Mag-log inอยู่ๆก็มาเกิดใหม่กลายเป็นสาวใช้ของ กู้เหยียนฉี ท่านอ๋องที่ผู้คนหวาดกลัวกันทั้งเมืองหลวง จินฝู จำต้องหาทางรอดชีวิตไปวันต่อวัน นางไม่มีความสามารถใดพิเศษนอกจากการกิน กินและกิน และไม่หวังในลาภยศอันใดทั้งสิ้น แต่สวรรค์ นางพยายามทำทุกทางแล้ว แต่เหมือนยิ่งเกลียดยิ่งเจอ สุดท้ายนางก็ต้องกลายเป็นสาวใช้คนสนิทของเขา แต่ทว่าเมื่อได้อยู่ใกล้เขา มันกลับทำให้นางได้เห็นอีกด้านหนึ่งของเขา เดิมทีนางคิดจะเป็นปลาเค็มนอนสบายๆไปวันๆ แต่ผู้ใดจะรู้ว่านางจะต้องร่วมเป็นร่วมตายกับเขาอยู่บ่อยครั้ง จนสุดท้ายก็กลายเป็นความรักที่แสนโรแมนติกในชีวิตของนาง
view moreKawin kontrak
Bab 1, Cek kesehatan
"Kamu yakin mau melakukan kawin kontrak ini?"
Devi mengangguk tanpa ragu sekali pun, ia sudah memikirkan matang-matang bahwa ia akan melakukan apa pun itu untuk kesembuhan neneknya yang saat ini tengah sakit. Nenek Sumi adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki, ah maksudnya satu-satunya keluarga yang masih peduli dengan Devi. Karena semenjak Ibu dan Ayahnya bercerai, hanya Nenek Sumilah yang peduli dan merawat Devi.
"Tapi Dev, kamu itu belum berpengalaman loh..."
Devi tersenyum masam menatap temannya yang dia kenal beberapa bulan yang lalu itu. Dia tau maksud dari temannya itu, tapi dia sudah putus asa lantaran susahnya mencari pekerjaan dengan modal ijazah SMA.
Devi menghela napas, tidak apalah ia mengorbankan masa depannya untuk orang yang sangat dia sayangi. Menikah dengan orang asing memang bukan perkara mudah, apalagi hanya menikah kontrak untuk mendapatkan seorang anak, bila Devi sudah melahirkan anak, maka dia pun harus bercerai dengan orang itu dan meninggalkan anaknya.
Dengan begitu, Devi bisa mendapatkan uang banyak untuk mengobati nenek Sumi.
"Sekali lagi aku tanya sama kamu Devi, kamu benar-benar yakin mau menjalani pernikahan kontrak ini?"
Devi mengangguk mantap. "Jangan khawatir Sesa, aku yakin aku tidak apa-apa... Lagi pula, dengan begitu aku bisa mendapatkan uang banyak untuk pengobatan Nenek Sumi."
Sesa sebenarnya tidak rela bila teman baiknya itu harus menikah kontrak dengan pria asing untuk melahirkan seorang anak, tapi dia juga tidak bisa membantu banyak karena Devi banyak menolak jika ia memberikan uang. Padahal ia yang telah menawarkan pernikahan itu pada Devi seminggu yang lalu dan kini ia merasa menyesal telah menawarkan pernikahan kontrak itu pada Devi.
Devi tersenyum dan menggenggam tangan Sesa, "walaupun kita belum kenal lama, tapi aku tau kamu beneran baik sama aku... Terimakasih sudah mau berteman denganku."
Sesa menggenggam balik tangan Devi dengan haru, "seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu sudah mau berteman dengan perempuan rendahan seperti aku."
Sebelum Devi menyuarakan balasan ucapan Sesa, seorang perempuan menginterupsinya dengan ikut gabung bersama mereka.
Saat ini mereka memang tengah berada di sebuah cafe, menunggu perempuan yang baru saja tiba itu.
