ANMELDENบอกว่าไม่อยากมีเมีย แต่แม่ก็ยังส่งยัยเด็กเตี้ยน้องสาวต่างสายเลือดมาให้ "ขิม แต่เราเป็นพี่น้องกันนะ" "พี่น้องเขาไม่จูบกันนะคะเฮียธีร์"
Mehr anzeigen"Mengapa pintunya dikunci, buka pintunya!"
Setelah melangkah sempoyongan melewati koridor kamar hotel akibat pengaruh alkohol, wanita itu berdecak kala menemukan pintu kamarnya terkunci.Kepalanya masih berdenyut hebat dan pandangannya kabur, sampai untuk sesaat, ia tidak bisa melihat jelas nomor kamar di hadapannya. Wanita itu pun hanya bisa menekan bel pintu kamar itu beberapa kali, berharap suaminya akan membukakan pintu.Sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu agar tidak jatuh, wanita itu mulai merogoh tasnya untuk mencari kunci, sebelum tiba-tiba pintunya terbuka dan Belinda Zamora yang tidak siap pun terhuyung masuk ke dalam."Akhh!" pekik Belinda saat ia terjatuh di pelukan kokoh seseorang.Sungguh, Belinda tidak bisa melihat apa pun saat ini karena kamarnya begitu gelap, hanya ada sedikit cahaya dari luar kamar yang juga menghilang setelah pintu itu ditutup."Mengapa gelap sekali? Mengapa kau mematikan semua lampu, aku tidak bisa melihat apa pun!" seru Belinda sambil bergelayut di tubuh pria yang memeluknya."Apa ini? Kau mabuk?" Terdengar suara berat pria itu di telinga Belinda."Hmm, aku minum terlalu banyak." Belinda mengalungkan lengannya ke leher pria itu begitu erat. Kemudian ia berkata dengan lembut di telinga pria itu, "Apa kau tidak mendengarku? Aku tidak bisa melihat apa pun, tolong nyalakan lampunya."Belinda sempat mendengar pria itu menggeram marah, tapi detik berikutnya, Belinda merasakan bibir pria itu sudah mencumbui lehernya sampai tubuh Belinda meremang."Kau beruntung aku suka aromamu meski kau mabuk, tapi sungguh kita tidak membutuhkan lampu malam ini," bisik pria itu dengan suara paraunya.Setelahnya, tanpa menunggu lebih lama lagi, pria itu langsung membungkam bibir Belinda dengan penuh gairah dan Belinda pun membalasnya dengan intensitas yang sama. Aroma alkohol yang menguar dari napas keduanya pun membuat hasrat mereka membuncah tidak terkendali.Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, pria itu mendorong lembut tubuh Belinda sampai wanita itu terbaring di ranjang. Bibir dengan jambang tipis pria itu pun menyapa dan menggelitik kulit Belinda sampai Belinda pun melengkungkan tubuhnya, memberikan akses lebih pada pria itu untuk menjelajah tubuhnya.Belinda tidak ingat lagi bagaimana caranya ia bisa berada di sini. Yang Belinda ingat hanyalah Belinda sedang menghadiri pesta untuk merayakan dilantiknya Daniel, suaminya, sebagai anggota dewan tadi.Namun, Belinda yang diabaikan oleh Daniel pun