สถาปนิกสาวเกิดใหม่พาครอบครัวสู่ความร่ำรวย ภาค 1

สถาปนิกสาวเกิดใหม่พาครอบครัวสู่ความร่ำรวย ภาค 1

last updateÚltima actualización : 2025-12-27
Por:  ต้าซินซินCompletado
Idioma: Thai
goodnovel16goodnovel
10
14 calificaciones. 14 reseñas
126Capítulos
14.2Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

สถาปนิกสาวทายาทมหาเศรษฐีกลับมาตายในไซต์งานก่อสร้างเพราะเกิดแผ่นดินไหวกะทันหัน จนวิญญาณถูกดึงให้ย้อนเวลาไปยังยุคโบราณ "มีปู่ย่าและญาติพี่น้องเห็นแก่ตัวเอาเปรียบกันถึงขนาดนี้ ฉันไม่ยอมเด็ดขาด!”

Ver más

Capítulo 1

บทนำ

POV Alya

"Apa, Mas?!"

Suaraku tercekat di tenggorokan.

“Kamu mau... menikah lagi?” tanyaku tak percaya.

Kupandangi wajah Mas Azam dalam-dalam, berharap semua ini hanya lelucon yang kelewatan batas. Tapi tatapan matanya serius, nyaris tanpa ekspresi.

“Mas bercanda kan?” lanjutku, dengan suara yang mulai bergetar. Tapi begitu melihat rautnya yang kaku, tanpa senyum sedikit pun, air mataku langsung jatuh. Mengalir deras, tanpa bisa kucegah.

“Mas serius, Sayang,” ucapnya pelan.

“Ibu memaksa Mas untuk menikahi Dina, biar Mas bisa punya keturunan. Kamu tahu kan, Ibu dan Bapak sudah sepuh... mereka ingin banget punya cucu.”

Aku menatapnya tak percaya. Suara tawaku pecah, tapi getir.

“Halaah... bilang aja Mas juga suka sama Dina itu, kan?!” suaraku meninggi. “Janji-janji Mas selama ini ke mana? Katanya cuma cintain aku, katanya gak bakal ninggalin aku... tapi sekarang?!”

Hatiku seperti dihujam ribuan pisau. Sakitnya gak bisa dijelasin.

Tujuh tahun aku setia, tujuh tahun aku berjuang di tengah hinaan mertua dan adik ipar, dan sekarang... suamiku sendiri yang menghancurkan semuanya.

“Sayang, tolong dengerin Mas dulu,” katanya cepat. “Cinta Mas ke kamu gak berubah, sumpah! Mas masih sayang banget sama kamu. Tapi Mas juga pengen punya anak, Sayang. Kamu tau kan, Ibu dan Bapak tiap hari nanya cucu. Jadi, tolonglah... izinkan Mas menikah lagi sama Dina. Mas janji akan adil ke kalian berdua.”

Aku terdiam sejenak, lalu tersenyum miring. “Adil?”

Suara tawaku pecah lagi, kali ini penuh sarkas.

“Mas, di dunia ini gak ada poligami yang adil. Dimana-mana, madu selalu lebih manis. Dan aku tahu, pada akhirnya, akulah yang bakal tersingkir.”

Mataku menatapnya lurus. “Jadi selama ini Mas juga berpikir, aku mandul?”

Suaraku bergetar, tapi nadanya tajam. “Emang kita pernah periksa ke dokter? Belum kan? Jadi, dari mana kesimpulan itu datang?”

Mas Azam menunduk. “Bu... bukan gitu maksud Mas. Tapi... di keluarga Mas gak ada yang mandul, baik laki-laki atau perempuan. Jadi...”

Aku langsung memotong. “Jadi kamu yakin, aku yang mandul?”

Suaraku mulai meninggi. “Mas, kemampuan punya anak itu bukan diturunkan! Keluargaku juga sehat semua. Kalau berani, ayo kita periksa ke dokter, biar jelas siapa yang mandul!”

Mas Azam langsung panik. “Loh loh, kok jadi ke dokter segala. Ya udah, iya, Mas minta maaf. Maksud Mas bukan nuduh kamu mandul. Cuma... sampai kapan Mas harus nunggu? Mas pengen banget punya anak, Sayang. Jadi... satu-satunya jalan ya ini. Mas terima aja tawaran Ibu buat nikah sama Dina.”

