Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

26
All
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Show more

Plot & Setting

27
Hubungan Keluarga×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Hubungan Keluarga Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Hubungan Keluarga short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Hubungan Keluarga.
Upacara Terakhir untuk Cinta yang Telah Pergi - undefined novels & stories
Flower
Di hari ulang tahunku, aku dan adik angkatku mengalami kecelakaan mobil. Saat api mulai mengoyak tubuhku, tunanganku justru menunjuk ke kursi penumpang dan berseru, "Selamatkan Julia dulu, dia punya penyakit jantung!" Saat terbangun, wajahku hancur sepenuhnya, dan hidupku divonis tinggal satu bulan lagi. Demi kepentingan bisnis kedua keluarga, orang tuaku memutuskan agar adik angkatku menggantikanku untuk menikah. Tunanganku membelai perban di wajahku dengan penuh simpati, lalu berjanji, "Setelah kamu sembuh, posisi Nyonya Rivano tetap akan menjadi milikmu." Aku tersenyum dan menyetujuinya. Bahkan, aku memberikan semua saham, aset properti, hingga karya lukisanku yang belum dipublikasikan sebagai hadiah pernikahan untuk adikku. Bermodalkan lukisanku, dia menjadi seniman besar yang dipuja banyak orang. Saat diwawancarai wartawan, ibuku menangis haru. "Syukurlah dulu bukan dia yang celaka. Kalau nggak, keluarga kami pasti akan kehilangan sosok genius seperti dia!" Tunanganku pun mengumumkan dengan bangga bahwa adikku akan menjadi satu-satunya nyonya di Keluarga Rivano. Akan tetapi, mereka tidak tahu bahwa sang genius yang asli sedang memperhatikan mereka dengan dingin dari sudut ruangan. Dan segala hal yang kuberikan dengan tanganku sendiri itu .... Sejak awal hanyalah tumbal yang kusiapkan untuk membalas dendam.
Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya - undefined novels & stories
Whitty
Setelah putranya meninggal, Laras mengubah semua kebiasaannya yang dibenci Benny. Laras tidak mengawasi keberadaan Benny lagi. Saat Benny tidak pulang semalaman, dia juga tidak menangis atau membuat keributan lagi. Bahkan saat mengalami kecelakaan mobil dan dokter memintanya menghubungi keluarganya, dia juga hanya menjawab dengan tenang, "Aku yatim piatu, nggak punya keluarga."
Angin Malam Menyadarkannya - undefined novels & stories
Stroberi
Setelah menjalin hubungan selama enam tahun, tepat ketika Bella Lesmana bersiap menikah dengan Martin Praba, adik kandungnya yang telah hilang selama dua puluh tahun akhirnya ditemukan kembali. Bella berusaha sekuat tenaga untuk menebus semua kehilangan dan penderitaan sang adik, tetapi Raisa Lesmana sama sekali tidak tergerak. Dia bahkan memfitnah Bella sebagai wanita pencemburu, merebut kasih sayang kedua orang tua mereka, dan diam-diam mengincar tunangan kakaknya sendiri. Semua orang mulai memihak Raisa dan berdiri di sisi berlawanan dengan Bella. Bahkan Martin pun ikut membujuknya, "Dia sebentar lagi bakal menikah ke Keluarga Daryata. Sudah seharusnya kita kasih kompensasi buat dia." Karena itu, Martin menemani Raisa mengambil foto keluarga, membelikan kalung edisi terbatas yang seharusnya menjadi milik Bella, bahkan meninggalkannya seorang diri di jalanan terpencil hingga hampir menjadi santapan kawanan serigala. Meski sudah sampai sejauh itu, Martin masih merasa dirinya berutang pada Raisa. Baru pada hari pernikahan, Martin mengetahui bahwa orang yang akan menikah ke Keluarga Daryata bukanlah Raisa, melainkan Bella. Martin mengejar dan berusaha mati-matian menghentikan iring-iringan pengantin, tetapi tetap tidak mampu membuatnya menoleh sekali pun.
