. Carissa is a very young housewife, she is only 24 years old, and she is married to Virendra Salvador, a young CEO. However, the fate of Carissa's household was not so smooth, being the daughter-in-law of the Salvador family did not make Carissa a queen to her husband, quite the opposite.
The Salvador family is known as a wealthy family, however, most people out there will never know, that the Salvador family is actually very stingy. They have a large house, but they only have two maids. They reasoned that they also have Carissa, who can help with the housework. Carissa wouldn't have a problem if she was still doing normal work. Regina, Carissa's mother-in-law, openly dislikes Carissa, and often gives her hard work, such as asking her to wash clothes by hand, mop the floor with cloth, and so on.Carissa has been married for 2 years, but she is not yet pregnant. Carissa has had her condition checked, and according to the doctor, Carissa's health condition is fine, but after Carissa told her daily activities, the doctor concluded that Carissa was too tired, and asked her to reduce her activities, or to wash clothes in the washing machine, so it's lighter. Carissa had told Viren everything, but Viren's answer didn't seem to be on Cariisa's side."Carissa, aren't you pregnant yet? Because Daddy's friends ask a lot about grandchildren, it feels embarrassing because until now we haven't had a grandchild." In the morning, Yohan, who is none other than Carissa's father-in-law, has already discussed grandchildren."Maybe he's infertile," Regina said lightly."I'm not barren, Mom. I am in good health. It's just that I'm too tired with all the housework. Haven't I said it before? But no one of you believes it," Carissa didn't accept all the accusations, she put up a fight."So you're blaming me for your infertility?" Regina's voice started to rise. This is how it would be if Carissa defended herself, she would only be cornered further and look like a lawless daughter-in-law."Mom, I have no problem doing some housework, but please don't make my work more difficult. Like washing clothes by hand, for example, or mopping the floor with a cloth, this house is very large, and I have to do it myself," Carissa defended again."Carissa!" Viren snapped at Carissa in front of her parents. Viren's exclamation really echoed."Take care of your attitude and never fight against my parents; have you forgotten, you're just an orphan that I'm lucky to marry? Your status is higher now, can you act like a daughter-in-law?" As usual, Viren won't take Carissa's side.'What did he say just now, I'm lucky to be married by him? Hey, if only I could turn back time, i would never want to marry him if i knew this. I am indeed an orphan, but I also do not sit idly by, I work,' thought Carissa."You demand that I always be kind, but can you also act like a husband? You have never defended me at all, never wanted to take my side, I need you as the head of my household, who always supports me. I also want to get pregnant, but you don't give me the slightest support," sobbed Carissa. She felt so tired of building a household with Viren, a husband who never respects his wife."Enough, Carissa—not just because now you are famous for being a radio announcer, now you are a dissident wife. If you know this, I won't let you work!" Viren snapped, he grabbed his briefcase and rushed away, without even touching his breakfast."Virene! Where are you going? You haven't touched your breakfast yet!" Carissa exclaimed, but Viren didn't hear her at all."This is all because of you, if my son gets sick, it's your fault." Regina snapped, and she left Carissa. Carissa was silent, she was confused about how she should react to the attitude of her husband and her in-laws. Carissa couldn't stay silent all the time, she also needed to defend herself, so that her husband and family would not continue to trample her.-//-Carissa kept thinking about Viren going to the office without having breakfast at all, so she finally decided to bring breakfast to her husband's office. Carissa drove her car to her husband's office. Arriving at the office, Carissa was greeted by her husband's security guard and employees. One thing they see from Carissa, they feel Carissa is the luckiest woman because she can be side by side with a Virendra, without their knowing how Carissa lives her life every day.Carissa got out of the elevator and saw an empty secretary desk.'Where's Ellena? Isn't it already office hours?' Carissa thought, "I don't want to bother," and was about to open the door to her husband's room. But when Carissa held the doorknob, she heard a voice that was so strange that Carissa knew the owner of that voice—her husband.'Did I hear right?' Carissa thought, her heart beating faster. She heard a woman's moaning, but