Dia menatapku, memohon. “Mas tahu kamu sakit hati. Tapi cobalah tenangkan diri. Mas tetap cinta kamu, meski nanti ada Dina.”

Aku tercekat. Dadaku sesak.

“Cinta?” aku hampir tertawa. “Cinta apa yang tega berbagi ranjang dengan orang lain?”

Seketika amarahku memuncak.

“Mas, denger baik-baik. Sampai kapanpun aku gak akan pernah rela dipoligami!” teriakku keras, sebelum membanting pintu kamar dan berlari keluar.

Aku mengunci diri di kamar tamu. Tubuhku gemetar hebat, air mata tumpah tanpa bisa kucegah.

Kulempar bantal ke dinding, lalu terkulai lemas di ranjang.

Tangisku pecah sejadi-jadinya.

Tujuh tahun.

Tujuh tahun aku jadi istri yang setia.

Tujuh tahun menelan hinaan keluarga suamiku yang selalu menyebutku wanita mandul, rahim kosong, rahim rusak. Tapi aku bertahan, karena Mas Azam. Karena aku pikir cinta kami cukup kuat untuk melawan segalanya.

Ternyata aku salah.

Ternyata cinta saja tak cukup.

Ibu mertua memang tak pernah menyukaiku sejak awal. Ia ingin Mas Azam menikahi Dina, gadis manis  putri sahabatnya. Tapi waktu itu, Mas Azam menolak. Ia bilang, cintanya cuma buatku. Ia bahkan menentang ibunya demi menikah denganku. Aku pikir perjuangan kami dulu akan berakhir bahagia.

Tapi sekarang?

Mas Azam justru kembali pada pilihan Ibunya.

Apa artinya semua pengorbanan kami dulu?

Apa cintanya padaku cuma selemah itu?

Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk di kepalaku. Air mata belum juga kering sampai akhirnya aku terlelap karena lelah menangis.

Aku terbangun saat cahaya matahari menembus jendela, menampar wajahku lembut.

Pukul tujuh lewat sepuluh.

Biasanya jam segini Mas Azam sudah berangkat kerja.

Kepalaku berat, mataku bengkak. Tapi aku memaksa bangun.

Saat keluar dari kamar, rumah terasa sepi. Mungkin dia memang sudah pergi.

Biasanya, meski sedang haid pun aku tetap bangun pagi, menyiapkan sarapan untuknya, menyetrika bajunya, memastikan dasinya rapi. Tapi hari ini… tidak. Aku terlalu lelah untuk pura-pura baik-baik saja.

Aku melangkah ke dapur, berniat membuat sarapan. Tapi langkahku terhenti.

Di atas meja sudah ada sepiring roti panggang dan segelas susu hangat, kesukaanku.

Di sebelahnya, secarik kertas dengan tulisan tangan yang sangat kukenal.

“Jangan lupa dimakan sarapannya ya, Sayang.

I love you. — Azam.”

Tanganku gemetar saat membacanya. Seketika mataku panas.

Kertas itu kuremas dan kulempar ke tempat sampah.

“Semua ini manis, Mas,” gumamku lirih, “tapi sayangnya aku udah gak bisa menelannya.”

Air mataku jatuh lagi. Tapi perutku menolak diajak berdrama. Ia berbunyi minta diisi.

Akhirnya aku duduk, mengambil roti panggang itu dan memakannya perlahan.

Ya, aku tetap makan.

Yang salah bukan rotinya, tapi dia yang menyiapkannya.

Dan aku gak mau menyiksa tubuhku sendiri hanya karena hatiku hancur.

Setelah selesai, aku beranjak ke kamar mandi. Air shower yang dingin mengguyur seluruh tubuhku.

Kupanjatkan doa dalam hati.

Bukan untuk mempertahankan pernikahan ini, tapi agar aku diberi kekuatan untuk melepaskannya.

Karena mungkin, satu-satunya cara untuk menyelamatkan diriku… adalah pergi.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

reseñasMás

Nattery
Nattery
แปลกใหม่นะ ไฟโซล่าเซลล์ยุคโบราณ รอติดตามภาค 2
2026-07-17 10:22:28
0
0
SSMT
SSMT
รอ ภาค2 จะนานไหมน่ะ
2026-02-15 14:19:06
1
0
Suphanida Oomamp Utama
Suphanida Oomamp Utama
สนุกมากคะ รอตอน2นะคะ
2026-01-27 17:45:07
1
0
kookai kookooi
kookai kookooi
ภาค2จะมาเมื่อไรค่ะ
2026-01-08 07:47:28
1
0
เทพประจักษ์ นาสมฝั
เทพประจักษ์ นาสมฝั
สนุกค่ะอัพเดทต่อเนื่องเลิฟเลย
2025-12-09 08:40:52
3
0
126 Capítulos
บทนำ
เซวียนอวิ๋นซีจำได้ว่าเธอกำลังตรวจงานอยู่ที่ไซต์ก่อสร้าง และได้ยินเสียงเตือนว่าให้ระวังจากหัวหน้าคนงาน แต่เธอยังก้าวเท้าวิ่งได้ไม่เท่าไหร่สติก็ดับวูบลง และตอนนี้เธอก็มาโผล่ที่ไหนก็ไม่รู้ รอบ ๆ ตัวมีแต่ควันจาง ๆ มองไปทางไหนก็ไม่เห็นมีใคร“ที่นี่มันคือที่ไหนกันเมื่อกี้ยังตรวจการก่อสร้างอยู่ที่ไซต์งานนี่ อ้อ ใช่แล้ว ๆ ตอนนั้น มีแผ่นดินไหว กลายเป็นว่าฉันกับคนงานบางส่วน ถูกตึกถล่มลงมาทับร่างจนตายสินะ”“ฮือ ๆ ๆ ทำไมต้องเป็นฉันที่ต้องตายด้วย เงินทองมากมายที่หามาได้ไหนจะมรดกของคุณป๊ากับหม่าม๊าอีก ฉันยังใช้เงินไม่คุ้มกับตำแหน่งทายาทมหาเศรษฐีเลยนะ”“แต่นี่เป็นโชคชะตาของเจ้าที่ต้องกลับมายังโลกนี้นะนางหนู เจ้าไม่สามารถเปลี่ยนแปลงมันได้”ขวับ! “หือ คุณปู่เป็นใครคะแล้วมาอยู่ตรงนี้ตั้งแต่เมื่อไหร่ โชคชะตาอะไรกันถึงทำให้หนูต้องตายในวัยสาวสะพรั่ง แถมยังไม่ได้มีซัมติงกับผู้ชายเลยนะ แฟนหนุ่มสักคนก็ยังไม่ทันมีเหมือนคนอื่น งานแต่งงานในฝันก็ไม่มีแล้ว” เซวียนอวิ๋นซีคร่ำครวญถึงสิ่งที่ตนเองยังไม่ได้ทำอีกหลายอย่างชายชราแปลกหน้าถอนหายใจให้กับความคิดของดวงวิญญาณหญิงสาว “เฮ้อ นางหนูเจ้าจะกลัวอันใดความสามารถของเจ้
Leer más
บทที่ 1 ทายาทอันดับสองตระกูลมหาเศรษฐี