Di Kala Kematian Anak Kembarku - undefined novels & stories
Gaston
Saat hari raya, suamiku menjemput anak kembar kami pulang sekolah, tapi tiba-tiba mendapat telepon dari wanita pujaan hatinya. Dia pun meninggalkan anak-anak di pinggir jalan dan menyuruhku menjemput mereka. Aku meninggalkan klien yang sedang kutemui dan bergegas menjemput anak-anak. Sayangnya, aku terlambat. Anak sulungku tertabrak mobil dan terlempar, sedangkan adiknya sekarat di pelukanku, merintih kesakitan sambil terus memanggil-manggil ayahnya. Ambulans belum tiba, ayahnya belum datang juga, akhirnya anak bungsuku meninggal. Aku memeluk tubuh kedua putriku dan meratap di jalan. Wanita pujaan hati suamiku mengunggah sebuah foto di media sosial dilengkapi tulisan: [Pengakuan cinta yang paling tulus adalah kehadiran kapan pun saat dibutuhkan. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar bagiku!] Di belakang tulisan itu ada enam emoji bibir merah. Fotonya menunjukkan kepala suamiku dan pujaan hatinya bersandar satu sama lain, tangan mereka terulur ke atas kepala, membuat bentuk hati. Dengan hati hancur, aku mengirimkan postingan itu kepada suamiku sambil mengirim pesan: [Anak-anakmu nggak sepenting pujaan hatimu?] Pada hari pemakaman, dia baru menjawab dengan tidak sabar: [Anak-anak sudah tujuh tahun, apa masih perlu didampingi setiap saat?]
Sistem Yang Memberiku Keadilan - undefined novels & stories
Aria Salvatore
Ketika aku kembali ke Keluarga Virera sebagai anak perempuan mereka yang telah lama hilang, aku malah mengenakan pakaian bekas adik angkatku, dan sopir keluarga hanya datang untuk menjemputnya. Namun, mereka justru merasa bersalah terhadap anak perempuan yang telah mereka besarkan selama ketidakhadiranku. Jadi, ketika pemerintah meluncurkan Sistem Perlakuan Adil, mereka mendaftarkan seluruh keluarga sebelum aku sempat menyadarinya. Ayahku menghela napas lega. "Sistem ini akan menegakkan keadilan yang tidak bisa diganggu gugat, dan Bianca tidak akan pernah menderita lagi." Ibu menggenggam tanganku, suaranya tidak memberi ruang untuk bantahan. "Kau kembali ke rumah ini dan mencuri semua yang sudah menjadi miliknya. Itu tidak adil buat Bianca." Kakakku bahkan tidak berusaha menyembunyikan rasa jijiknya. "Aku hanya mengakui satu adik. Kau sudah mendapatkan lebih dari yang pantas kau terima. Jangan coba-coba berulah." Aku menyantap makanan sisa, sementara dia memiliki koki pribadi. Aku berkeringat tinggal di dalam gudang, sementara dia tidur di kamar yang dirancang khusus. Aku hampir tertawa. Ketika Sistem tersebut mulai beroperasi, justru merekalah yang hancur berantakan.
Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi - undefined novels & stories
Montano
Setelah bercerai, dengan hati hancur karena terlalu banyak luka, aku menandatangani perjanjian kerahasiaan dan masuk ke sebuah pangkalan penelitian di Evermont. Selama lima tahun, aku mengganti nomor ponsel, nama, dan menghilang sepenuhnya dari kehidupan lamaku. Semua orang mengira diriku telah mati di hari suamiku membawa putra kami merayakan ulang tahun adik tiriku. Selama lima tahun penuh, mawar putih yang diletakkan untuk mengenangku di depan makam tidak pernah terputus sehari pun. Lima tahun kemudian, proyek penelitian yang kuikuti akhirnya berhasil diselesaikan dengan sempurna. Aku pulang untuk berziarah ke makam ibuku. Di sana, mantan suamiku, Marco, dan putra kami kembali datang membawa mawar putih untuk mengenangku. Saat melihatku, mata Marco langsung memerah dan mawar putih di tangan putraku pun terjatuh. “Farah ... kamu tidak mati?” Aku menatap mereka berdua sekilas, lalu tersenyum. “Lama tidak bertemu.” Namun, mereka salah. Farah sudah lama mati. Lima tahun yang lalu, dia telah dibunuh oleh suami dan putranya sendiri.
