LOGINเธอแอบรักพี่ชายข้างบ้านมาหลายปี เมื่อวนกลับมาเจอกันใหม่อีกทีจึงเสนอตัวให้เขาลองเสียเลย
View More“Nay, lo mau ke mana sih buru-buru banget?” tanya Mia, sahabat dekat Naya sejak mereka duduk di bangku SD.
“Gue disuruh buru-buru pulang. Nggak tahu mau ngapain,” ucap Naya. “Lo ‘kan tahu sendiri kalau Bunda lagi ngomel, udah kayak petasan mercon.” Naya bangun dari duduknya sambil menjilati es krim coklat kesukaannya. Kemudian ia pergi meninggalkan sahabatnya di kedai es krim.
“Ya udah lo hati-hati!” Mia melambaikan tangannya pada sang sahabat yang sudah berjalan menjauh darinya.
“Sampai jumpa besok!” teriak Naya sembari menoleh ke belakang membalas lambaian tangan sahabatnya. Hingga tanpa sengaja ia menabrak pemuda yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.
“Kalau jalan tuh pakai mata!” Hardik sang pemuda yang memakai kemeja berwarna putih, dan karena kecerobohan Naya, baju pemuda itu menjadi kotor akibat bersentuhan dengan es krim Naya.
“Yah, es krim gue.” Naya tidak memedulikan pemuda yang ditabraknya, tapi ia malah menatap es krimnya yang terjatuh.
“Heh anak kecil! Kamu harus tanggung jawab!” bentak Gilang sambil membersihkan bajunya yang kotor karena es krim pakai tisu. ‘Nggak mungkin ‘kan aku pulang dulu buat ganti baju,’ batin Gilang.
“Maaf, Om, saya lagi buru-buru,” ucap Naya sambil menjilati sisa es krim yang masih menempel di stik kayu itu.
“Kalau udah rabun, pakai kacamata!” bentak Gilang sambil mengayunkan langkah kakinya menjauhi Naya.
Ia sangat kesal pada gadis yang menabraknya. Sudah mengotori kemeja, menyebutnya dengan sebutan Om, membuat Gilang tambah kesal. Selama ini belum pernah ada wanita yang menolak pesonanya. Baru kali ini ada seorang gadis yang tidak tertarik dengan pesonanya, bahkan memanggilnya dengan sebutan Om kepada sang pecinta wanita itu.
“Yeh gitu aja sewot. Tuh cowok kasar banget sih,” ucap Naya sambil terus menatap punggung pemuda itu yang semakin menjauh. “Jangan sampai gue punya suami kayak gitu. Amit-amit dah.” Naya mengetuk keningnya dengan jari telunjuk yang ditekuk. Kemudian ia segera berlari ke parkiran.
“Gara-gara dia nih gue jadi telat gini.” Naya melihat jam di ponselnya. Lalu dengan cepat ia memasukan kembali ponsel itu ke dalam tas. Setelah memakai helm, Naya segera menancapkan gas motor matiknya.
Setengah jam kemudian Naya sampai di rumah yang sederhana. Sudah ada dua mobil mewah terparkir di halaman rumahnya.
Ia turun dan membuka helmnya, kemudian menyangkutkannya di spion motor. Naya melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sambil terus menatap mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya.
“Nih, mobil bangus bener ya,” ucap Naya sambil mengusap-usap kendaraan mewah berwarna hitam mengilat itu.
“Bun, aku pulang!” teriak Naya. Sudah menjadi kebiasaannya saat pulang ke rumah pasti teriak-teriak memanggil sang bunda.
“Nay, jangan teriak kayak gitu, malu ada tamu,” sahut sang bunda saat anak gadisnya hendak menghampirinya di ruang tamu.
“Maaf, Bun. Udah kebiasaan soalnya,” ucap Naya sambil mencium tangan sang bunda.
“Kenalin nih, Tante Tyas sama Om Rizky dan juga anaknya.” Bunda Maya memperkenalkan tamunya pada Naya.
“Naya, tante.” Naya menyalami Tante Tyas. “Naya, Om.” Kini ia menyalami Om Rizky.
Saat Naya menatap Gilang, ia berusaha mengingat-ingat wajah laki-laki tampan yang penuh pesona berdiri di hadapannya sambil menatapnya tajam.