“เซวียนอวิ๋นซี” เป็นชื่อที่หลายคนในวงการธุรกิจอสังหาริมทรพัย์ และบริษัทก่อสร้างระดับประเทศต่างรู้จักกันดี ในฐานะทายาทคนรองของตระกูลเซวียน ซึ่งเป็นตระกูลมหาเศรษฐีผู้ร่ำรวยอันดับหนึ่งของประเทศเจ้าของอาณาจักรธุรกิจที่ครอบคลุมตั้งแต่การออกแบบ การก่อสร้างอาคารสูง บ้านพักตากอากาศ โรงแรมหรู ไปจนถึงเครือซุปเปอร์มาร์เก็ต ร้านอาหารระดับห้าดาวและบริษัทติดตั้งระบบโซล่าเซลล์ที่ครบวงจรถึงแม้เธอจะเป็นทายาทคนรองจากพี่ชาย แต่ไม่เคยใช้ชีวิตหรูหราฟุ่มเฟือยไปวัน ๆ ตามประสาคุณหนูทั่วไป เนื่องจากเธอเลือกเรียนด้านสถาปัตยกรรมควบวิศวกรรมโยธาจนจบระดับปริญญาโทก่อนอายุยี่สิบสี่ปีด้วยความเก่งกาจรอบด้านจึงช่วยงานของตระกูลอย่างน่าเชื่อถือ ภายหลังเรียนจบเธอได้เข้ารับตำแหน่งหัวหน้าฝ่ายออกแบบโครงการระดับประเทศ โดยเป็นบริษัทในเครือของตระกูลตั้งแต่อายุยังน้อยที่สำคัญเธอยังไม่มีคนรักเช่นหญิงสาวคนอื่น ๆ ไม่ว่าจะมีหนุ่ม ๆ ในวงการธุรกิจหรือวงการนักแสดงเข้ามาจีบเธอ แต่พวกเขากลับไม่เป็นที่ถูกใจเธอเสียอย่างนั้น“ซีซีวันนี้มีประชุมผู้ถือหุ้นที่บริษัทนะลูก อย่าลืมเอกสารโครงการที่พ่อสั่งไว้ล่ะ” เสียงของเซวียนไห่ซวนผู้เป็นพ่อต
Leer más
บทที่ 2 โชคชะตาที่ไม่อยากรับแต่ก็ต้องรับ
เซวียนอวิ๋นซีจำได้ว่าเธอกำลังตรวจงานอยู่ที่ไซต์ก่อสร้าง และได้ยินเสียงเตือนว่าให้ระวังจากหัวหน้าคนงาน แต่เธอยังก้าวเท้าวิ่งได้ไม่เท่าไหร่สติก็ดับวูบลง และตอนนี้เธอก็มาโผล่ที่ไหนก็ไม่รู้ รอบ ๆ ตัวมีแต่ควันจาง ๆ มองไปทางไหนก็ไม่เห็นมีใคร“โธ่ ชีวิตอันน่าสงสารของคุณหนูอย่างฉันทำไมถึงได้อายุสั้นนักนะ ยังไม่ได้กินเที่ยวให้หนำใจกับเงินที่หามาได้ แฟนเฟินก็ยังไม่มีดันมาตายตั้งแต่ยังสาวน่าหดหู่ชะมัดฮือ ๆ ๆ ทำไมต้องเป็นฉันที่ต้องตายด้วย เงินทองมากมายที่หามาได้ไหนจะมรดกของคุณพ่อกับคุณแม่อีก ฉันยังใช้เงินไม่คุ้มกับตำแหน่งทายาทคนรองของมหาเศรษฐีเลยนะ”“แต่นี่เป็นโชคชะตาของเจ้าที่ต้องกลับมายังโลกนี้นะนางหนู ดังนั้นเจ้าไม่อาจเปลี่ยนแปลงเรื่องที่เกิดขึ้นได้”ขวับ! “หือ คุณปู่เป็นใครคะแล้วมาอยู่ตรงนี้ตั้งแต่เมื่อไหร่ โชคชะตาอะไรกันถึงทำให้หนูต้องตายในวัยสาวสะพรั่ง แถมยังไม่ได้มีซัมติงกับผู้ชายเลยนะ แฟนหนุ่มสักคนก็ยังไม่ทันมีเหมือนคนอื่น งานแต่งงานในฝันก็ไม่มีแล้ว” เซวียนอวิ๋นซีคร่ำครวญถึงสิ่งที่ตนเองยังไม่ได้ทำอีกหลายอย่างชายชราแปลกหน้าถอนหายใจให้กับความคิดของดวงวิญญาณหญิงสาว “เฮ้อ นางหนูเจ้าจะกลัวอั
Leer más
บทที่ 3 รักขาให้บิดาและพูดคุยกับคนในครอบครัว 1/1