memilih duduk sendirian dan tenggelam dalam alkoholnya. Hanya saja, segala pengabaian yang diterimanya tadi mendadak telah ia lupakan saat tangan dan bibir pria di hadapannya itu sudah begitu memanjakan tubuhnya.Dalam sekejap, gaun Belinda sudah menghilang entah ke mana. Desahan Belinda pun terus lolos dari bibirnya karena pria itu terlalu lihai memberikan kepuasan padanya. Tubuh pria itu terus mendesaknya sampai napas Belinda tersengal dan rasa nikmat dalam tubuh Belinda pun rasanya akan segera meledak."Oh, kau tidak pernah selembut ini. Jangan berhenti! Jangan berhenti," desah Belinda dengan suara seksinya."Tentu, aku tidak akan berhenti sebelum kau memohon padaku," bisik pria itu yang benar-benar tidak berhenti membuat Belinda menjerit nikmat sepanjang malam itu.*Dering ponsel mendadak mengagetkan dan membangunkan Belinda pagi itu. Kepalanya masih berdenyut hebat karena sisa alkohol tadi malam, tetapi dering ponsel membuatnya harus mencari sumber suara yang ternyata berasal dari tas tangannya yang tergeletak di lantai tidak jauh darinya."Siapa yang menelepon?" gumamnya sambil langsung menggapai tasnya.Buru-buru Belinda mengeluarkan ponselnya dan mengangkat teleponnya tanpa melihat nama peneleponnya."Halo!""Aku sudah meneleponmu beberapa kali, Sayang!" Terdengar suara Daniel yang sedang kesal sampai membuat matanya membuka nyalang.Belinda masih belum bisa mengingat jelas kejadian semalam, tapi dari tubuh polosnya, ia tahu percintaan kemarin bukan mimpi."D-Daniel? Kapan kau pulang?" lirih Belinda bingung.Ia berpikir, Daniel baru saja menyentuhnya semalam, tetapi mengapa pria itu sudah berada di rumah dan tanpa membangunkannya?"Apa maksudmu kapan aku pulang? Aku sudah pulang sejak kemarin dan kau tidur di hotel sendirian, Sayang! Tapi cepatlah pulang karena semua orang sudah berkumpul di rumah!"Debar jantung Belinda pun langsung memacu tidak karuan mendengarnya. Ada yang aneh dengan semua ini sampai Belinda pun buru-buru menoleh ke ranjang di sampingnya, dan rasanya seolah dunia sedang runtuh menimpanya saat melihat pria yang tidur di sampingnya adalah Luca Alfredo, kakak iparnya. ‘B-bagaimana mungkin?!’ batinnya memekik.Tubuh Belinda mendadak gemetar melihat Luca di sana sampai untuk sesaat, Belinda hanya mematung sambil memegang teleponnya."Halo, Sayang? Kau masih di sana kan? Belinda?"Belinda tersentak mendengar suara Daniel di telepon."Aku ... aku masih di sini, Daniel. Tapi aku akan segera pulang," seru Belinda yang langsung menutup teleponnya.Belinda begitu tegang sampai ia pun hanya bisa terus menggenggam erat selimut di dadanya. Baru saja Belinda hendak bergerak untuk turun dari