Pagi Baru Tanpa Dirimu - undefined novels & stories
Yunita
Saat kandunganku memasuki bulan kelima, Dion Sudarma sudah empat bulan berturut-turut tidak pernah menemaniku kontrol kehamilan karena cinta sejatinya yang belum bisa dia lupakan. Bahkan hingga pemeriksaan yang kelima, dia tetap mengingkari janjinya. Suaranya terdengar dingin dan penuh kekesalan dari balik telepon. "Anak itu bukan cuma tanggung jawabku. Kamu ibunya, jadi wajar kalau kamu yang lebih banyak berkorban. Memangnya kalau aku nggak ada, dia bakal mati?" Aku tidak menjawab. Pandanganku tertuju pada layar di rumah sakit yang sedang menayangkan dirinya tersenyum begitu lembut kepada Vivian Janitra. Aku hanya menggumam pelan. "Hm." Sepertinya Dion menyadari ada yang tidak beres dengan suasana hatiku. Saat dia hendak mengatakan sesuatu lagi, aku sudah lebih dulu menutup telepon. Tak lama kemudian, para perawat yang sedang membicarakan berita tentang Dion yang menghabiskan banyak uang untuk mengadakan pesta kembang api bagi cinta sejatinya akhirnya selesai mengobrol. Salah seorang dari mereka menghampiriku. "Nona, untuk pemeriksaan kehamilan silakan ke arah sini." Aku menggeleng. "Nggak perlu. Tolong jadwalkan operasi aborsi untukku seminggu dari sekarang."
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati - undefined novels & stories
Ding
Kakekku adalah seorang pencuri. Dia mencuri nama nenekku dan identitasnya. Dia memakai semua itu untuk melarikan diri dari sudut desa terpencil yang miskin dan terlupakan di Barat, lalu kabur bersama wanita lain. Dia tumbuh menjadi seorang profesor hukum, berdiri di podium-podium dan pelajaran kuliah tentang keadilan. Wanita itu menjadi pelukis terkenal, memberi wawancara tentang integritas. Sementara nenekku menghabiskan seluruh hidupnya terjebak di ladang tandus yang perlahan mati itu. Semua orang menyebutnya perawan tua. Namun, dia tak pernah berhenti menunggu kakekku. Bahkan sampai di ranjang kematiannya. Lima puluh tahun kemudian, aku mati-matian keluar dari tempat terkutuk itu dengan kekuatan dua generasi sebelumku. Nenekku dan ibuku. Akhirnya, aku berhasil menjadi partner di salah satu firma hukum terbaik. Saat musim kelulusan tiba, aku duduk di kursi pewawancara utama. Di hadapanku duduk seorang gadis. Rapi dan percaya diri. Lulusan paling menonjol dari sekolah hukum terbaik di seluruh provinsi. Aku membuka resumenya dan membaliknya halaman demi halaman. Kemudian, tanganku berhenti di bagian informasi keluarga. Aku menatap nama itu cukup lama. Kemudian, aku mengangkat kepala, menatapnya, dan berkata pelan, "Kamu nggak diterima."
Harga Sebuah Keluarga - undefined novels & stories
Muriaz
Saat aku berusia tujuh tahun, ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Tak lama kemudian, ibuku menikah lagi dengan cinta pertamanya dan membawaku tinggal bersama keluarga barunya. Pada makan malam pertama di rumah itu, ayah tiriku mengumumkan sebuah aturan keluarga. "Mulai sekarang, di keluarga ini masing-masing menanggung biaya hidupnya sendiri." Saat itu aku mengambil sepotong daging sapi dan memakannya. Namun setelahnya, ayah tiriku meminta aku yang baru berusia tujuh tahun membayar enam juta untuk biaya makanan tersebut. Aku menoleh ke arah kakak tiriku yang sedang makan dengan lahap. "Kakak juga makan daging sapi. Kenapa Papa nggak minta Kakak bayar?" "Karena dia anak kandung Papa," jawab ayah tiriku. "Papa sayang dia, jadi dia punya hak istimewa karena ada hubungan darah." Aku pun memandang Ibu. Ayah tiriku melanjutkan, "Mamamu itu istriku. Papa cinta dia, jadi dia juga punya hak istimewa." "Sedangkan kamu, kita nggak punya hubungan darah, juga nggak ada ikatan perasaan. Papa nggak punya kewajiban untuk membesarkan kamu."