Devi menjadi gugup saat perempuan yang baru saja tiba itu terus memperhatikannya dengan seksama.
"Maaf kalau aku membuat kalian menunggu lama." Kata perempuan itu.
"Ah tidak kok Mba Lisa, kami juga belum lama sampai." Balas Sesa seraya tersenyum simpul.
Perempuan bernama Lisa itu kini menatap Sesa, membuat Devi bernapas lega.
"Jadi ini perempuan yang kamu maksud?" Tanya Lisa langsung pada intinya.
Sesa menatap Devi lalu kembali lagi menatap Lisa. "Ya, ini temanku. Namanya Devi, umurnya baru dua puluh tahun... Di jamin dia masih ting-ting Mba."
Lisa menatap Devi, "kamu yakin cuma mau uang dari pernikahan kontrak ini kan? Aku tidak mau nanti kamu berubah pikiran dan tidak mau meninggalkan kami saat kamu telah memiliki anak!"
Devi mengangguk. "Ya, aku hanya ingin uang."
Lisa mengangguk, "oke... Kalau begitu kita harus ke rumah sakit sekarang agar proses pernikahan kontrak ini bisa cepat dilakukan... Aku tidak sabar untuk memiliki anak."
Devi pun mengikuti Lisa pergi ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya, hanya berdua, tanpa Sesa. Sesa pun sudah mengatakan padanya bahwa orang yang akan menikah kontrak dengannya adalah suami dari Lisa. Lisa sengaja mencarikan istri kontrak untuk suaminya untuk mendapatkan anak karena Lisa yang tidak bisa memiliki anak.
Setelah selesai melakukan berbagai pemeriksaan, Lisa mengantarkan Devi pulang ke rumahnya. Nanti jika hasilnya sudah keluar dan semuanya sehat, maka Lisa berkata akan menghubunginya untuk mempersiapkan pernikahan kontrak itu.
"Semoga semua baik dan sehat agar aku bisa mengobati Nenek." Batin Devi dalam hati sebelum akhirnya memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Keesokan harinya, Devi bangun pagi dan langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Neneknya.
Devi tersenyum melihat Nenek Sumi yang tengah sarapan di bantu seorang suster.
"Devi, kamu kesini lagi sayang?" Tanya Nenek Sumi saat melihat Devi melangkah masuk kedalam ruangannya.
Devi mengangguk, "ya Nek, memangnya tidak boleh ya kalau Devi tiap hari kesini?"
"Bukannya tidak boleh sayang, tapi bukankah kamu harus kerja?"
Devi tersenyum masam karena sudah berbohong pada Nenek Sumi bila ia kini sudah memiliki pekerjaan tetap.
"Ah tidak apa-apa kok Nek, kalau cuma sebentar... Bos aku itu baik banget orangnya."
"Sebaik-baiknya Bos, kamu jangan sampai sering bolos ya." Pesan Nenek Sumi yang tidak mau bila sampai Devi dikeluarkan dari pekerjaannya. Ya walaupun dia tidak tau Devi itu bekerja apa.
Devi hanya mengangguk singkat seraya mengembangkan senyuman manisnya.
"Sus, biar saya saja yang menyuapi Nenek." Pinta Devi.
"Jangan Devi, nanti kamu terlambat kerjanya loh." Larang Nenek Sumi.
Devi menggelengkan kepalanya, "tidak kok Nek."
"Jangan lupa di minum obatnya setelah selesai makan ya." Pesan suster itu sebelum keluar dari ruangan Nenek Sumi.
"Suster jangan khawatir, saya pasti akan memastikan Nenek saya minum obat."
Devi pun menggantikan suster tadi untuk menyuapi Nenek Sumi sembari mengobrol banyak hal. Setelah selesai menyuapi Nenek Sumi dan memberikan obatnya, Devi pun pamit pergi. Walaupun ia sebenarnya masih ingin menemani Neneknya.