เพียงแต่เซวียนอวิ๋นซีที่เพิ่งได้เกิดใหม่ไม่ถึงครึ่งชั่วยาม เสียงบ่นที่บ่งบอกถึงความไม่พอใจก็ดังขึ้นอยู่ด้านนอก และใกล้เข้ามาถึงห้องที่ครอบครัวของตนพักเรื่อย ๆ เป็นจางซูเหยาที่รู้ว่าแม่สามีไม่พอใจด้วยเรื่องอันใด‘ซูเหยา! นางลูกสะใภ้ตัวดีหายหัวไปที่ใด นี่ก็ใกล้จะมืดค่ำแล้วเหตุใดยังไม่ก่อไฟหุงหาอาหารให้พวกข้าอีก’“ท่านพี่ท่านนั่งพักอยู่ตรงนี้รอข้าก่อนนะ ท่านแม่ไม่เห็นควันไฟจากห้องครัวคงเริ่มโมโหแล้ว ไว้ข้าทำอาหารมื้อเย็นเสร็จจะรีบกลับมา”“ลำบากเจ้าแล้วอาเหยา”“ซีซีอยู่เป็นเพื่อนท่านพ่ออย่าวิ่งออกไปด้านนอกเข้าใจหรือไม่”“อื้อ ซีซีเข้าใจเจ้าค่ะ”ส่วนจื่อหานที่รู้สึกเป็นห่วงมารดาเกรงว่าจะถูกท่านย่าระบายโทสะ เขาจึงอาสาไปช่วยมารดาเตรียมอาหารที่ห้องครัว “ท่านแม่ข้าจะไปช่วยท่านอีกแรงจะได้ทำอาหารเสร็จทันเวลานะขอรับ”จางซูเหยาส่งรอยยิ้มอันอบอุ่นให้กับบุตรชาย ทั้งที่บุตรชายของนางเป็นคนฉลาดแต่ไม่ได้รับการสนับสนุนเรื่องการเรียน พ่อแม่สามีเอาแต่ทุ่มเทให้กับบุตรชายของพี่ชายสามีที่เข้าเรียนยังสำนักศึกษามาหลายปี แม้แต่สอบระดับถงเซิงก็ยังสอบไม่ผ่านเลยสักครั้ง พวกเขากลับกล่าวโทษว่าเป็นเพราะอาจารย์สอนไม่ได
Leer más
บทที่ 4 รักษาขาให้บิดาและพูดคุยกับคนในครอบครัว 1/2
ส่วนอวิ๋นซีไม่มองท่าทีตกตะลึงของบิดา นางส่งเสียงเรียกหมอจนดังลั่นไปทั่วมิติ “คุณหมออออ!!! มีคนบาดเจ็บรีบมารับตัวเป็นการด่วนนน!!!”จากนั้นไม่ถึงหนึ่งจิบชาก็มีทั้งหมอและพยาบาล วิ่งมาพร้อมกับรถเข็นและถามเจ้าของมิติว่าต้องการให้ตนทำสิ่งใด “คุณหนูมีใครได้รับบาดเจ็บหรือ แล้วบาดเจ็บที่ใด อาการหนักหรือไม่”“อือ คุณหมอชายคนนี้คือพ่อของฉันเอง เขาบาดเจ็บเพราะตกเขาจนขาหักและไม่ได้รับการรักษาอย่างทันท่วงที ตอนนี้ขาเริ่มบวมคาดว่าน่าจะเกิดการอักเสบ รบกวนคุณหมอช่วยรักษาอาการเบื้องต้นให้ก่อน เพื่อบรรเทาความเจ็บปวดไว้วันหลังจะพาเข้ามารักษาในระยะยาวอีกครั้ง”“ได้เลยครับคุณหนู ทุกคนพาคุณผู้ชายเข้าไปในห้องตรวจเร็วเข้า พวกเราต้องทำเวลาในการรักษาโดยเร็ว”“ครับคุณหมอ”หลิ่งเฟิงหยางนั่งนิ่งเขาฟังเข้าใจบ้างไม่เข้าใจบ้าง จนถูกพาตัวเข้ามาในโรงพยาบาลที่สะอาดสะอ้าน เขาไม่รู้ว่าการรักษาที่บุตรสาวพูดถึงนั้นต้องใช้เครื่องมือหน้าตาแปลกประหลาดมากมาย ซึ่งมันแตกต่างกับท่านหมอที่ตนเคยได้รับการรักษาอย่างมากเนื่องจากกระดูกขาของหลิ่งเฟิงหยางผิดรูปไปเล็กน้อย จึงถูกหมอจัดกระดูกให้เข้าที่และทำการดามขาด้วยวัสดุอย่างดี พร้อมกับฉ
