callaaendula
Gavin yang baru saja usai membersihkan diri melangkah mendekati ranjang. Pria itu mengikis jarak, perlahan merangkak naik ke atas tempat tidur dan menyusupkan tubuh hangatnya di belakang Alena. Tangannya yang kokoh melingkar lembut di pinggang Alena, menyatukan jemarinya di atas perut Alena yang mulai sedikit membuncit.
"Mas... kamu belum tidur?" bisik Alena pelan, merespons hembusan napas hangat Gavin yang menerpa ceruk lehernya.
"Belum, Sayang," desah Gavin parau. Ia mengecup lembut garis rahang Alena, lalu merayap naik menempelkan bibirnya di balik telinga istrinya, memicu getaran halus di sepanjang tengkuk Alena. "Aku hanya ingin sentuhanmu malam ini... menebus semua kerinduan yang selama ini aku abaikan."
Alena memutar sedikit tubuhnya, menatap manik mata Gavin yang berkilat penuh gairah dan ketulusan. "Tapi Dokter bilang kita harus hati-hati, Mas..."
"Aku tahu, Sayang. Aku akan sangat perlahan," bisik Gavin lembut.
Jemari hangat Gavin bergerak perlahan menyingkap kain gaun tidur sutra yang dikenakan Alena, menyapu kulit mulus bahunya yang terbuka. Gavin menunduk, mendaratkan ciuman-ciuman kecil nan hangat di sepanjang tulang selangka Alena, membuat napas wanita itu terengah halus.
"Mas Gavin..." desah Alena pendek saat sentuhan jemari Gavin merayap makin dalam, mengusap lembut lekuk pinggulnya dengan kehati-hatian yang membakar.
Gavin mendongak, menatap mata Alena yang sayu oleh gairah. Ia menangkup pipi Alena dan mendaratkan ciuman dalam yang manis di bibir istrinya—sebuah pagutan hangat yang sarat akan rasa cinta, penyesalan, dan kepemilikan yang utuh.
"Katakan kalau aku menyakitimu, ya?" gumam Gavin di atas bibir Alena yang tersirat basah.
Alena menyusupkan jemarinya ke sela-sela rambut Gavin, menarik pria itu mendekat. "Tidak, Mas... sentuh aku..."
Di bawah pendar lampu kamar yang temaram, Gavin menyatukan tubuh dan jiwanya kembali bersama Alena. Setiap gerakannya diiringi kelembutan yang memanjakan, menyalurkan kehangatan cinta yang sempat membeku, mengikat mereka dalam gelombang gairah yang intens dan penuh keharuan sepanjang malam.
801