Siang harinya Devi mendapatkan kabar dari Lisa untuk mempersiapkan diri untuk pernikahan kontraknya dengan suami Lisa karena hasil pemeriksaan kesehatannya sudah keluar dan hasilnya semua baik dan sehat.
..
Terimakasih sudah mampir membaca, jangan lupa bagi subscribe dan love-nya yah...
Kawin kontrak
Bab 1, Cek kesehatan"Kamu yakin mau melakukan kawin kontrak ini?"
Devi mengangguk tanpa ragu sekalipun, ia sudah memikirkan matang-matang bahwa ia akan melakukan apapun itu untuk kesembuhan neneknya yang saat ini tengah sakit. Nenek Sumi adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki, ah maksudnya satu-satunya keluarga yang masih peduli dengan Devi. Karena semenjak Ibu dan Ayahnya bercerai, hanya Nenek Sumi-lah yang peduli dan merawat Devi.
"Tapi Dev, kamu itu belum berpengalaman loh..."
Devi tersenyum masam menatap temannya yang dia kenal beberapa bulan yang lalu itu. Dia tau maksud dari temannya itu, tapi dia sudah putus asa lantaran susahnya mencari pekerjaan dengan modal ijazah SMA.
Devi menghela napas, tidak apalah ia mengorbankan masa depannya untuk orang yang sangat dia sayangi. Menikah dengan orang asing memang bukan perkara mudah, apalagi hanya menikah kontrak untuk mendapatkan seorang anak, bila Devi sudah melahirkan anak, maka dia pun harus bercerai dengan orang itu dan meninggalkan anaknya.
Dengan begitu, Devi bisa mendapatkan uang banyak untuk mengobati nenek Sumi.
"Sekali lagi aku tanya sama kamu Devi, kamu benar-benar yakin mau menjalani pernikahan kontrak ini?"
Devi mengangguk mantap. "Jangan khawatir Sesa, aku yakin aku tidak apa-apa... Lagi pula, dengan begitu aku bisa mendapatkan uang banyak untuk pengobatan Nenek Sumi."
Sesa sebenarnya tidak rela bila teman baiknya itu harus menikah kontrak dengan pria asing untuk melahirkan seorang anak, tapi dia juga tidak bisa membantu banyak karena Devi banyak menolak jika ia memberikan uang. Padahal ia yang telah menawarkan pernikahan itu pada Devi seminggu yang lalu dan kini ia merasa menyesal telah menawarkan pernikahan kontrak itu pada Devi.
Devi tersenyum dan menggenggam tangan Sesa, "walaupun kita belum kenal lama, tapi aku tau kamu beneran baik sama aku... Terimakasih sudah mau berteman denganku."
Sesa menggenggam balik tangan Devi dengan haru, "seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu sudah mau berteman dengan perempuan rendahan seperti aku."
Sebelum Devi menyuarakan balasan ucapan Sesa, seorang perempuan menginterupsinya dengan ikut gabung bersama mereka.
Saat ini mereka memang tengah berada di sebuah cafe, menunggu perempuan yang baru saja tiba itu.
Devi menjadi gugup saat perempuan yang baru saja tiba itu terus memperhatikannya dengan seksama.
"Maaf kalau aku membuat kalian menunggu lama." Kata perempuan itu.
"Ah tidak kok Mba Lisa, kami juga belum lama sampai." Balas Sesa seraya tersenyum simpul.
Perempuan bernama Lisa itu kini menatap Sesa, membuat Devi bernapas lega.
"Jadi ini perempuan yang kamu maksud?" Tanya Lisa langsung pada intinya.
Sesa menatap Devi lalu kembali lagi menatap Lisa. "Ya, ini temanku. Namanya Devi, umurnya baru dua puluh tahun... Di jamin dia masih ting-ting Mba."
