สตรีผู้นี้เป็นเพียงตัวแทนของอดีตฮูหยิน

สตรีผู้นี้เป็นเพียงตัวแทนของอดีตฮูหยิน

last updateLast Updated : 2025-12-25
Language: Thai
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
23Chapters
2.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

หลี่เซวียนอี้นึกว่าได้ดื่มเหล้ามงคลเพราะเจาจ้าวหลงรักนางสุดหัวใจ จึงได้หาทุกทางบันดาลงานแต่งงานนี้ให้เกิดขึ้น แต่แท้ที่จริงมันมีความจริงที่ถูกซุกซ่อนเอาไว้ ความสุขของคุณหนูหลี่มลายหายไปสิ้น นางเป็นเพียงผู้หญิงที่หน้าตาเหมือนคนรักของเขาที่ตายไปแล้วเท่านั้น นั่นจึงทำให้เซวียนอี้เจ็บปวด จนต้องขอแยกทาง

View More

Chapter 1

บทนำ

Semua orang mengatakan bahwa Carmel adalah primadona tercantik di Kota Nansa. Kulitnya putih, wajahnya menawan, dan sifatnya bebas serta penuh percaya diri. Pada saat masih bersenang-senang di luar negeri, dia tiba-tiba dipanggil pulang oleh ayahnya melalui sebuah telegram kilat. Di telegram itu hanya ada satu kalimat.

[ Segera pulang dan menikah dengan Alfons. ]

Alfons adalah perwira termuda sekaligus paling menjanjikan di militer. Sifatnya dingin, tertutup, disiplin, dan sangat menjunjung aturan. Benar-benar bertolak belakang dengan Carmel.

Carmel menyukai keramaian, sedangkan Alfons menyukai ketenangan.

Carmel bertindak sesuka hati dan sudah tak terhitung berapa banyak ulah nekat yang pernah dilakukannya, sementara Alfons selalu mematuhi aturan dan menjadikan disiplin militer sebagai prinsip yang tak boleh dilanggar.

Carmel cantik, ceria, dan bebas. Gonta-ganti pacar adalah perkara mudah baginya. Sementara itu, Alfons terkenal tidak pernah mendekati wanita. Jangankan menjalin hubungan, bahkan tangan prajurit wanita pun belum pernah disentuhnya.

Membayangkan harus menikah dengan pria sekaku itu saja sudah membuat Carmel merasa sesak napas. Karena itu, Carmel mengerahkan segala cara demi menggagalkan pernikahan ini.

Carmel pergi ke aula dansa dan menari liar selama tiga hari tiga malam, berharap Alfons mengundurkan diri. Namun, dengan seragam militer yang rapi dan di tengah tatapan penuh makna dari orang-orang di sekeliling mereka, dia hanya memasang wajah datar dan menggendong Carmel pulang.

Carmel sengaja menabrak pagar taman rumah keluarga komandan hingga roboh, berharap Alfons menganggapnya keterlaluan. Namun, Alfons malah datang sendiri untuk meminta maaf, membayar biaya perbaikan, dan menyelesaikan semuanya tanpa menimbulkan kegaduhan.

Carmel terus membuat masalah, sementara Alfons selalu diam-diam membereskan semua kekacauan di belakangnya.

Kali ini, Carmel kembali ditahan karena berkelahi. Alfons baru saja menyelesaikan misi darurat selama tiga hari. Seragam militernya bahkan belum sempat diganti, matanya dipenuhi gurat merah karena kelelahan, tetapi dia tetap bergegas datang untuk mengurus pembebasannya.

Melihat punggung Alfons yang tetap tegak meski tampak lelah, untuk pertama kalinya Carmel merasakan keinginan untuk menjelaskan.

Carmel ingin mengatakan bahwa kali ini bukan dia yang mencari gara-gara. Seorang pria lebih dahulu menggodanya karena melihat wajahnya yang cantik. Namun sebelum sempat membuka mulut, Alfons sudah berdiri di hadapannya dan menggenggam tangannya dengan lembut.