Leer más
บทที่ 5 แผนการแยกบ้านได้เริ่มขึ้นแล้ว
ยามเช้าของวันใหม่ที่อวิ๋นซีได้มาเกิดในโลกโบราณแห่งนี้ ร่างกายเล็ก ๆ ที่ได้นอนพักอย่างเต็มที่ภายหลังฟื้นจากอาการเจ็บป่วย ก็มีแรงมากขึ้นเกือบถึงขั้นของเด็กทั่วไปแล้ว ส่วนมารดาของนางตื่นตั้งแต่ต้นยามเหม่า ไปก่อไฟเตรียมหุงหาอาหารให้ท่านปู่ท่านย่าเช่นกันยามที่มารดากลับมาในห้องขนาดเล็กอีกครั้ง ก็มีเพียงถาดไม้ที่วางถ้วยน้ำต้มเศษข้าวไม่กี่เม็ด นี่ทำให้อวิ๋นซีรู้สึกเวทนาตนเองกับครอบครัวไม่ได้ และแน่นอนว่าเรื่องที่ต้องการไปจากตระกูลลำเอียงนี้ต้องเกิดขึ้นอยู่แล้วอวิ๋นซีหายเข้าไปในมิตินำอาหารที่มีทั้งผักและเนื้อ รวมถึงข้าวสวยเต็มถ้วยออกมาให้ครอบครัวได้กิน และไม่ลืมพูดคุยเรื่องแผนการที่ตนได้คิดเอาไว้ เพราะนางต้องการไปจากที่นี่ให้เร็วที่สุด“ท่านพี่กินให้มากหน่อยนะจะได้แข็งแรงและหายไว ๆ พวกลูกสองคนก็กินเยอะ ๆ เช่นกันนะ”“อาเหยาเจ้าเองก็ต้องกินให้มากจะได้มีแรงดูแลลูก ๆ ของเรานะ”“ท่านพ่อ ท่านแม่ พวกเราทุกคนต้องกินให้อิ่มเข้าไว้ เพราะวันนี้เราจะต่อต้านท่านปู่ท่านย่าโดยการไม่ไปทำงานเจ้าค่ะ หากมีการลงไม้ลงมือรุนแรงนั่นถึงจะเป็นข้ออ้างที่เราต้องใช้ เพื่อจะได้ตัดขาดและออกไปจากที่นี่อย่างไรล่ะเจ้าคะ” อว
Leer más
บทที่ 6 ตัดให้ขาดอย่าได้คิดเสียใจทีหลัง
ซ่งเหวยทำหน้าที่เป็นผู้ใหญ่บ้านแห่งนี้มานานหลายปี เรื่องราวการลำเอียงรักลูกไม่เท่ากันครอบครัวอื่น ๆ ยังไม่หนักหนาเท่าตระกูลหลิ่ง พอได้รับรู้ว่าหลิ่งเฟิงหยางตัดสินใจจะออกจากตระกูลเขาก็รู้สึกและสงสารอยู่ไม่น้อยหลิ่งจื่อหานที่เดินนำซ่งเหวยมาถึงห้องพักของครอบครัว ที่ยามนี้ท่านปู่ท่านย่าของเขายังอยู่ที่เดิมไม่ไปไหน ส่วนมารดาช่วยห้ามเลือดที่ศีรษะให้น้องสาวนั่งอยู่อีกด้าน ภาพนี้ทำเอาซ่งเหวยถึงกับโมโหอย่างช่วยไม่ได้“นี่...