Lisa menatap Devi, "kamu yakin cuma mau uang dari pernikahan kontrak ini kan? Aku tidak mau nanti kamu berubah pikiran dan tidak mau meninggalkan kami saat kamu telah memiliki anak!"
Devi mengangguk. "Ya, aku hanya ingin uang."
Lisa mengangguk, "oke... Kalau begitu kita harus ke rumah sakit sekarang agar proses pernikahan kontrak ini bisa cepat dilakukan... Aku tidak sabar untuk memiliki anak."
Devi pun mengikuti Lisa pergi ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya, hanya berdua, tanpa Sesa. Sesa pun sudah mengatakan padanya bahwa orang yang akan menikah kontrak dengannya adalah suami dari Lisa. Lisa sengaja mencarikan istri kontrak untuk suaminya untuk mendapatkan anak karena Lisa yang tidak bisa memiliki anak.
Setelah selesai melakukan berbagai pemeriksaan, Lisa mengantarkan Devi pulang ke rumahnya. Nanti jika hasilnya sudah keluar dan semuanya sehat, maka Lisa berkata akan menghubunginya untuk mempersiapkan pernikahan kontrak itu.
"Semoga semua baik dan sehat agar aku bisa mengobati Nenek." Batin Devi dalam hati sebelum akhirnya memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Keesokan harinya, Devi bangun pagi dan langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Neneknya.
Devi tersenyum melihat Nenek Sumi yang tengah sarapan di bantu seorang suster.
"Devi, kamu kesini lagi sayang?" Tanya Nenek Sumi saat melihat Devi melangkah masuk kedalam ruangannya.
Devi mengangguk, "ya Nek, memangnya tidak boleh ya kalau Devi tiap hari kesini?"
"Bukannya tidak boleh sayang, tapi bukankah kamu harus kerja?"
Devi tersenyum masam karena sudah berbohong pada Nenek Sumi bila ia kini sudah memiliki pekerjaan tetap.
"Ah tidak apa-apa kok Nek, kalau cuma sebentar... Bos aku itu baik banget orangnya."
"Sebaik-baiknya Bos, kamu jangan sampai sering bolos ya." Pesan Nenek Sumi yang tidak mau bila sampai Devi dikeluarkan dari pekerjaannya. Ya walaupun dia tidak tau Devi itu bekerja apa.
Devi hanya mengangguk singkat seraya mengembangkan senyuman manisnya.
"Sus, biar saya saja yang menyuapi Nenek." Pinta Devi.
"Jangan Devi, nanti kamu terlambat kerjanya loh." Larang Nenek Sumi.
Devi menggelengkan kepalanya, "tidak kok Nek."
"Jangan lupa di minum obatnya setelah selesai makan ya." Pesan suster itu sebelum keluar dari ruangan Nenek Sumi.
"Suster jangan khawatir, saya pasti akan memastikan Nenek saya minum obat."
Devi pun menggantikan suster tadi untuk menyuapi Nenek Sumi sembari mengobrol banyak hal. Setelah selesai menyuapi Nenek Sumi dan memberikan obatnya, Devi pun pamit pergi. Walaupun ia sebenarnya masih ingin menemani Neneknya.
Siang harinya Devi mendapatkan kabar dari Lisa untuk mempersiapkan diri untuk pernikahan kontraknya dengan suami Lisa karena hasil pemeriksaan kesehatannya sudah keluar dan hasilnya semua baik dan sehat.
..
Terimakasih sudah mampir membaca, jangan lupa bagi subscribe dan love-nya yah...