“Kamu! Anak kecil yang mengotori kemejaku ‘kan.” Gilang mengarahkan jari telujuknya pada Naya sembari menatapnya tidak suka.
“Eh, Om yang tadi ya,” ucap Naya sambil menyeringai. “Maaf, Om, tadi aku buru-buru karena Bunda mendadak nyuruh pulang.” Naya menundukkan kepalanya. Ia merasa tidak enak hati, ternyata orang yang ditabraknya adalah tamu sang bunda.
“Lang, sudahlah, Naya juga nggak sengaja,” ucap Mami Tyas.
Gilang adalah laki-laki dengan sejuta pesona, ia sangat memerhatikan pakaian untuk mendukung penampilannya.
“Naya juga udah minta maaf ‘kan.” Kini Papi Rizky menimpali. “Kayaknya kamu yang kayak anak kecil. Naya udah berbesar hati meminta maaf sama kamu,” lanjut Papi Rizky sambil tertawa pelan.
Naya mengulurkan tangannya pada Gilang. “Maafin Naya, Om.” Naya tulus meminta maaf pada laki-laki gagah itu.
Gilang mengembuskan napasnya dengan kasar. “Jangan panggil Om!” Gilang menerima uluran tangan Naya. “Panggil Gilang!” ucapnya sambil melepas tangan Naya.
“Iya, Mas Gilang, maaf,” ucap Naya. Lalu kembali duduk di samping sang bunda.
“Maksud kami datang ke sini, untuk memperkenalkan calon suamimu, Nay,” ucap Mami Tyas sambil tersenyum pada Naya.
“Calon suami?” Naya terlihat kebingungan. Ia menatap Ayah dan bundanya, mereka hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.
'Seriusan gue dijodohin sama om-om?!' batin Naya.
“Ayah sama Om Rizky udah sepakat menjodohkan kamu dengan Nak Gilang.” Kini Ayah Naya yang berkomentar.
“Kok Ayah nggak bilang-bilang sih!” protes Naya pada ayahnya.
“Emangnya Naya udah punya pacar?” tanya Mami Tyas dengan lembut pada calon menantunya.
“Belum sih, Tante,” jawab Naya pelan. Kini Naya menoleh pada bundanya. “Pacaran aja belum pernah ngerasain, masa udah nikah aja sih, Bun. Aku ‘kan mau ngerasain pacaran sama laki-laki yang Naya suka,” rengek gadis tomboy itu pada wanita yang sudah melahirkannya.
‘Ya ampun, masa gue harus pacaran sama tuh orang. Cakep sih cakep, tapi kasar gitu. Bisa sawan gue dibentakin dia terus kalau sampai pacaran sama cowok angkuh itu,’ ucap Naya dalam hatinya.
“Ya udah kalian pacaran dulu aja! Biar kalian tambah deket. Nikahnya juga masih beberapa bulan lagi ‘kan,” usul Mami Tyas yang disetujui semuanya. Kecuali, Naya dan Gilang.
“Gimana, Lang?” tanya sang mami pada putra semata wayangnya.
‘Nggak bisa nolak juga ‘kan,' batin Gilang. “Gilang setuju, Mi,” ucapnya sambil tersenyum. Walaupun merasa sangat terpaksa.
‘Gue iyain aja deh. Nanti ‘kan gue bisa menolak perjodohan ini kalau tuh orang bersikap kasar sama gue.’ Naya memantapkan hati untuk menjadi pacar dari laki-laki yang baru dikenalnuya.
“Gimana, Nay? Kamu juga ‘kan pengin cepet-cepet punya pacar.” Kini sang bunda yang bertanya.
‘Emang sih gue pengin punya pacar, kayak orang-orang yang berkencan saat malam minggu, tapi gue penginnya berpacaran dengan laki-laki yang gue cintai,’ batin Naya.
Naya menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya secara perlahan. “Iya deh, Naya mau pacaran dulu sama Mas Gilang.
“Nah sekarang kalian resmi pacaran,” ucap Mami Tyas sembari menyunggingkan sudut bibirnya membentuk lengkungan indah di wajahnya.