Kak, Aku Kedinginan - undefined novels & stories
Nani
Putri palsu itu hanya bersin sekali. Namun, ketiga kakakku langsung panik seolah langit runtuh, terus berada di sisinya untuk merawatnya tanpa beranjak sedikit pun. Oleh karena itu, ketika putri palsu itu kembali menjebakku dengan menuduhku mendorongnya hingga jatuh ke dalam danau, ketiga kakakku langsung mengurungku di ruang pendingin terbengkalai bersuhu -50 derajat, bahkan memutus satu-satunya sakelar penyelamat di dalamnya. Aku menangis dan berteriak meminta pertolongan kepada Kak Bobby yang seorang presdir, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku kejam dan hanya mencari perhatian. Aku memohon kepada Kak Eki yang seorang dokter, tetapi dia justru berkata bahwa semua ini adalah balasan yang pantas kuterima. Aku meminta maaf kepada Kak Dimas yang merupakan pengacara ternama, tetapi dia hanya mencibir dingin. "Kalau selama ini kau iri sama Nara, aku masih bisa memakluminya. Kau tahu tubuhnya lemah, tapi masih mendorongnya ke danau. Kau benar-benar kejam!" "Orang sekeji kau memang pantas dikurung di ruang pendingin supaya sadar diri!" Setelah mengatakan itu, mereka memeluk putri palsu yang terus bersin itu lebih erat agar tetap hangat, lalu buru-buru pergi ke rumah sakit. Suhu tubuhku terus menurun, aku bisa merasakan darahku sedikit demi sedikit membeku. 36 jam kemudian, napasku benar-benar terhenti. Baru tiga hari kemudian, ketika kakak-kakakku pulang dari rumah sakit bersama putri palsu itu, mereka teringat padaku. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku telah membeku hidup-hidup, menjadi sesosok mayat beku yang kaku.
Saat Perang Berakhir, Hidup Baruku Dimulai - undefined novels & stories
Myosotis
Setelah perang berakhir, aku berikan tiga puluh tahun hidupku ke Jordan Handoko. Aku bangun kerajaan bisnisnya dari nol, besarkan anak-anak kita, dan jadi sosok yang diam-diam jaga keutuhan keluarga dari balik layar. Namun ketika dia meninggal, namaku nggak tercantum sedikit pun di dalam surat wasiatnya. Separuh dari seluruh hartanya diwariskan ke anak-anak kita. Sementara separuh lainnya diserahkan kepada Lisa Celindo, putri dari pria yang konon telah selamatkan nyawanya di Notama. Lisa yang sama. Perempuan yang telah curi identitasku. Perempuan yang bangun seluruh kehidupannya di atas puing-puing kehidupanku sendiri. Yang Jordan tinggalkan untuk aku hanyalah selembar catatan singkat, ditulis dengan tulisan tangannya yang begitu aku kenal. [Aku cinta kamu. Kita telah jalani tiga puluh tahun yang indah bersama. Tapi aku utang ke Lisa dan cuma ini yang bisa aku lakukan untuk balas budinya.] Saat itu juga, di ruang kerjanya, aku roboh karena serangan jantung. Jemari tanganku masih genggam erat secarik kertas menyedihkan itu. Ketika buka mataku kembali, aku terlahir lagi di tahun 1945, saat perang baru saja usai. Kali ini, aku nggak akan lagi telan semua kemarahan dan penderitaanku dalam diam. Aku akan lawan dan aku akan rebut kembali setiap hal yang memang sejak awal jadi milikku.
Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu - undefined novels & stories
Nini
Saat pengisian pilihan perguruan tinggi, semua orang mengerubungi adik kembarku sambil sibuk memberikan saran. Kakakku menunjuk kode universitas di urutan paling atas. “Sudah pasti pilih Universitas Orlena. Jadi adik tingkatku. Nanti Abang yang jagain kamu.” Sahabat masa kecil kami segera menyodorkan brosur Universitas Marion ke hadapannya. “Jangan dengarkan abangmu. Masuk Universitas Marion saja. Empat tahun lagi kita bisa jadi teman sekampus.” Ayah dan ibu tersenyum sambil mengangguk setuju. “Belajar di ibu kota memang lebih baik. Ada yang menjagamu, jadi kami juga tenang.” Baru setelah cukup lama, mereka teringat kalau aku juga baru saja menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi. “Nindi… nilaimu kurang bagus, ‘kan? Pilih saja universitas mana pun yang ada di Marion.” “Iya. Nanti kita berempat ada di kota yang sama. Akhir pekan jadi gampang kumpulnya,” sahut kakak tanpa mengangkat kepala. Sahabat masa kecilku pun mulai mengomel seperti biasa. “Tinggal setengah jam lagi batas pengisian pilihan ditutup. Jangan ceroboh lagi seperti biasanya.” Sedikit demi sedikit, genggamanku pada buku panduan pendaftaran itu semakin mengencang.