ranjang, suara berat Luca tiba-tiba mengagetkannya."Mau ke mana kau? Aku bahkan belum membayarmu. Aku berpikir untuk menikmatimu satu malam lagi karena aku sangat puas semalam," seru Luca dengan suara paraunya sambil membelai punggung indah wanita bayarannya. Tentu saja Luca belum menyadari siapa wanita itu karena Luca hanya melihat rambut dan punggung mulusnya saat ini.Belinda yang kembali tersentak merasakan sentuhan itu pun refleks mengempaskan tangan Luca dengan kasar dan berbalik menatap tajam pada pria itu."Berani sekali kau menyentuhku, Luca!"Luca yang mendapatkan penolakan pun terperanjat. Terlebih, ketika ia melihat sosok wanita di hadapannya merupakan adik iparnya. "Sial! Kau Belinda? Apa yang kau lakukan di ranjangku?""Seharusnya aku yang bertanya, bagaimana kau bisa ada di kamarku dan Daniel?""Kamarmu dan Daniel? Ini kamarku, Belinda!"Belinda membelalak mendengarnya dan langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dan benar saja, ini bukan kamarnya."Ya ampun, bagaimana bisa aku ada di kamar ini?"Luca memicingkan mata mendengarnya. "Jangan bilang kau salah masuk kamar, Belinda?!""Aku tidak ingat, Luca. Tapi sekalipun aku salah masuk kamar, tidak seharusnya kau melakukan itu padaku.""Jangan salahkan aku. Kau yang datang ke kamarku, kupikir kau adalah wanita pesananku.""Apa? Bagaimana bisa kau memesan wanita seperti itu?""Jangan sok polos, Belinda!"Belinda yang mendengarnya pun tidak ingin menanggapinya lagi. Otaknya seketika berpikir keras tentang semua ini, sebelum ia mengambil satu keputusan penting.Luca adalah kakak dari suaminya. Terlebih, sang suami baru saja dilantik sebagai anggota dewan. Jika skandal malam ini terendus atau bahkan diketahui orang lain, efek yang ditimbulkan jelaslah besar."Luca, jujur aku masih tidak percaya akan ada hal seperti ini di antara kita. Tapi keputusan paling bijak yang bisa kita lakukan saat ini adalah melupakan segalanya dan berpura-pura tidak pernah terjadi apa pun di antara kita!”Di hadapannya, Luca masih terdiam. Untuk itu, Belinda kembali melanjutkan berbicara, "Kau juga tidak mau ada skandal di dalam keluarga Alfredo yang terhormat kan? Karena itu, kuharap ke depannya kita bisa menjalani kehidupan kita seperti biasa sebagai saudara ipar, Luca. Dan sekarang, aku harus pulang karena Daniel menungguku, jadi aku permisi!" Dengan cepat, Belinda pun menarik selimut besar itu bersamanya. Belinda bergegas memungut bajunya yang berserakkan dan secepat kilat menghilang dari sana tanpa menunggu komentar Luca.Pria itu sendiri hanya bisa duduk mematung di tempatnya. Ekspresi wajah Belinda yang nampak begitu yakin dan begitu angkuh saat meminta pria itu melupakan segalanya tadi membuat egonya tersentil."Sial! Anggap ini tidak pernah terjadi?" Luca mengulang kalimat yang tadi diucap Belinda. "Mudah sekali dia berkata seperti itu! Apa Belinda sudah biasa melakukannya di belakang Daniel? Wanita macam apa sebenarnya Belinda itu?"