Di ujung jari Carmel ada luka kecil yang bahkan tidak disadarinya. Namun, Alfons mengeluarkan kotak P3K dari saku seragam, menunduk membersihkan luka itu, lalu menempelkan plester.

"Sakit nggak?" tanyanya.

Pada saat itu, semua penjelasan dan pembelaan yang telah disiapkan Carmel seolah tercekat.

Alfons mengangkat pandangan. Tatapannya tenang.

"Aku nggak peduli sebesar apa masalah yang kamu buat atau seberapa besar kekacauan yang kamu timbulkan. Semua itu bisa aku selesaikan. Yang aku pedulikan hanya satu, di sini ...," ujarnya sambil menggenggam tangannya lebih erat. "Apa masih sakit?"

"Di sini ... apa masih sakit ...."

Hati Carmel bergetar hebat. Seolah ada sesuatu yang menghantam bagian paling lembut di dalam hatinya, meruntuhkan seluruh pertahanan yang selama ini dia bangun.

Sejak kecil, setiap kali Carmel membuat masalah, ayahnya hanya memarahinya karena mempermalukan keluarga. Ibu tirinya hanya akan berpura-pura lembut sambil menasihatinya agar lebih anggun. Tidak pernah ada seorang pun yang bertanya kepadanya, "Apa kamu sakit? Apa kamu merasa diperlakukan nggak adil?"

Dengan suara serak, Carmel mendengar dirinya sendiri berkata, "Alfons, kita boleh menikah."

Sorot mata Alfons yang dalam seolah memancarkan cahaya.

"Tapi sebelum itu, aku ingin nanya satu hal." Carmel menatapnya dengan kebanggaan dan sifat posesif yang memang menjadi bagian dari dirinya. "Apa kamu pernah punya seseorang yang kamu cintai tapi nggak bisa kamu miliki? Pria yang menjadi milikku harus sepenuhnya hanya menjadi milikku. Di hatimu nggak boleh ada orang lain. Masa lalu, masa kini, maupun masa depan, hanya boleh ada aku."

Alfons menatap mata Carmel tanpa menghindar sedikit pun. "Nggak ada. Hanya kamu."

Oleh karena itulah, Carmel pun menikah dengannya.

Primadona paling cerah dan paling bebas di Kota Nansa akhirnya menikah dengan pria paling dingin dan tertutup di kalangan militer. Setelah menikah, beredar sebuah kalimat di kalangan masyarakat kelas atas Kota Nansa.

"Siapa pun boleh kamu usik, tapi jangan pernah mengusik Carmel, istri Mayor Jenderal Alfons."

Sebab, sebesar apa pun masalah yang dibuat Carmel, Alfons yang dingin bak Raja Neraka itu akan selalu berdiri di belakangnya dan menopang seluruh langit untuknya.

Carmel pun mengira bahwa gunung es itu benar-benar telah mencair oleh kobaran api dirinya.

Sampai suatu hari, dia pergi ke markas militer untuk mengantarkan berkas yang tertinggal di rumah. Baru tiba di dekat lapangan latihan, dia melihat sekelompok perwira berkumpul. Sepertinya mereka sedang mengadakan acara keakraban, suasananya sangat meriah.

Alfons dikelilingi beberapa rekan sesama perwira. Rupanya dia kalah dalam permainan, lalu didesak untuk menjawab pertanyaan dengan jujur.

Seseorang bertanya dengan keras, "Mayjen Alfons, cepat katakan, apa kebohongan terbesar yang pernah kamu ucapkan seumur hidupmu?"

Suasana yang semula riuh langsung menjadi sedikit lebih tenang. Semua orang memandang komandan yang selama ini dikenal disiplin dan jujur itu dengan penuh rasa penasaran.