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - undefined novels & stories
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf - undefined novels & stories
Lucky Cat
Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku dengan penuh jijik. "Ah, dia memang terlalu bodoh. Padahal kita tinggal di rumah sebelah, tapi dia sama sekali nggak sadar." Rupanya alasan ibu melarangku masuk ke kamar itu bukan karena khawatir aku akan bersedih jika melihatnya, melainkan karena kamar tersebut terhubung dengan rumah di sebelah. Aku memang terlalu bodoh. Bahkan sebulan sebelum kematianku, yang kupikirkan masih bagaimana caranya berziarah ke makam mereka.
Menghamili Selingkuhannya, Aku Memilih Bercerai - undefined novels & stories
Odara
Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, aku mengajukan perceraian kepada suamiku. Dia mencibir. "Cuma karena aku bantu pesanin pusat perawatan pascamelahirkan untuknya, tapi nggak untukmu?" "Ya." Tanpa ragu, dia menandatangani surat perjanjian perceraian. "Kalau begitu, sebaiknya kamu segera pindah. Biar Rasya juga bisa cepat pindah ke sini untuk jaga kandungannya." Selama lima tahun pernikahan kami, Stephen telah berselingkuh sepuluh kali, dan sepuluh kali pula aku memaafkannya. Dia yakin aku tidak akan pernah bisa meninggalkannya. Namun, dia tidak tahu bahwa semua ini hanyalah alasan. Pusat perawatan pascamelahirkan sudah kupesan sendiri, begitu juga tiket untuk pergi. Kali ini, hubungan kami benar-benar berakhir.
Seorang Ibu juga Bisa Durhaka - undefined novels & stories
Hanafi
Tiga tahun setelah ibu dan ayah bercerai, aku bertemu ibu di Resto Bahari. Dia sedang makan bersama anak perempuannya, tatapannya tampak agak canggung saat melihatku. Sebelum pergi, dia membuka kode QR kontak dan menyodorkannya ke depanku. "Simpan WhatsApp Ibu, nanti Ibu kirim uang. Kamu sama ayahmu makan yang enak, ya." Aku mendorong kembali ponselnya. "Nggak usah, Bu Dita." "Dulu aja Ibu nggak pernah sebaik ini sama aku dan ayah." Wajah ibu mendadak kaku, alisnya bertaut rapat. "Kamu kok sama keras kepalanya kayak ayahmu? Kalau kamu ikut Ibu, kamu nggak bakal sampai jadi pelayan gini." "Kasih tahu ayahmu, kalau dia mau ngaku salah, Ibu bakal bawa kamu hidup enak." Aku menatapnya dingin tanpa bersuara. Apa dia tidak tahu kalau ayah sudah meninggal tiga tahun lalu?
Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku! - undefined novels & stories
Biru
Suamiku membawa pulang anak kembar tiga dan bersikeras menyebut mereka sebagai anak kandungku. Aku bergegas melakukan tes DNA di malam itu juga untuk membuktikan bahwa ketiga anak tersebut tidak memiliki hubungan darah denganku dan suamiku. Suamiku berulang kali menamparku, menyebutku jalang, lalu memaksaku untuk bercerai dan pergi tanpa membawa apa pun. Aku sangat marah dan mengadu kepada sahabatku. Ketika sahabatku melihat ketiga anak tersebut, dia mengambil pisau buah dari meja dan menggores wajahku. "Kalau kamu berani bilang mereka bukan anakmu lagi, pisau ini akan menyayat lehermu lain kali!" Hatiku terasa sangat pedih. Aku membeli tiket dan langsung pulang ke kampung halamanku di malam itu juga. Aku menangis dan mengeluh kepada orang tuaku. Selesai mendengarkan, orang tuaku mengambil cangkul dan memukulku sampai mati. Sampai ajal menjemput, aku masih tidak mengerti mengapa semua orang memaksaku untuk mengakui ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana suamiku membawa pulang ketiga anak itu.
Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya - undefined novels & stories
Gaston
Di kehidupan sebelumnya, aku dibawa kembali ke Keluarga Shafron. Demi seorang putri angkat, kakak kandungku memfitnahku, menuduhku membuat penyakitnya kambuh. Orang tua kandungku percaya dan mengusirku dari rumah. Tak lama kemudian, aku mati karena sakit di pinggar jalan. Saat terbangun lagi, aku kembali ke hari di mana diriku dijemput oleh Keluarga Shafron. Michael menghalangi jalan orang tua, menunjukku dan berkata, “Ayah, Ibu, dia bukan adikku!” Pasangan suami istri itu menatapku dengan rasa kecewa, lalu berbalik dan pergi. Aku berdiri di tempat, tak mengeluarkan liontin giok yang bisa membuktikan identitasku, lalu diam-diam berjalan kembali ke panti asuhan. Dua puluh tahun kemudian, aku telah menjadi salah satu ahli penyakit dalam terkemuka di dalam negeri. Pria yang duduk di hadapanku menyodorkan rekam medis dengan suara gemetar, “Dokter, kumohon tolong selamatkan adikku.” Saat melihat nama di berkas itu, gerakanku pun terhenti. Pandanganku tertuju pada wajah yang tampak lesu dan kusam itu. Setelah menatapnya agak lama, barulah aku berpaling ke arah pria itu dan berkata, “Aku nggak menerima pasien ini.”
Ramalan yang Membunuhku - undefined novels & stories
Makjos
Saat aku dan kakakku lahir, orang tuaku sampai memanggil seorang peramal untuk meramal nasib kami. Kata peramal itu, kakakku akan menderita depresi berat karena prestasiku yang terlalu cemerlang. Setelah nilai ujian masuk universitas diumumkan, dia akan melompat dari atap sekolah dan mengakhiri hidupnya. Demi menyelamatkan kakakku, mereka mendidikku dengan penuh tekanan dan caci maki selama 18 tahun. Bahkan, pada hari ujian, mereka merampas kartu ujianku. Aku berlutut memohon pada mereka, dahiku membentur ubin dengan keras. Ayah menendangku sampai terpental ke dalam ruang pembeku, lalu mengunci pintunya rapat-rapat dari luar. "Kamu tahu 'kan kakakmu bisa mati gara-gara kamu, tapi kamu masih ngotot mau ikut ujian. Apa kamu sengaja mau mendesaknya sampai mati, hah?" Suhu di dalam ruang pembeku itu minus 30 derajat Celcius. Aku cuma pakai seragam sekolah lengan pendek. Aku menggedor-gedor pintu dengan sekuat tenaga. "Ibu, di sini dingin banget! Tolong keluarin aku …." "Ngapain sih ngada-ngada?" Suara Ibu melengking tajam. "Di dalam sana sama sekali nggak dinyalain pendinginnya! Kakakmu tinggal selangkah lagi buat lepas dari ramalan sialan itu, dan kamu masih aja mikirin diri sendiri?" Suara langkah kaki menjauh. Darah terus mengalir deras dari dahiku, menetes membasahi seragam sekolah, dan seketika terasa membeku. Aku meringkuk di sudut ruangan. Tubuhku perlahan-lahan .... Menjadi kaku ....
Kesunyian Di Tengah Kehampaan Hati yang Perih - undefined novels & stories
Alaska
Hari pengumuman nilai ujian masuk perguruan tinggi, aku menggenggam ponsel sambil menunggu dengan gelisah selama 40 menit. Saat angka 708 muncul di layar, baru saja aku hendak berseru kegirangan, kakakku sudah lebih dulu menjerit lalu menerjang ke pelukan Sylas. "Aku dapat 670! Kamu 675, Sylas, kita berdua pasti bisa masuk Universitas Kedokteran Jekova!" Aku baru saja ingin mengatakan kalau aku juga bisa, tetapi pacarku, Sylas, sudah menarik kakakku dan berlari keluar. Baru pada pesta perayaan, Sylas akhirnya teringat padaku. "Oh ya, Nasha, Sekolah Vokasi Jekova letaknya tepat di sebelah Universitas Kedokteran. Kamu ambil jurusan keperawatan saja. Nanti kita bertiga masih bisa sering berkumpul." Kakakku tersenyum sambil mengetuk pelan kepalaku. "Nanti aku dan Sylas si bodoh jadi dokter, sedangkan kamu jadi perawat yang membantu kami. Kombinasi yang sempurna, 'kan?" Mereka seimbang dalam segala hal, benar-benar pasangan yang serasi. Bagaikan dua bayangan yang menyatu tanpa celah, tak lagi menyisakan tempat bagi orang ketiga. Dulu, sekeras apa pun aku berusaha, yang bisa kulakukan hanyalah memandangi lampu belakang mereka dari kejauhan. Kali ini, aku memilih untuk berhenti mengejar mereka.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status