‘Kayaknya baru gue doang deh, pacaran diresmikan sama calon mertua,’ ucap Naya dalam hatinya. ‘Kalau gue nikah sama dia, terus gue hamil dan punya anak. Gue nggak jadi kuliah dong, masa iya baru delapan belas tahun udah bunting. Temen-temen gue asyik belajar, kencan dengan orang yang dicintai, jalan-jalan ke mana pun yang kita sukai. Sementara gue lagi duduk selonjoran sambil mengusap-usap perut yang membesar seperti badut.’ Naya tenggelam dalam lamunannya.
“Nay, kenapa melamun?” Sang bunda menepuk bahu gadis tomboy itu.
“Eh nggak, Bun, Naya cuma lagi bayangin kencan pertama Naya dengan Mas Gilang.” Naya berbohong pada kedua orang tuanya dan sang calon mertua.
ส่วนคนสุดท้องเป็นผู้ชายอีกเช่นกัน ตอนนี้หนูน้อยวัยแปดเดือนอยู่ในเป้อุ้มบนหลังของผู้เป็นพ่ออย่างธนัช “โชคดีจังที่แต่งกับพี่” ญานิศาเอ่ยเสียงหวานพลางหยอกล้อกับลูกชายคนสุดท้อง ธนัชช่วยเธอเลี้ยงลูกตลอด เธอเป็นคุณแม่ลูกสามที่ไม่เหนื่อยเลยสักนิด ได้ทำงานเต็มที่ นอนเต็มอิ่ม รูปร่างหน้าตาก็ยังดูดี ไม่โทรมเหมือนคุณแม่คนอื่น ๆ เพราะมีเขาคอยเป็นทุกอย่างให้ ไหนจะเหล่าปู่ย่าตายายที่แทบจะแย่งกันเลี้ยงหลานญานิศารู้สึกว่าตัวเองเป็นผู้หญิงที่โชคดีมาก ๆ“งั้นมีลูกเพิ่มอีกสักคนดีไหม คราวนี้ขอลูกชายนะ” ธนัชกระซิบเสียงพร่า นัยน์ตาคมเจือแววหื่นกระหายมองภรรยา นับวันญานิศาจะสวยเกินไปแล้วนะ สวยจนเขาไม่อยากให้ก้าวออกจากบ้านไปไหนสมกับที่เป็นเจ้าของสถาบันสอนบุคลิกภาพจริง ๆ ยิ่งโตยิ่งสวยสง่า หากทว่าก็ยังมีความน่ารัก น่าทะนุถนอมอยู่มากสำหรับเขา ในขณะที่เขาต้องพยายามดูแลตัวเองอย่างหนักเพราะอายุห่างจากหญิงสาวหลายปี ผิวก็คล้ำ กลัวจะดูแก่ไปจนคนมองว่าเป็นพ่อลูกกัน“ทะลึ่งมากค่ะคุณพ่อ” ปากบอกว่าเขาทะลึ่งแต่มือไม้เธออยู่สุขเสียที่ไหน ลูบไล้อยู่ที่สีข้างเขาแล้วกรีดกรายปลายเล็บจิกลงเบา ๆ ทำเอาคนหื่นอยากจะอุ้มเม