Alfons terdiam beberapa saat. Siluet wajahnya tampak sulit ditebak di bawah cahaya lampu. Dia mengangkat cangkir teh di atas meja dan menyesapnya, lalu perlahan membuka mulut. Suaranya tidak keras, tetapi terdengar jelas hingga ke telinga Carmel yang baru saja tiba di ambang pintu.

"Pernah ada seseorang yang nanya aku, apakah aku punya seseorang yang kucintai tapi tidak bisa kumiliki."

"Aku membohonginya. Aku bilang nggak ada."

Bum!

Carmel merasa seperti disambar petir.

Tubuhnya langsung mematung di tempat. Darah di seluruh tubuhnya seolah ikut membeku.

Alfons berbohong? Benar-benar ada seseorang yang dicintai Alfons tetapi tidak bisa dimilikinya? Lalu, kenapa Alfons tidak bilang padanya? Sebenarnya apa tujuan Alfons menikahinya?

Hawa dingin menjalar dari telapak kaki ke seluruh tubuhnya dalam sekejap, membuatnya seolah terjatuh ke dalam gua es. Seluruh tubuhnya gemetar kedinginan. Dia hendak berlari menghampiri Alfons untuk meminta penjelasan.

Namun tiba-tiba, seorang ajudan bergegas menghampiri Alfons dan membisikkan beberapa patah kata di telinganya. Wajah Alfons yang biasanya selalu tenang langsung berubah drastis.

Dia mendadak berdiri. Bahkan tak sempat memberi penjelasan kepada orang-orang di sekitarnya, dia langsung meraih mantel seragam militer yang tergantung di sandaran kursi dan bergegas keluar. Gerakannya begitu cepat hingga menimbulkan embusan angin.

Dia bahkan ... tidak menyadari bahwa Carmel sedang berdiri tepat di ambang pintu.

Saat melewati Carmel, bahunya menghantam bahu wanita itu cukup keras. Namun dia sama sekali tidak menyadarinya, seolah seluruh indranya telah tertutup dan hanya menyisakan satu tujuan yang harus segera dia datangi.

Carmel terdorong hingga terhuyung. Bahunya terasa sangat sakit. Namun, yang jauh lebih sakit adalah hatinya. Menahan rasa sakit di bahunya dan segala keraguan yang berkecamuk di dalam hati, Carmel tanpa sadar mengikuti di belakangnya.

Dia melihat Alfons melompat ke atas jip. Mesin kendaraan itu meraung, lalu memelesat pergi dengan cepat. Carmel segera menghentikan sebuah taksi dan mengikuti dari belakang. Jip itu akhirnya berhenti di depan sebuah gudang terbengkalai di pinggiran kota.

Alfons bersama para ajudannya langsung menerobos masuk. Carmel mengikuti secara diam-diam dan bersembunyi di tempat gelap. Di dalam gudang, seorang penculik berwajah garang sedang menyandera seorang gadis dengan sebilah pisau.

Gadis itu mengenakan gaun sederhana berwarna lembut. Dia menangis tersedu-sedu dan tampak begitu lemah seolah bisa pingsan kapan saja.

Saat melihat gadis itu, ekspresi Alfons langsung berubah drastis. Dengan suara yang bergetar, dia berkata, "Lepaskan dia!"

Penculik itu menyeringai.

"Ternyata tebakanku benar! Alfons, semua orang bilang kalau kamu benar-benar memanjakan Carmel, istrimu yang semaunya sendiri itu. Cuma aku yang tahu, orang yang diam-diam kamu sayangi adalah dia, Irie!"

Irie?

Hati Carmel langsung tenggelam.

Penculik itu kembali berteriak, "Di operasi militer perbatasan waktu itu, saudara-saudaraku ada yang mati dan ada yang cacat gara-gara kamu! Hari ini, aku juga akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya kehilangan wanita yang paling kamu cintai!"

Punggung tangan Alfons dipenuhi urat yang menonjol. Namun, suaranya tetap dipaksa tenang. "Target balas dendammu itu adalah aku! Lepaskan dia. Hadapi aku saja!"