**การมาบาร์วันนี้ต่างออกไปจากเดิมเล็กน้อย เนื่องจากคนเป็นเจ้าของต้องมาที่นี่เพียงคนเดียว ใจหนึ่งก็อยากจะหยุดอยู่คอนโดเพราะว่าสายขิมดันป่วยขึ้นมาเฉย ๆ ด้วยอาการแพ้อากาศ อยากจะดูแลอยู่ข้าง ๆ แต่ทางภรรยากลับไล่ให้ออกมาที่บาร์ เธอไม่อยากให้ตัวเองกลายเป็นภาระขนาดนั้น และบอกว่าให้เขามองงานสำคัญเป็นที่หนึ่งเสมอ...ห้ามเกเร ห้ามดื้ออีก อาจเพราะสภาพอากาศในช่วงนี้ที่ช่างน่าเบื่อหน่าย การที่ผู้คนเลือกจะหาสถานที่ดื่มด่ำผ่อนคลายจึงกลายเป็นเรื่องที่นิยมขึ้นมา ยูนิคอร์นบาร์จึงแทบไม่เหลือที่ว่าง มันประสบความสำเร็จมากกว่าที่คิด แต่ก็รองลงมาจากการประสบความสำเร็จเรื่องราวความรักอยู่ดี... ธีร์ธวัชดินตรวจดูรอบ ๆ ร้าน พูดคุยกับลูกค้าสอบถามความเห็นและปัญหาอย่างใกล้ชิดเพื่อสร้างความประทับใจให้กับผู้ใช้บริการ สิ่งนี้คืออีกเสน่ห์หนึ่งที่ทำให้บาร์ของธีร์ธวัชประสบความสำเร็จได้และติดลมบนอย่างรวดเร็วจนกระทั่งเขาเดินตรงไปยังบาร์เครื่องดื่ม ที่เวลานี้บาร์เทนเดอร์กำลังโชว์ลวดลายลีลาเชคผสมรังสรรค์เมนูเลิศรสให้กับลูกค้าชายหนุ่มสองคนที่นั่งอยู่ก่อนแล้ว มองจากข้างหลังก็ยังรู้ว่าเป็นใคร
เธอยังคงสดในเหมือนกับวันแรกที่ได้เจอ... ธีร์ธวัชลอบมองใบหน้าจิ้มลิ้มยามหลับใหลของหญิงสาวอันเป็นที่รักเงียบ ๆ เธอยังไม่ตื่น อาจเพราะเมื่อคืนบทรักที่ร่วมบรรเลงคงยาวนานไปหน่อยสำหรับเด็กดื้อเสียงลมหายใจดังขึ้นแผ่วเบา แสงอาทิตย์ยามเช้าที่ลอดผ่านม่านพลิ้วไสวสาดทับใบหน้าเนียนยิ่งทำให้ความน่าเสน่หาของสายขิมเปล่งประกาย ปลายนิ้วละเลียดสัมผัสปอยผมด้วยความรักใคร่ ทุกครั้งเวลาที่ได้อยู่ด้วยกัน ธีร์ธวัชไม่เคยนึกฝันว่าสุดท้ายแล้วตัวเองจะได้ลงเอยกับใครสักคนแบบนี้หนึ่งเดือนพ้นผ่านหลังจากงานวิวาห์ จะว่าตนเองคือรางวัลของพยายามที่สายขิมตามจีบตามตื๊ออย่างไม่ว่างเว้นก็คงไม่ผิด แต่ถึงอย่างนั้น คนที่ไม่เคยอยากจะมีเมียกลับรู้สึกอบอุ่นและโชคดีที่ได้เธอคนนี้มานอนกอดไม่ต่างกัน รัก...รัก...รัก...รักที่สุด ขิมของเฮีย! ใบหน้าหล่อเหลายิ้มกริ่มขึ้นมาในความเงียบงัน เป็นเวลาเดียวกับที่แพขนตาสวยขยับเปิดขึ้น สายขิมลืมตาขึ้นมาอย่างแช่มช้า ขยับตัวไปมาในวงแขนของสามี ก่อนที่จะได้เห็นว่าอีกฝ่ายตื่นอยู่ก่อนแล้ว “เฮียธีร์...ตื่นนานหรือยังคะ” เสียงใสเอ่ยถาม พอสายตาได
“เฮียธีร์...เป็นอะไรคะ” สายขิมเอ่ยถามพร้อมกับใช้สายตามองดูสามีที่นอนคว่ำอยู่บนที่นอน ทั้งยังใช้กำปั้นทุบบริเวณไหล่ตัวเองไม่หยุด “ปวดไหล่เหรอคะ”“อืม...” ธีร์ธวัชพยักหน้ารับอย่างช้า ๆ“ถ้าอย่างนั้นขิมช่วยนวดให้นะ” มือนุ่มวางสัมผัสลงไปบนแผ่นหลังกว้าง เปลือกตาคมปิดลงให้ภรรยาตัวน้อยช่วยนวดคลายความปวดเมื่อย “ไปทำอะไรมาคะ ทำไมจู่ ๆ ถึงได้ปวดหลัง ปวดไหล่ได้ หรือว่าเฮียไปยกอะไรหนัก ๆ มา” “เมื่อคืนช่วยเด็กยกลังใส่โซดาน่ะ เดินผ่านเห็นคนไม่พอ น่าจะผิดท่าไปหน่อย” มือนุ่มเริ่มขยับออกแรงกดลงไปหนัก ๆ ใบหน้าคมเอียงซบลงไปบนหมอนนิ่ม เอียงข้างหันมาด้านหนึ่ง เมื่อเส้นตึงได้รับการบีบนวดถูกอกถูกใจ จึงเผลอครางออกมาผ่านลำคอ เหมือนต้องการอยากบอกกับหมอนวดส่วนตัวว่าตนพออกพอใจเพียงใด “อืม...