“อยากแต่งขนาดนั้นเลย” จรูญถาม“ครับ”“มั่นใจแล้วนะ” ว่าที่พ่อตาถามย้ำ ทำธนัชชักหวั่น“ทำไมอะพ่อ” ตอนนี้เขาเองก็เรียกบิดาของคนรักว่าพ่อแล้วเหมือนกัน“กูยังไม่ค่อยมั่นใจในตัวมันเลย” จรูญแสร้งทำหน้าขยาดใส่ลูกสาวเรียกเสียงฮาจากทุกคน“พ่ออะ! จิ๊บสวยขนาดนี้ พี่บอมต้องมั่นใจอยู่แล้วแหละ ใช่ไหม” จะเปลี่ยนใจก็ไม่ทันแล้วนะ ในท้องนี่สองเดือนกว่า ๆ ต้นปีหน้าก็จะลืมตามาดูโลก“ว่าแต่ไอ้จ๊อชมันหายหัวไปไหน”“ไม่รู้มัน พอโตแล้วก็ไม่ค่อยจะอยู่บ้าน” จรูญถอนหายใจ ธนัชเลยช่วยคลี่คลายไม่อยากให้สถานการณ์ที่กำลังดี ๆ อยู่ตึงเครียด กลัวเมียเครียดไปด้วย ลูกเขาก็อาจจะเป็นอันตราย“เด็กชาย ๆ ก็งี้แหละครับ ธรรมดา”“นั่นสิคะ” จินดาเข้าข้าง“นี่ก็คนนึง มันดื้อใส่ออกบ่อยก็เข้าข้างอยู่นั่น” จรูญบ่นเมีย“ก็พี่รูญว่าลูกบ่อยแล้ว ถ้าจินไม่เข้าข้างเดี๋ยวจะสูนพ้น[1]เอานะคะ อย่าบ่นแรงตะ เดี๋ยวเส้นเลือดในสมองแตก” คำพูดติดตลกของจินดาทำให้เกิดเสียงหัวเราะขึ้นอีกครั้ง“จิ๊บ กับจิน ชื่อแม่กับชื่อพี่จิ๊บตัว จ.จานเหมือนกันเลยค่ะ” ยายลูกหมูเอ่ยขึ้นมา เรียกรอยยิ้มจากทุกคนในบ้านได้“เอ๊า พูดได้ด้วยเหรอเรา พี่จิ๊บก็คิดว่าแม่เราลืมใส่ถ่
ได้ความว่าทั้งคู่รู้จักกันเพราะเรื่องราวที่จินดาได้เคยช่วยญานิศาไว้ คราวนั้นหญิงสาวได้เอากระเช้าเครื่องดื่มบำรุงร่างกายและอาหารทะเลสด ๆ จากแพปลาเก่าของธนัชจากปัตตานีไปขอบคุณทุกคนที่ช่วยเธอเอาไว้วันนั้น จินดากับจรูญเลยได้มีโอกาสรู้จักหน้าค่าตากันสองปีให้หลังก็ได้เจอกันบ่อยครั้งเพราะจินดาและลูกสาวมาเช่าบ้านในซอยตรงข้ามบ้านเสี่ยทศ ทั้งคู่เลยมีโอกาสได้ทำความรู้จักกันจนสานสัมพันธ์ ที่ผ่านมาจรูญไม่กล้าบอกลูกสาวเพราะยังไม่มั่นใจและจินดาขอเอาไว้จินดาเป็นผู้หญิงเจียมตัวคนหนึ่งเพราะคิดว่าตัวเองเป็นแค่แม่หม้ายลูกติด ไม่มีสมบัติอะไรติดตัวด้วยซ้ำ มีเพียงรถมอเตอร์ไซค์เก่า ๆ หนึ่งคันกับลูกสาวที่ตอนนี้อยู่ในวัยมัธยมต้น ในขณะที่บ้านของจรูญมีมากกว่า มีคนนับหน้าถือตา มีลูก ๆ ที่เก่งและเป็นความภาคภูมิใจ เธอกลัวมาตลอดว่าคนจะครหาว่าตนมาจับจรูญเพราะหวังอะไร จนมาวันนี้ที่ทั้งคู่คบหาดูใจกันได้กว่าสี่ปีแล้ว จรูญถึงได้ขอให้เปิดเผยความสัมพันธ์แล้วย้ายมาอยู่ด้วยกันอย่างเป็นทางการ“ดีใจจังที่พ่อจะมีเมียสักที จะได้ไม่ต้องบ่นจิ๊บมาก” ญานิศาแซวไปอย่างนั้น“จิ๊บดีใจนะคะที่เป็นน้าจิน”“น้าก็ดีใจนะที่จิ๊บไม่รังเกียจน้