"Kamu mau aku melepaskan dia? Bisa saja!" Penculik itu menendang sebuah belati berkilau ke arah Alfons. Belati itu jatuh tepat di depan kakinya dengan suara nyaring. "Tusukkan belati itu ke jantungmu sendiri. Dengan begitu, baru akan kupikirkan untuk melepaskannya!"

"Jangan! Alfons, jangan!" Irie menangis sambil menggeleng putus asa. Air matanya mengalir deras tanpa henti.

Namun, Alfons hanya menatap Irie dalam-dalam. Tatapan itu dipenuhi kasih sayang yang belum pernah dilihat Carmel sekali pun.

Lalu tanpa ragu sedikit pun, dia membungkuk mengambil belati itu dan menghunjamkannya dengan keras ke arah dadanya sendiri!

Carmel yang bersembunyi di belakang mencengkeram telapak tangannya dengan erat. Sampai ketika kuku-kukunya menembus kulit, barulah dia bisa menahan diri agar tidak berteriak.

Alfons benar-benar ... rela menusuk dirinya tanpa ragu demi wanita lain?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
23 Chapters
บทนำ
บทนำแสงแดดยามสายสะท้อนลงบนผืนน้ำทะเลเป็นระยิบระยับ เสียงนกทะเลร้องแข่งกับเสียงพ่อค้าแม่ขายที่ขานเรียกลูกค้า เมืองท่าฉางไห่ขึ้นชื่อว่าเป็นจุดค้าขายระหว่างเหนือใต้ ทั้งเครื่องเทศ ผ้าแพรพรรณ และหยกจากดินแดนห่างไกลล้วนมารวมอยู่ที่นี่รถม้าสีครามหยุดลงตรงหน้าตลาด เสียงล้อไม้ที่บดกับพื้นหินหยาบทำให้เหล่าพ่อค้าหันมามองอย่างสนใจ ภายในรถม้านั้นมีหญิงสาวร่างบางนั่งอยู่ในอาภรณ์ผ้าไหมหิมะสีอ่อน หน้าตาแม้ยังเยาว์วัย แต่ดวงตากลับเปล่งประกายมั่นใจไม่ต่างจากสตรีที่ผ่านโลกมาหลายปี“เซวียนอี้ อย่าไปไหนไกลเกินสายตาพี่ เข้าใจหรือไม่” เสียงของหลี่เซวียนหลงดังขึ้นอย่างเคร่งครัด เขาก้าวลงจากรถก่อน คิ้วเข้มขมวดแน่นเพราะรู้ดีว่าน้องสาวตนหาได้เชื่อฟังง่ายๆ“เจ้าก็พูดอย่างนี้ทุกครั้ง แต่ทุกครั้งข้าก็ยังกลับมาพร้อมของเต็มมือมิใช่หรือเจ้าคะ” หลี่เซวียนอี้ยิ้มกว้าง รอยยิ้มนั้นทั้งซื่อและท้าทายในคราวเดียวกัน นางคว้ามือ เหยาเหยาหญิงรับใช้คนสนิทที่ตามมาด้วย แล้วกระโดดลงจากรถม้าอย่างคล่องแคล่ว “ไปเถอะเหยาเหยา! ข้าว่าแผงขายหยกข้างท่าน้ำคงมีของงดงามแปลกตามากมายแน่”“คุณหนูเจ้าคะ อย่างน้อยก็บอกคุณชายก่อน”“อย่าชักช้า!