ขิมนวดเก่งจัง ตรงนั้นแหละ” “ตรงนี้เหรอคะ” คนตัวเล็กขยับตัวขึ้นมาอีกนิดเพื่อจะได้กดน้ำหนักลงบนไหล่แกร่งได้สะดวก ทำให้ตอนนี้ลำตัวของเธออยู่ระดับสายตาของคนที่นอนอยู่อย่างพอดิบพอดี “อืม...”เจ้าของไหล่กว้างปรือตาขึ้นมาเล็กน้อย ก่อนจะเห็นว่าตอนนี้สายตา
โห่...ฮี้โห่...ฮี้โห่...ฮี้โห่...ฮิ้ว.... จบเสียงโห่นำก็ตามมาด้วยเสียงกลองยาว ฉิ่ง ฉาบ ที่เริ่มบรรเลงดนตรีเป็นจังหวะสนุกสนาน พร้อมกับคนที่เดินอยู่ในขบวนขันหมากต่างยกไม้ยกมือขึ้นฟ้อนรำมาตามถนน ธีร์ธวัชในชุดเจ้าบ่าวสีขาวสะอาดพาดบ่าด้วยสไบสีทองเดินอยู่หน้าสุด ข้าง ๆ กันเยื้องไปด้านหลังนิดหน่อยมีเพื่อนสนิทสองคนที่เดินถือพานสินสอดตามมาด้วย “หน้าบานเหมือนจานข้าวหมา” เป็นเสียงของกิตติภพพูดขึ้นปนหมั่นไส้ เนื่องจากสีหน้าของคนเป็นเจ้าบ่าววันนี้ดูจะเบิกบานเกินหน้าเกินตา ไม่เหมือนกับไอ้คนที่ประกาศปาว ๆ ว่าจะไม่แต่งงานเมื่อหลายเดือนก่อนเลยสักนิดเดียว “เรื่องของกู” คนโดนแขวะตอบกลับทั้งที่สายตายังจ้องมองไปยังถนนที่ตรงไปยังบ้านของเขา รอยยิ้มกว้างที่อยู่บนใบหน้าไม่ได้หุบลงแม้แต่วินาทีเดียว ไม่เชื่อก็ต้องเชื่อว่าตัวเองจะพ่ายแพ้ยับเยินให้กับเด็กดื้อที่เคยตั้งใจเอาไว้ว่าจะไม่แต่งงานด้วยเด็ดขาด แต่ใครใช้ให้เธอน่ารัก น่ามอง แถมยั่วเก่ง นาทีนี้อดใจไหวก็คงไม่ใช่ผู้ชาย แต่ที่มากกว่านั้น ก็คงเป็นความจริงใจที่สายขิมมีให้ หากคิดทบทวนกลับไปให้ดี
แสงแดดในยามบ่ายตกกระทบน้ำทะเลจนเป็นประกายระยิบระยับราวกับเพชรที่กำลังต้องแสง สายลมพัดโชยพาเอาไอเค็มของทะเลมาแตะต้องผิวหนัง ธีร์ธวัชเอนกายอยู่บนเก้าอี้ชายหาดสีขาว สายตาคมกวาดมองไปทั่วบริเวณจนกระทั่งไปหยุดอยู่ที่ร่างบางของเด็กดื้อที่กำลังเล่นน้ำทะเลอยู่ไม่ไกล สายขิมในชุดบิกินี่สีชมพ
“ทำไมจู่ ๆ มึงอยากไปเที่ยวทะเล” ธีร์ธวัชยืนพ่นควันบุหรี่อยู่ที่ระเบียงคอนโด ในมือถือโทรศัพท์กำลังคุยกับกิตติภพ เขาถามออกไปอย่างนั้น เพราะเมื่อครู่เพื่อนสนิทบอกว่า สุดสัปดาห์นี้จะไปเที่ยวทะเลกันและเป็นการชวนกึ่งบังคับที่เขาจะต้องไปด้วย //ก็หมวยเพิ่งกลับจากจีนไง กว่ามหา’ลัยจะ
“อยู่ดีไม่ว่าดี หาเรื่องเจ็บตัว ดีนะไม่ตกลงมาแข้งขาหัก ได้วุ่นวายต้องไปส่งโรงพยาบาลอีก” เสียงของคุณหญิงเธียรธาราเอ่ยบ่นลูกชายเพียงคนเดียวที่ทำอะไรไม่ดูตัวเอง มีอย่างที่ไหนริไปลงแข่งปีนเสาชิงเปรตทั้งที่ตัวเองไม่เคยลองทำสักครั้งเดียว “โธ่...แม่ครับ ก็แค่ลองสนุก ๆ ผมไม่ได้เจ็บอ
เช้าวันต่อมา ในรถยนต์คันใหญ่ที่มีธีร์ธวัชเป็นคนขับ เบาะนั่งข้าง ๆ ไม่ใช่ยัยตัวเล็กของเขาที่นั่งอยู่ แต่เป็นคเชน ลูกนายหัวชัยที่แม่ขอร้องกึ่งบังคับให้เขาพาไปเที่ยวที่วัดด้วย ส่วนสายขิมนั้นนั่งอยู่เบาะหลังเพียงคนเดียว ใจจริงก็ไม่ได้อยากจะนั่งข้างไอ้ผู้ชายคนนี้สักเท่าไหร่ แต่ถ้าจะให้



![พิศวาสรักเมียแต่ง (NC20+) [ซีรีส์ พิศวาสรัก 4/4]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)