Carissa also didn't want to jump to conclusions before she sharpened her hearing again."Faster Ellen, I'm almost there, ahh ahh," the sound of Viren's babbling made Carissa weak, even her legs couldn't support her weight. With trembling hands, Carissa opened the door while activating the camera on her cellphone screen."Braakkk!" The sound of the door being pushed quite loudly surprised Viren and Ellen, who were making love on the couch. Ellen, who was on top of Viren's body and looked innocent at the front, immediately hugged Viren when he saw Carissa recording their struggle."Carissa! What are you doing!" cried Viren angrily. That's very funny, isn't it? Shouldn't Carissa be angry, seeing her husband having an affair with his own secretary?Bab 26Part ini mengandung bawang, mohon siapkan tisu.Ruang IGD yang seharusnya sunyi senyap kini berubah menjadi gaduh. Ana terus berteriak mengusir saudara kembar yang berusaha menenangkan dirinya. Sekuat apapun Ana disaat kondisinya seperti ini dia tidak bisa lari kabur dari Rumah Sakit itu.Ani mencoba mendekati tubuhnya sedekat mungkin dengan Ana. Sebisa mungkin ia tepiskan rasa canggung terhadap Kakaknya. Dipeluknya tubuh yang berbalut kain berwarna biru, baju ciri khas pasien Rumah Sakit. Tak ada respon balik dari tubuh yang terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit."Kak Ana tenang dulu ya Kak! Kakak lagi sakit gak boleh banyak gerak. Izinkan aku tetap disini untuk menemani Kakak," ungkap Ani dengan lembutnya.Perlahan Ana mulai tenang dalam pelukan saudara kembarnya. Ia menangis tersedu, Ani merasakan betapa berat beban yang Kakaknya tanggung saat ini. Sampai ia harus berada di titik terendahnya.Andi yang sempat mendengar teriakan dari ruang IGD merasa takut jikalau terjadi se
Bab 25Mobil hitam yang hanya berpenumpang dua orang itu melaju dengan kencang. Menembus gelapnya malam di tengah-tengah keheningan jalanan yang dilewatinya."Mas. Kalau kamu cape dan ngantuk biar gantian aku saja yang nyetir," tawar Ani. Kali ini mereka berdua pergi tanpa didampingi seorang supir."Gak kok De. Lebih bahaya lagi jika kamu yang nyetir dalam keadaan gelisah kaya gini," tolak Andi " kamu lebih baik bantu baca maps biar kita cepat sampai!" pinta Andi.Ani mengangguk lesu. Sesungguhnya dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan saudara kembarnya. Tapi saudara tetap saudara dia tidak mungkin tega membiarkan Kakak kandungnya sendiri dalam keadaan terpuruk.Kurang lebih hampir dua jam mereka melangsungkan perjalanan. Dari jarak dua ratus meter Ani melihat gedung Rumah Sakit yang dituju.Tibalah mereka di depan Rumah Sakit yang polisi itu sebutkan. Andi mencari tempat yang masih kosong untuk parkir. Karena rupanya Rumah Sakit sedang banyak pasien, terlihat dari kondisi parkira
Bab 24Dalam sekejap semuanya berubah. Seketika. Ana yang tadinya bergelimang harta mendadak menjadi gelandangan. Dia diusir oleh Yulia dari rumah yang diberikan oleh Bagas. Satu-satunya yang tersisa hanya pakaian yang ia kenakan. Semua yang Ana punya di dalam rumah itu dirampas oleh Yulia, karena apa yang Bagas punya berasal dari Yulia. Dia hanya menumpang hidup pada istrinya yang kaya raya. Jangankan untuk melindungi Ana, untuk membela dirinya sendiri saja Bagas sudah tidak mampu karena sudah tertangkap basah mengkhianati istrinya."Pak. Usir dua orang ini dari rumah saya!" perintah Yulia kepada Security yang berjaga di rumahnya."Ta - tapi Bu," Security itu enggan menjalankan perintah Yulia, karena selama ini dia bekerja dengan Bagas."Pak. Cepat usir mereka! apa Bapak mau saya pecat juga?" gertak Yulia."Baik Bu" "Maaf Pak, Bu. Sebaiknya Bapak dan Ibu keluar dari sini!" ucap Security menyeret tangan Bagas."Lepas! saya bisa jalan sendiri"bentak Bagas."Mas. Kamu lakuin sesuatu
Bab 23[Hallo. Yulia] sapa Ani. [Sudah punya nyali kamu ya berani video call. Mana suamiku?] gertak Yulia. [Kamu mau lihat suamimu?][Tidak usah banyak basa-basi kamu wanita penggoda! cepat beritahu dimana kamu sembunyikan suamiku!] cerca Yulia dalam telepon. Begitu bencinya Yulia terhadap Ani yang dia tuduh sebagai penghancur rumah tangganya. [Tenang dulu! setelah ini kamu bisa menarik semua tuduhanmu terhadapku] ujar Ani. Diarahkannya kamera handphonetepat dihadapan suami Yulia. Yang sedang menggandeng tangan Ana, tanpa sepengetahuannya. [Mas Bagas] seru Yulia berteriak memanggil nama suaminya, tapi percuma saja suaminya tidak mendengarnya. [Kamu lihat sendiri kan dia baik-baik saja][Dasar kamu pelakor tidak tahu diri] maki Yulia. [Kamu lihat dulu siapa perempuan yang digandeng suamimu, sebelum menuduhku sembarangan!] Ani memperlihatkan bagas sedang menggandeng tangan Ana melalui video call nya. Perlahan kamera diarahkan tepat di hadapan mereka berdua, tak lupa Ani memperbe












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.