“เนี่ย แม่เลือกไม่ผิดจริง ๆ เลย” กานดาชมตัวเองที่เล็งญานิศาไว้ตั้งแต่ตีนเท่าฝาหอย พอหอยเริ่มเท่าฝ่าตีนก็พยายามให้ได้ลงเอยกับลูกชายตัวดีให้ได้“น้องดาเมียพี่โคตรเก่ง” นี่ก็อีกคนที่ชมเมียตัวเองเก่งมากธนัชมองบิดามารดาที่ผลัดกันชื่นชมไม่ขาดปากก็เบ้หน้า “ผมต่างหากเลือกเมียเก่ง”“ไม่ต้องเลยมึงไอ้บอม แรกก่อนมึงบอกไม่เอาไม่สนใจ รำคาญ แม่จำได้ขึ้นใจเลยจิ๊บ” นางกานดาเถียงกลับเสียงดัง ซ้ำยังหันไปฟ้องญานิศาอีกต่างหาก“โหแม่ อย่าพูดงี้ดิ เดี๋ยวจีบเครียด ไม่ดีต่อหลานแม่นะ” ธนัชรีบยกสองมือปิดหูคนรักแล้วเถียงมารดา “อย่าไปฟังนะจิ๊บ แม่ไร้สาระ”แล้วชายหนุ่มก็หาจังหวะรีบอุ้มภรรยาที่กำลังจะกลายมาเป็นแม่ของลูกขึ้นรถกลับบ้านตนไปทันใด หากอยู่นานกว่านี้มีหวังน้องดาเมียพี่ทศได้ลากไส้เขาออกมาชำแหละให้เมียดูเป็นแน่ญานิศายิ้มขำ เธอไม่คิดมากสักนิดเพราะรู้ว่าเขาไม่ได้ชอบเธอตั้งแต่แรก แต่ภูมิใจมากกับความพยายามของตัวเองที่ล่อเขามาเป็นพ่อของลูกได้สำเร็จในวันนี้ด้วยวิถีทางของตัวเองใครบอกเป็นผู้หญิงต้องนั่งสนิมสร้อยให้ใครมาเลือก ในเมื่อเราสามารถเลือกเองได้ เคยเจอผลวิจัยที่ว่าผู้หญิงที่เลือกจีบผู้ชายก่อนมักจะเจอคู่ชี
“เรื่องแต่ก่อนไม่รู้ว่าจะเอาผิดมึงได้ไหม แต่ที่แน่ ๆ คือลูกมึงติดคุกจนวันตายแน่อีปาน กูไม่มีทางปล่อยไว้หรอก”“ส่วนที่ลูกกูกระทืบลูกมึง ฟ้องได้เลยนะถ้ามั่นใจว่าจะชนะ แต่ก่อนอื่นมึงต้องไปหาที่ซุกหัวนอนใหม่ก่อนนะ กูให้เวลาถึงเจ็ดโมงเช้าเท่านั้น!”หลังจากนางปานตามมาให้โดนด่าตอกหน้าจนต้องระเห็จกลับไปแล้
“ปล่อยเถอะ จิ๊บสกปรกอะพี่บอม” ญานิศาต่อต้าน แล้วเสียงร้องที่พร่ำกัดปากกลั้นไว้ตั้งนานก็ดังออกมาอย่างสุดจะต้านทาน ปากบอกให้เขาปล่อย หากทว่าไม่นานตัวเธอก็อ่อนปวกเปียกราวกับขี้ผึ้งลนไฟ สองมือจับชายเสื้อเขาไว้แน่นราวกับว่าเขาคือที่พึ่งสุดท้าย“อย่าว่าตัวเองแบบนั้นอีกนะจิ๊บ น้องไม่ได้ผิดอะไรเลย ไอ้เปรตน
“น่ากลัวจัง งั้นฉีดเลยเถอะ” หญิงสาวหัวเราะคิก ทีเรื่องทะลึ่งตึงตังละมีเรี่ยวแรงขึ้นมาทันที แต่ไม่นานเธอก็หลับไปธนัชยิ้มเอ็นดูแล้วก็นั่งลงบนพื้นข้างโซฟาเพื่อที่ญานิศาจะได้จับมือเขาไว้ถนัด เธอขยับตัวแล้วดึงมือเขาไปรองแก้มแทนหมอนจนแก้มบี้ไปข้าง ปากอิ่มเผยอท่าทางน่ารักน่าชังเขาก็ขู่ไปอย่างนั้นเองเข็ม
พัก! ล้มเลิกความคิดเรื่องนี้ไปได้เลยไอ้บอม“แต่จิ๊บเบื่อ ขอไปด้วยนะพี่บอมนะ นะคะ นะ น้า...” อยู่ ๆ ญานิศาก็ทำเสียงออดอ้อนหน้าซื่อตาใส“เบื่อก็ไปหาอะไรทำ” ที่ไม่ต้องมายุ่งวุ่นวายกับเขา ธนัชคิดในใจ“ก็เนี่ย กำลังจะทำตัวให้มีประโยชน์อยู่ ช่วยงานฟรีเงินไม่ต้องจ่าย แต่ถ้าอยากตอบแทนจิ๊บรับค่าตัวเป็นหัวใจ