Read more
บทที่ 1
บทที่ 1หลี่เซวียนอี้ ไม่เคยต้องใช้เวลานานในการที่จะมองหาร่างสูงสง่าของเจาจ้าวหลง ไม่ว่าอยู่ท่ามกลางผู้คนมากหรือน้อย เขาก็โดดเด่นที่สุดในสายตาของเซวียนอี้เสมอนางรู้ดี ว่าไม่ใช่แค่ความสูงที่เทียบเคียงกับพวกโพ้นทะเลที่เคยเห็นตามเมืองท่าของเขา แต่เนื่องจากจิตวิญญาณของคุณหนูหลี่จดจ่ออยู่ที่เขาต่างหาก...นั่นคือเหตุผลแท้จริงย้อนหลังไปก่อนสองเดือนที่แล้ว หลี่เซวียนอี้เคยได้ยินแต่ชื่อเจาจ้าวหลงโดยไม่เคยพบตัวจริงแม้สักครั้ง กระทั่งนางกลับมาอยู่เมืองหลวง หลังจากบิดายื่นคำขาดไม่ยอมให้ไปเที่ยวเล่นอยู่กับพี่ชายที่เดินทางค้าขายแล้วนางไม่คิดอยู่กับบ้านรอแม่สื่อเพียงให้ได้สามีมาครอบครอง เสียเวลาไปกับคนที่ใจไม่ได้อยากรัก ความสนใจของนางอยู่ที่การใช้ชีวิตให้สนุกสนานหรือพูดให้ถูกก็คือหลี่เซวียนอี้จะแต่งงานก็ต่อเมื่อมีความรักเป็นเหตุผลก็เท่านั้น นางไม่จำเป็นต้องพึ่งพาผู้ใดให้มีชีวิตรอด หนังสือความรักประโลมโลกที่โด่งดังในหมู่สตรีแคว้นต้าอิ้งล้วนมาจากฝีมือการเขียนของเซวียนอี้ทั้งสิ้น แม้จะไม่ได้ร่ำรวยล้นฟ้า แต่ถ้าหากจะใช้เลี้ยงตนเองคนเดียวก็เพียงพอ แต่ถึงอย่างไรบิดาและพี่ชายก็คงไม่มีวันยอมให้ดวงใจของจว
Read more
บทที่ 2
บทที่ 2“ผู้ใดเจ้าคะ” เซวียนอี้เอียงคอถามด้วยความสงสัย“คนที่อยู่ต่อหน้าเซวียนอี้ในคืนนี้น่ะ”“คนผู้นี้ไม่แก่หรอกเจ้าค่ะ” “รองเสนาบดีเจาสามสิบแปดแล้วนะ เรียกได้ว่าเฉียดสี่สิบ น่าจะอยู่ในพวกแก่แล้วสำหรับเซวียนอี้ คนเลยพากันสงสัย”“ท่านพี่จะบอกว่าเซวียนอี้เด็กไปอย่างนั้นหรือเจ้าคะ” “ไม่ใช่อย่างนั้น ข้าแค่กังวลว่าอาจจะเป็นคนน่าเบื่อสำหรับแม่นางน้อยอย่างอี้เออร์”“ไม่เบื่อเจ้าค่ะ ท่านพี่ไม่แก่สักหน่อย สตรีบ้านใดก็แต่งให้บุรุษที่มีอายุมากกว่าทั้งสิ้น”“ยี่สิบ” เขาบอกพลางดึงตัวฮูหยินมากอดเอาไว้ “เจ้าคะ” เซวียนอี้ถามออกไปอย่างไม่เข้าใจนัก“บุรุษผู้นี้อายุยี่สิบแล้ว เมื่อเซวียนอี้ลืมตาดูโลก เป็นบิดาอี้เออร์ได้ด้วยซ้ำ”“เปรียบเทียบอย่างนี้ก็ฟังดูมีอายุจริงๆ เจ้าค่ะ”เจาจ้าวหลงหัวเราะ เสียงหัวเราะของเขาทุ้มนุ่มหู เช่นเดียวกับเสียงพูด ซึ่งนางชอบฟังเป็นที่สุด“ยอมรับเองอย่างนี้สงสัยจะต้องถูกลงโทษที่หาว่าสามีมีอายุ” เขาพูด “หรือต้องให้รีบมีลูกตอนนี้เลยดี”“ตรงนี้ได้ที่ไหนกันเจ้าคะ เลิกพูดเรื่องเซวียนอี้อายุน้อยพอจะเป็นลูกท่านพี่ได้แล้ว แล้วเซวียนอี้ก็ไม่อยากเป็นบุตรสาวหรอกเจ้าค่ะ เป็นอย่างน
Read more
บทที่ 3
บทที่ 3“เรื่องเกิดช่วงที่พี่สาวของข้าจะเข้าวังพอดี เคยพบกันตามงานเลี้ยงอยู่บ้าง นางงดงามมาก เจาจ้าวหลงทั้งรักทั้งหลงสตรีนางนี้หัวปักหัวปำเลยทีเดียว แต่เท่าที่จำได้ก็ดูจะชอบยั่วให้สามีกินน้ำส้มด้วยการมีสหายต่างเพศไม่ซ้ำหน้าคอยพาไปโน่นมานี่”“แล้วแม่นางน้อยบุตรสาวของคหบดีหลี่กงจาน ก็หน้าตาเหมือนซูเหมยหนี่อย่างกับเป็นพี่น้องคลานตามกันมา” เสียงซึ่งฟังว่าจะเป็นเสียงที่สามขัดขึ้น ก่อนเรื่องจะแตกออกไป “แค่คล้ายน่ะ พี่สาวฉันเคยคบค้ากับคุณหนูซู ลูกสาวหลี่กงจานดูงดงามแบบอ่อนหวานมากกว่า ไม่พอยังอ่อนกว่ามาก จำได้ว่าเมื่อซูเหมยหนี่เสียชีวิตอายุเลยยี่สิบมาไกล อายุน้อยกว่าเจาจ้าวหลงแค่ไม่กี่ปีเท่านั้น”“เช่นนี้มันก็คิดกันไปได้ ว่าที่เจาจ้าวหลงเลือกแต่งงานกับแม่นางผู้มีอายุรุ่นราวคราวเดียวกับบุตรชาย ทั้งที่ไม่เคยปรากฏว่ารสนิยมชอบเด็กสาวๆ เพียงเพราะคุณหนูลูกพ่อค้านั่นหน้าตาเหมือนคนรักที่ตาย”“ก็ไม่มีอันใดต้องสงสัยอีก แม่นางนั่นหมดจดก็จริงอยู่ แต่ที่เจาจ้าวหลงมีข่าวหลุดรอดออกมาด้วยก็ล้วนแต่งดงามกันทั้งสิ้น”“จริงอย่างเจ้าว่า เจาจ้าวหลงเห็นจะไม่มาหลงรักสตรีอายุน้อยกว่าเป็นรอบสองรอบอย่างนี้ ที่ชอบพอคงเ
Read more
บทที่ 4
บทที่ 4 สายคล้องไหล่ที่ไม่ได้ผูกเป็นปมเงื่อนไว้ถูกปัดให้เลื่อนหลุดออกจากไหล่มน เพียงเขาปล่อยมือ ชุดนอนบางเนียนก็รูดพลิ้วลงไปกองที่ข้อเท้า เสียงหายใจแรงจนเกือบฟังเป็นหอบของเจ้าบ่าวเรียกให้นางเหลือบตาขึ้น พอเห็นว่าเขากำลังกวาดตามองร่างเปลือยของนางด้วยแววตากระหาย เซวียนอี้ก็รู้สึกว่าเนื้อตัวเหมือนจะละลาย คล้ายขี้ผึ้งที่ถูกไฟลนจนหลอมเหลว “เซวียนอี้ เจ้างดงามเหลือเกิน!” เสียงห้าวลึกฟังแหบพร่าสั่นสะท้าน “เห็นเจ้าตัวเล็กเพียงเท่านั้น ที่ไหนได้ อย่างนี้เองที่เรียกว่าซ่อนรูป เปิดหูเปิดตาข้าแล้ว” วาจาเขาว่าร้าย แต่สัมผัสของเขาร้ายยิ่งกว่า เพราะทำเอานางสั่นเยือก เมื่อมือที่แตะไหล่เลื่อนลงมากดไล่ลงบนต้นขาเปล่าเปลือย จากนั้นจึงค่