กู้เหยียนฉีจำได้ว่าช่วงเวลานั้นเป็นช่วงต้นฤดูใบไม้ผลิ ในตอนนั้นเขาและจินฝูยังเป็นเพียงข้ารับใช้และเจ้านาย ไม่ได้มีความรักลึกซึ้งอันใดต่อกันเลยแม้แต่น้อยอากาศเช้านี้ค่อนข้างเย็นสบายไม่น้อยเลย หลังจากที่เตรียมอาหารมื้อเช้าให้กู้เหยียนฉีเสร็จเรียบร้อยแล้ว จินฝูก็ตรงมายังห้องโถงใหญ่เพื่อปรนนิบัติเขากินอาหารมื้อเช้า นี่คืองานที่นางต้องทำในแต่ละวัน จะขาดตกบกพร่องไม่ได้ เมื่อมาถึงก็พบว่ากู้เหยียนฉีตื่นนอนแล้ว ชายหนุ่มกินอาหารเช้าและแบ่งให้นางกินเหมือนกับทุกวันที่เคยทำ จินฝูรู้สึกฟินมาก ท้องอิ่มหนังตาก็เริ่มหย่อน แต่นางยังไม่ทันจะไปนอนก็ได้ยินกู้เหยียนฉีเอ่ยขึ้นมาเสียก่อน"ตามข้าไปที่ห้องนอนด้วย"เอ่ยจบเขาก็เดินตรงไปรอนางที่ห้องนอนทันที จินฝูที่ได้ยินเช่นนั้นใจก็เต้นถี่ระรัว นางกำมือแน่น พลางครุ่นคิดในใจอย่างหวาดหวั่นนี่นางกับเขา ต้องทำเรื่องอย่างว่ากันแล้วอย่างนั้นหรือ?!แม้ในใจจะร้องโอดครวญ แต่กลับไม่อาจปฏิเสธ ในเมื่อนางเป็นคนของเขาแล้ว การที่เขาจะทำอันใดกับนางก็นับว่าไม่ผิด หญิงสาวถอนหายใจออกมาคราหนึ่ง แล้วจึงเดินตามเขาเข้าไปในห้องนอน เมื่อมาถึงก็พบว่ายามนี้กู้เหยียนฉีกำลังนั่งอยู่บนเตี
วันคืนล่วงผ่านไปอย่างรวดเร็ว ในที่สุดก็กู้เหยียนฉีและจินฝูก็ได้แต่งงานกัน พิธีการจัดขึ้นอย่างยิ่งใหญ่สมฐานะมีผู้คนมาร่วมเฉลิมฉลองกันอย่างคึกคัก ก่อนที่เขาและนางจะแต่งงานกัน กู้เหยียนฉีพาจินฝูไปเที่ยวชมสถานที่งดงามและกินดื่มอย่างสำราญใจ นางจึงมีความสุขเป็นอย่างยิ่งการแต่งงานครั้งนี้มิใช่การแต่งงานธรรมดา แต่เป็นการสถาปนาการขึ้นครองราชย์ของกู้เหยียนฉีด้วยแม้จะไม่ต้องการสักเท่าไร่ แต่กู้เหยียนฉีรู้ดีว่าสุดท้ายแล้ว มันคือหน้าที่ของเขา อย่างน้อยเขาก็ยังมีจินฝูที่เป็นแสงสว่างในชีวิตของเขา ขอเพียงมีนางในวังหลวงที่น่าเบื่อแห่งนี้ก็งดงามขึ้นมาทันตาหลังจากกู้เยียนฉีขึ้นครองราชย์ กู้ฟานก็สละราชบัลลังก์ เขาใช้บั้นปลายชีวิตไปกับการอ่านตำราและวาดภาพอยู่ที่ตำหนักท้ายวังหลวง ทุกวันผ่านไปอย่างมีความสุข กู้เหยียนฉีเองก็ดูแลเขาเป็นอย่างดี