ตาเฒ่าหลิ่ง นางหลิว พวกเจ้าถึงขั้นลงไม้ลงมือกับเด็กตัวเล็ก ๆ เพียงนี้เชียวรึ”หลิ่งฉางเปรยตามองซ่งเหวยอย่างเฉื่อยชาและพูดเหมือนเป็นเรื่องปกติ “หัวหน้าหมู่บ้านเรื่องนี้ก็เป็นแค่การสั่งสอนเล็ก ๆ น้อย ๆ เท่านั้นใช่การทำร้ายอย่างที่ท่านว่ามาที่ใดกัน ท่านมาเรื่องที่ข้ากับลูกอกตัญญูจะแยกบ้านตัดขาดกันมิใช่หรือ รีบเขียนหนังสือตัดขาดให้ข้าได้แล้ว”“เฮ้อ ข้าเขียนหนังสือตัดขาดให้เจ้าน่ะได้ ว่าแต่เจ้าจะแบ่งทรัพย์สินอันใดให้อาหยางบ้าง...” ซ่งเหวยพูดได้เพียงเท่านั้นก็ถูกนางหลิวเอ่ยขัดขึ้นเสียก่อน“ไม่มีการแบ่งทรัพย์สินอันใดทั้งสิ้น ในเมื่อลูกอกตัญญูนี่อยากออกจากตระกูลไปเอง เหตุใดสามีของ
Leer más
บทที่ 7 ขายภาพวาดได้จับเงินโบราณครั้งแรก 1/1
เฟิงหยางที่จากนี้เขาจะเป็นคนไร้แซ่นั่งกุมหน้าอกภายใต้เสื้อตัวเก่า ซึ่งมีหนังสือตัดขาดความสัมพันธ์ด้วยสีหน้าเศร้าสร้อย จางซูเหยาที่ใช้ชีวิตคู่ร่วมกับสามีมาหลายปีย่อมเข้าใจ ว่าสามีคงเสียใจที่บิดามารดาไม่คิดเอ่ยรั้งตนเองแม้สักนิดซ่งเหวยที่เห็นเฟิงหยางมาตั้งแต่เด็กก็นึกเห็นใจ แม้อยากช่วยมากกว่านี้ก็เกินกำลังของตนเช่นกัน เนื่องจากคนในหมู่บ้านมิได้มีฐานะร่ำรวยมากมาย จึงทำได้เพียงปลอบใจและให้กำลังใจในการใช้ชีวิตต่อไปเท่านั้น“อาหยางเจ้าอย่าเสียใจไปเลยคนอย่างบิดามารดาของเจ้าจะรู้ซึ้งก็คราวนี้ หากไม่มีครอบครัวของเจ้าช่วยทำงาน สองคนนั่นย่อมต้องทำงานหนักด้วยตนเอง เพราะพี่ชายกับน้องชายของเจ้าไม่มีทางทำงานในทุ่งนาเป็นแน่”เฟิ่งหยางเข้าใจสิ่งที่ซ่งเหวยได้พูดกับตน แม้จะรู้สึกเศร้าแต่อีกใจเขากลับรู้สึกโล่งอกเสียมากกว่า “ข้าก็คิดไม่ต่างจากท่านลุงซ่งหรอกขอรับ ยามนี้ได้รับอิสระไม่ว่าวันข้างหน้าคนเหล่านั้นจะมีชีวิตอย่างไร ก็ไม่มีอันใดเกี่ยวข้องกับข้าและครอบครัวอีกแล้ว”“อืม เจ้าเข้าใจก็ดีแล้วล่ะ ว่าแต่หลังจากนี้พวกเจ้าจะทำอย่างไรต่อไป อาการบาดเจ็บของเจ้าก็หนักเอาการไหนจะนางหนูซีซีอีกคน”“ข้ากับอาเหยาหาร
Leer más
บทที่ 8 ขายภาพวาดได้จับเงินโบราณครั้งแรก 1/2