Read more
บทที่ 5
บทที่ 5 “อุ๊ย!” เยว่หมิงอันอุทานมาอีก “มาถามอะไรกันตรงนี้เจ้าคะ ดูเอาเถิด ฮูหยินคนใหม่อย่างหลี่เซวียนอี้ตีสีหน้าไม่ถูกเสียแล้ว” คำทักท้วงของเยว่หมิงอันกึ่งสัพยอกขันๆ  ทำให้เจาจ้าวหลงได้คิดรีบเอ่ยขอตัวรวดเร็ว ก่อนโอบไหล่บางของฮูหยินพาเดินออกประตูโดยไว แขนแข็งแรงที่โอบรอบหลัง ซึ่งเคยให้ความอบอุ่น หากบัดนี้กลับทำหลี่เซวียนอี้รู้สึกหนาวยะเยือก  เจาจ้าวหลงไม่พูดสิ่งใดเลย ตลอดทางที่เดินไปจุดจอดรอของรถม้าด้วยกัน กระทั่งถึงยามที่เข้าไปนั่งด้านในจึงได้หันมามองหลี่เซวียนอี้ครู่หนึ่ง ร่างสูงปล่อยให้รถม้าเคลื่อนตัวห่างจวน
Read more
บทที่ 6
บทที่ 6 ทว่าเจาจ้าวหลงมิได้รับรู้เลย เขาเพียงคิดว่าเพราะการเปลี่ยนแปลงสถานที่ทำให้ผู้เป็นฮูหยินมีแรงกระตุ้นมากกว่าปกติจึงได้เริ่มกระทำรุนแรงขึ้นเหมือนอย่างที่เขาจะทำเพื่อเร้าอารมณ์เซวียนอี้อยู่เสมอบ้าง มือใหญ่ปลดอาภรณ์ของฮูหยินตนออกจนหมด เขานวดฟอนเฟ้นจนพอใจ แล้วก็ถอนจูบออกเพื่อมาครอบครองไตแข็งสีแดงก่ำที่ดึงดูดสายตาเขาโดยไม่มีผืนผ้ามาขวางกั้น นางงดงามไปทั้งตัว ผิวขาวราวหิมะที่แดงช้ำง่ายจนเป็นกังวล แต่แม้จะเป็นเช่นนั้นเซวียนอี้ก็ไม่เคยเอ่ยห้าม มีแต่จะร้องขอให้ทำกับนางมากขึ้น รุนแรงขึ้น เสียงหวานที่เปล่งออกมาแต่ละครั้งมอมเมาเขาจนไม่อาจยั้งมือ ต้องทำตามที่คนใต้ร่างขอ จนมานึกสงสารในภายหลังอยู่ทุกคราไป นั่นเป็นเพียงเหตุผลเดียวที่ทำให้เขาอดใจไม่โรมรันมอบรักให้แก่ฮูหยินผู้นี้ทุกคืนวัน เมื่อทำกับนางจนอ่อนแรงแทบจะสลบคาแท่งหยกของเขาคืนเว้นคืน ในคืนที่ว่างเว้น เจาจ้าวหล
Read more
บทที่ 7
บทที่ 7 เจาจ้าวหลงก็รู้สึกว่าฮูหยินของเขามีบางอย่างเปลี่ยนแปลงไป เขาพยายามเอาใจนาง นางก็เจ้าคะเจ้าค่ะตามน้ำไปอย่างเสียไม่ได้ ถึงเวลานอน ความหวานชื่นเร่าร้อนในบทพิศวาสที่เคยปรนเปรอแก่กันและกัน มีเขาเป็นอาจารย์ และนางเป็นศิษย์เอกที่ออกจะหัวไว จนบางครั้งเขาแทบสำลักความสุขนั้น ก็ดูเบื่อหน่ายเหมือนทำตามหน้าที่ที่ไม่สามารถเลี่ยงได้ ทั้งที่บนรถม้ายังตราตรึงในใจของเขาชัดเจน หลี่เซวียนอี้ยังตอบสนองเขาก็จริง แต่นั่นหลังจากเขาปลุกเร้าอารมณ์ปรารถนาของนางโลดแรง จนนางไม่สามารถควบคุมตัวเองได้แล้วจึงจะพอกลับมาปกติตามเดิม สำหรับช่วงเริ่มต้น ไม่เคยอีกเลยที่นางจะสนองเขาอย่างน่ารักน่าชังเหมือนที่ผ่านมา เจาจ้าวหลงไม่รู้ว่าเกิดอะไรขึ้น แต่หลังจากมีเวลาคิดทบทวนอย
Read more
บทที่ 8
บทที่ 8 “ก็ให้ตามธรรมเนียม มากกว่านี้นางต้องสรรหาเอาเอง ฮูหยินผู้นี้ข้าไม่พิศวาส!” เสียงตวาดดังลั่นจวน หลังพ่อบ้านมาแจ้งว่าฮูหยินซูต้องการตัดอาภรณ์ใหม่ เพราะใส่สิ่งที่มีออกไปท่องเที่ยวครบครันแล้ว หากเหมยหนี่จะรอให้เขาทนไม่ไหวกับพฤติกรรมที่ออกไปเริงร่ากับชายชู้นอกจวน จนต้องกลั้นใจจ่ายเงินไล่นางไป ก็คงบอกได้แค่ว่าไม่มีทาง และการแข่งขันครั้งนี้เจาจ้าวหลงเป็นฝ่ายได้รับชัยชนะ เพราะสุดท้ายซูเหมยหนี่ก็อดทนไม่ไหว จนเกิดเหตุการณ์ไม่คาดฝันต้องตกตายด้วยเงื้อมมือของโจรภูเขา ซูเหมยหนี่ออกไปต่างเมืองพร้อมชู้ชายคนใหม่ที่เขาไม่รู้จักเป็นการส่วนตัว ไม่ใช่คนที่พาไปกกที่บ้านกระทั่งเขาจับได้ แต่เขาเป็นถึงรองแม่ทัพที่มีอนาคตไกลคนหนึ่ง คิดว่าคงพากันไปให้ไกลซื้อตัวตนใหม่ และอยู่กันเป็นครอบครัวหลังสิ้นสุดสงคราม 
Read more
บทที่ 9
บทที่ 9 ไม่แปลกเลยที่ผู้หญิงเราจะปรารถนาหรือต้องการผู้ชายที่เรารัก และยังเป็นสามีถูกต้องทุกอย่าง  ไม่น่าอาย หากจะอยากให้เขาหลับนอนด้วย อยากให้เขาร่วมหอแบ่งปันประสบการณ์ที่เขามีมากกว่าแก่นางเมื่ออยู่ด้วยกันในที่ส่วนตัว   ยิ่งสามีอย่างเจาจ้าวหลง บุรุษที่มากเสน่ห์ ออกจะดูแข็งแรงทั้งรูปร่างหน้าตาในความรู้สึกของนาง ทั้งยังมีสตรีอีกมากที่คงจะเห็นด้วย ก็ยิ่งไม่แปลก ที่เพียงแค่มองเขา ขณะอยู่กันในห้องหับมิดชิด และตัวเขาก็อยู่ในเครื่องแต่งกายที่ออกจะหมิ่นเหม่ คือมีเสื้อคลุมตัวนอก สวมไว้หลวมๆ อยู่ตัวเดียว ที่เขามักจะถอดออกก่อนลงเตียง เพราะชอบนอนตัวเปล่า แล้วจะไม่ให้นางรู้สึกรู้สาอะไรเลย จะเป็นไปได้อย่างไร หลังจากรับรู้สถานะของตนเอง หลี่เซวียนอี้พยายามจะไม่มอง หรือถ้าเผลอมองก็จะรีบเมินทันที ด้วยเ
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status