ส่วนจินฝูนั้นเป็นเด็กร่าเริงอารมณ์ดี นางมักจะชอบมาเล่าเรื่องต่างๆให้เขาฟัง ทำให้เขาไม่เหงาเลยแม้แต่น้อยรัชศกฉีปีที่หนึ่ง กู้เหยียนฉีขึ้นครองราชย์ และแต่งตั้งจินฝูเป็นฮองเฮา เหล่าขุนนางไม่กล้าคัดค้าน เพราะฮองเฮาพระองค์ใหม่คือกำลังสำคัญเช่นกันที่ทำให้ฝ่าบาททรงได้ขึ้นค
กบฏตระกูลเจี่ยงถูกสังหารสิ้นแล้ว อีกทั้งราชสำนักยังประกาศความชั่วของพวกเขาให้ราษฏรทั่วทั้งใต้หล้าได้รับรู้เจีี่ยงฉยงอดีตแม่ทัพใหญ่ มีใจคิดไม่ซื่อ ลอบวางยาพิษเจ้าแผ่นดิน และลอบสังหารอดีตชินอ๋อง โชคดีที่สวรรค์เมตตาให้อดีตชินอ๋องทรงรอดชีวิตกลับมาได้ และกลับมาทวงคืนความยุติธรรมให้บ้านเมืองได้สำเร็จส่วนเจี่ยงหว่าน อดีตฮองเฮานั้น เพียงเพราะหลงใหลในอำนาจ จึงตบตาฮ่องเต้แต่งเข้าวังหลังมาทั้งที่ตั้งครรภ์บุตรกับชายอื่น และยังฆ่าปิดปากชายคนรักเพื่อไม่ให้เขากลับมาเปิดโปงความเลวทรามต่ำช้าของตน ซ้ำร้ายยังลอบส่งนักฆ่าไปสังหารกู้เหยียนฉีหลายต่อหลายครั้งด้วย กู้ม่อหลีแท้จริงแล้วไม่ใช่บุตรของโอรสสวรรค์ เขาเป็นองค์ชายตัวปลอม ส่วนองค์ชายใหญ่ที่แท้จริงซึ่งมีสายเลือดของฝ่าบาทไหลเวียนอยู่ในกายคือกู้เหยียนฉี องค์ชายใหญ่ตัวจริงที่ต้องปิดบังสถานะของตนเองเพื่อหาทางเอาตัวรอดและกำจัดคนชั่ว คนตระกูลเจี่ยงมีโทษหลอกลวงเบื้องสูง ให้ขายบ่าวในจวนทิ้งไปเสีย ยึดทรัพย์สินทั้งหมดเข้าคลังหลวง บุรุษให้สังหารทิ้งทั้งหมด ส่วนสตรีให้เนรเทศไปอยู่ที่ชายแดนแร้นแค้น ชั่วชีวิตนี้อย่าได้คิดจะกลับเข้าเมืองหลวงอีกผู้คนที่ได้รับรู้ต
กู้เหยียนฉีเดินเข้าไปในตำหนักที่กู้ฮ่องเต้พักรักษาตัวอยู่ด้วยใบหน้าที่เลื่อนลอย ครั้งนี้จินฝูไม่ได้ตามไปด้วย เพราะอยากให้พ่อลูกได้พูดคุยกันอย่างเปิดใจกู้ฮ่องเต้ได้สติฟื้นตื่นขึ้นมาแล้ว แต่เพราะสำลักควันไฟเข้าไปเป็นจำนวนมาก และยังถูกพิษมาก่อนหน้านี้ ทำให้ร่างหายของเขาย่ำแย่ลงไปมาก เขาให้นางกำนัลประคองตนนอนเอนพิงหมอนบนเตียง แล้วจึงให้พวกนางออกไปให้หมด ยามนี้จึงเหลือเพียงกู้เหยียนฉีและกู้ฟานเพียงเท่านั้นกู้ฮ่องเต้กระแอมไออยู่ตลอดเวลา เขาพยายามฝืนประคองตนให้ยืนหยัดเอาไว้ แล้วจึงเงยหน้าไปมองกู้ฟานน้องชายของตน"น้องสี่ ขอบใจเจ้ามากนะ หากไม่มีเจ้า ข้าคงไร้สามารถไม่อาจทำสิ่งใดได้ แค่กแค่ก"กู้ฟานน้ำตาไหล เขารีบเดินเข้าไปจับมือพี่ชายตนเอาไว้"พี่สาม ท่านเก่งที่สุดแล้ว ถึงแม้พวกเราจะไมได้เกิดจากมารดาคนเดียวกัน แต่ข้าก็รักท่านมาก รักท่านเหมือนพี่ชายร่วมมารดาเดียวกัน"กู้ฮ่องเต้พยักหน้า ก่อนจะหันมามองกู้เหยียนที่ยืนอยู่ไม่ไกล กู้ฮ่องเต้ยิ้มอย่างอ่อนแรงรู้สึกว่าตนเองเริ่มจะไม่ไหวมากขึ้นทุกที"ฉีหลาง เจ้ายังโกรธพ่ออยู่หรือ แต่ช่างเถิด ยามนี้คนตระกูลเจี่ยงตายสิ้นแล้ว เจ้าโกรธพ่อนานอีกสักหน่อย พ่อก
กู้เหยียนฉีที่ได้ยินเช่นนั้นก็หันไปมองกู้ฟานด้วยความสงสัย ด้านจินฝูนั้นคิดว่าเรื่องที่พวกเขาจะพูดคุยกันย่อมเป็นเรื่องสำคัญ นางจึงบอกว่าจะไปรอเขาที่ด้านนอกตำหนักเสียก่อน แต่ทว่ากู้เหยียนฉีกลับยื่นมือของตนมารั้งตัวนางเอาไว้ จินฝูมองชายหนุ่มตรงหน้าด้วยความสงสัยปราดหนึ่ง แล้วจึงพบว่าเขากำลังมองนางด้วยแ
กู้เหยียนฉีบอกไม่ถูกว่าตนเองรู้สึกเช่นไรเมื่อได้เห็นบิดาที่ตนคิดว่าตายจากไปนานแล้วมาปรากฏตัวอยู่ตรงหน้าในยามนี้กู้ฟานชินอ๋องมองกู้เหยียนฉีด้วยแววตารักใคร่ เขามีหรือจะมองไม่ออกถึงความสงสัยในแววตาของหลานชายตน แต่ยามนี้ยังไม่ใช่เวลามารำลึกความหลัง"ยามนี้ต้องจัดการสังหารศัตรูให้สิ้นซากเสียก่อน เรื่อง
กู้เหยียนฉีมองดูเจ้าห่วงวงกลมที่จินฝูเรียกมันว่าเจ้าห่วงเทพสลายพุงคราหนึ่ง"มันทำเงินได้จริงหรือ?”"จริงแท้แน่นอนเพคะ เพียงแต่ต้องพึ่งพาร้านขายผ้าของท่านอ๋องสักหน่อย"กู้เหยียนฉีีแม้จะไม่เข้าใจเท่าใดนักแต่กลับยอมตามใจนาง นางอยากเล่นสนุกก็ช่างนางเถอะ หากได้กำไรก็นับว่าคุ้มค่า แต่หากไม่ได้สิ่งใดเลยก็
เนื้อหาในจดหมายฉบับนั้นเขียนด้วยลายมือของกู้ฮ่องเต้ เขาเขียนว่าตนเองรู้สึกละอายใจมากที่ต้องตัดสินใจทำเช่นนั้น เขาไม่ได้อยากสังหารหมิงหลีมารดาของกู้เหยียนฉี เขารักนางอย่างสุดซึ้ง แต่เพราะสถาณการณ์บีบบังคับ ทำให้เขาจำต้องทำเช่นนั้นเพื่อหาทางรอดที่ดีที่สุดให้กับทุกฝ่ายการจะต่อสู้กับตระกูลเจี่ยงไม่ใช่
Rebyu