เถ้าแก่จื่อกังมองดูเสื้อผ้าที่สองแม่ลูกสวมใส่ก็พอเข้าใจสิ่งที่จางซูเหยาได้กล่าวกับตน “เอาล่ะ ๆ หากไม่หนักหนาจนเกินไปข้าย่อมยินดีช่วยเหลือ ว่าแต่ไหนล่ะภาพวาดที่พวกเจ้าพูดถึงนำมันออกมาให้ข้าดูหน่อยได้ไหม”“ท่านตานี่เป็นภาพวาดที่ท่านอาจารย์ของซีซีมอบให้เก็บไว้ เผื่อยามจำเป็นจะได้ใช้มันในการแก้ไขปัญหาและซีซีขอรับรองกับท่านตาว่า หากท่านตารับซื้อไว้แล้วนำไปขายให้กับขุนนางจะได้ราคาสูงถึงหลักพันตำลึงเป็นแน่เจ้าค่ะ” อวิ๋นซีใช้น้ำเสียงเล็ก ๆ และโอ้อวดตามประสาเด็ก พร้อมยื่นภาพวาดทั้งสองให้กับเถ้าแก่จื่อกังได้ดู“ฮ่า ๆ ๆ เด็กคนนี้ช่างเจรจาเสียจริง มา ๆ ๆ ขอตาดูหน่อยว่าจะงดงามสมราคาที่เจ้าโอ้อวดหรือไม่”“ได้เลยเจ้าค่ะ คิก ๆ ๆ”อวิ๋นซียื่นม้วนภาพวาดชิ้นแรกให้เถ้าแก่จื่อกังได้ดู เพียงแค่คลี่ม้วนกระดาษออกกว้างจนเต็มแผ่น ดวงตาสีหม่นตามกาลเวลาถึงกับเบิกโพลง เนื่องจากเบื้องหน้าของเขายามนี้คือภาพพู่กันที่แฝงไว้ด้วยลมหายใจแห่งธรรมชาติป่าเขาเขียวชอุ่มที่ทอดยาวอยู่ในอ้อมแขนของขุนเขาสูงใหญ่ ทั้งยังมีแม่น้ำสายหนึ่งไหลผ่านกลางหุบเขาอย่างนุ่มนวล ฝั่งซ้ายของแม่น้ำคือต้นไม้ใหญ่ที่สูงตระหง่านไล่ระดับอย่างเป็นระเบ
Leer más
บทที่ 9 ถึงแล้วหมู่บ้านชิงสุ่ยอันสงบ
การเดินทางไปยังหมู่บ้านชิงสุ่ยของสี่คนพ่อแม่ลูก เป็นการเดินทางที่เต็มไปด้วยเสียงพูดคุยอย่างสนุกสนาน ด้วยระยะทางหลายสิบลี้เข้าสู่เขตพื้นที่ตำบลกู่ซาน กว่าทั้งสี่คนจะไปถึงที่หมายก็เข้าสู่ปลายยามเซินที่ชาวบ้านกลับจากการทำงานที่ทุ่งนาพอดีหมู่บ้านชิงสุ่ยตั้งอยู่เชิงเขาทางด้านตะวันออกของตำบลกู่ซาน เป็นเพียงหมู่บ้านเล็ก ๆ เพียงห้าสิบครัวเรือนแต่กลับอบอวลไปด้วยบรรยากาศอบอุ่นและเรียบง่ายด้านตะวันตกของหมู่บ้านมีลำธารไหลผ่านน้ำจากภูเขาเบื้องหลังที่ไหลลงมาตลอดปี เย็นสะอาดพอให้ใช้กินใช้ปลูกผักหาปลาได้ สตรีที่ทำงานบ้านมักจะพาเด็ก ๆ มาล้างผัก ซักผ้า หรือแม้แต่ตักน้ำไปใช้ในบ้านเรือนเป็นประจำส่วนด้านหลังหมู่บ้านเป็นแนวเขาเขียวขจี มีทั้งไม้ผล สมุนไพร รวมถึงสัตว์เล็กสัตว์น้อยที่ยังอยู่คู่ป่าทว่าชาวบ้านไม่โลภไม่ล่าเกินพอดี ต่างรู้จักแบ่งปันและใช้ประโยชน์จากธรรมชาติเพียงเท่าที่จำเป็นแม้คนในหมู่บ้านจะไม่ได้มั่งคั่งด้วยเงินทองหากแต่ไม่มีใครหิวโหยหรือเดือดร้อน ทุกบ้านมีไร่นาเล็ก ๆ ปลูกข้าว ปลูกผัก เลี้ยงไก่ เลี้ยงหมูพอยังชีพ อาจมีบางครอบครัวที่ทำงานหนักเพื่อส่งบุตรหลานเข้าสำนักศึกษาเท่านั้นรถม้าที่ค่อย
Leer más
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status