Roman
Histoire Courte

Genres

Realistis×
Tous
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Personnages

26
Wanita Kuat×
Tous
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Voir plus

Intrigue & univers

27
Tous
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Voir plus

Thème

15
Tous
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Voir plus

Nouvelles Wanita Kuat Realistis & Romans

Découvrez une collection de nouvelles Realistis avec personnages Wanita Kuat captivantes, avec des intrigues prenantes et une narration immersive. Idéales pour les lecteurs en quête de lectures courtes d’une heure, à dévorer en ligne.
Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin - Realistis roman & histoires
Ghadamira
Aku memberi tahu pacarku bahwa keluargaku mencari nafkah dengan memelihara sapi. Jadi, pacarku berpaling dan mendekati wanita lain, direktur perusahaan tempat kami bekerja. Wanita itu kehilangan sebuah gelang berharga. Orang yang pertama dia curigai adalah aku. "Lucy, kalau kamu yang ambil gelang itu, cepat kembalikan. Keluargamu cuma peternak sapi yang bau. Jangan nodai gelang Jillian dengan bau kotoran sapi. Dasar kampungan!" Dia tidak tahu saja kalau sapi yang kumaksud berjumlah puluhan ribu ekor dan kekayaan keluargaku mencapai ratusan miliar.
Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker - Realistis roman & histoires
Hasya Nazwa
Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku. "Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia." Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?" Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku. "Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini." Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita." Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."
Bantu  Mertuaku Ngerjai Pelakor - Realistis roman & histoires
Athena Casandra
Aku dikenal sebagai wanita kasar di lingkungan sekitar, aku juga nggak pernah mau mengalah pada orang lain saat bersilat lidah. Hampir setiap hari, Ibuku mengingatkan kalau aku akan menerima ganjarannya setelah menikah nanti. Alhasil, suami yang aku nikahi sangat penurut padaku, ibu mertuaku pun orang yang sangat lemah lembut. Akibatnya, aku tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuanku ini, kehidupan pernikahanku pun terasa agak membosankan. Sampai suatu saat, wanita idaman ayah mertuaku kembali ke negara ini, ibu mertuaku terlihat sangat menderita setiap hari. Aku pun mulai mempersiapkan diri dan bersiap untuk bertarung! …
Antara Cintanya dan Hartaku - Realistis roman & histoires
Jyoti
Dalam perjalanan ke bank untuk menyetor uang, aku tidak sengaja menemukan sebuah postingan: [Pernahkah Anda melakukan sesuatu yang sulit diungkapkan tanpa diketahui pasangan Anda?] Di bawah postingan, seorang netizen berkomentar : [Aku diam-diam mendaftarkan pernikahanku dengan cinta pertamaku, tapi pacarku masih menyetor uang ke rekening bersama kami. Dia benar-benar bodoh. Dia kira aku benar-benar ingin menabung untuk membeli rumah dan menikahinya.] [Sudah ada 1,3 miliyar di dalam rekening, ketika dia sudah menabung sampai 1,6 miliyar, aku akan diam-diam menariknya!] Aku melihat komentar itu banyak disukai, lalu melihat saldo rekeningku. Tidak lebih, tidak kurang, pas 1,3 miliyar. Ternyata pacarku dan cinta pertamanya telah mendaftarkan pernikahan mereka!
Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin - Realistis roman & histoires
Hedgehog
Sehari sebelum tahun baru, demi tiga kali upah lembur, kedua orangtuaku meninggalkan aku sendirian di rumah. Aku pikir selama dua puluh tahun ini, mereka selalu begitu. Jadi tahun ini, aku tidak ingin kesepian melewati tahun baru seorang diri. Akhirnya aku membawa Siomay pergi mencari mereka. Namun aku tidak pernah menyangka, kedua orang tuaku yang sering bilang mencari nafkah untuk menghasilkan lebih banyak uang, justru aku memergoki mereka turun dari mobil mewah. Mereka merangkul seorang anak lelaki yang tampak seumuran denganku, masuk ke hotel bintang lima sambil bersenda gurau. “Ayah, Ibu, kalian meninggalkan Nia seorang diri di rumah, nggak masalah? Ibuku berkata dengan datar, “Nggak apa-apa, dia sudah terbiasa kok.” Ayahku berkata dengan acuh tak acuh, “Dia nggak bisa dibandingkan denganmu, kamu adalah buah hati kami.” Aku pun berbalik dan pergi. Mereka pura-pura miskin, untuk menipuku. Kali ini, aku juga tidak berharap ditemani mereka.
Bebas dari Belenggu Suami Parasit - Realistis roman & histoires
little stones
Sahabat wanita suamiku memutuskan untuk tinggal bersama kami saat dia tahu kami akan pindah ke rumah baru. Aku keberatan, namun suamiku langsung menyetujuinya. Tidak hanya itu, dia bahkan memberikan kamar anak peremuan kami kepada wanita itu dan anaknya, lalu menyuruh putriku pindah ke gudang. Aku tidak terima, namun dia bilang, “Jangan salah paham! Dewi hanya sahabat baikku, anaknya sudah kuanggap seperti anak kandungku, wajar ‘kan kalau aku pengen mereka tinggal di kamar yang lebih layak?” Aku tetap tidak setuju, sehingga suamiku dan keluarganya menyalahkanku dan bilang aku egois. Akhirnya, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah itu bersama anak perempuanku. Saat itulah mereka panik dan sadar kalau mereka butuh aku.
Perebutan Gaun Pertunangan yang Berakhir Tragis - Realistis roman & histoires
Tralina
Aku tumbuh besar di luar negeri. Ibuku takut aku akan mencarikannya menantu orang asing. Jadi, dia mengaturkan tunangan yang tampan dan berbakat untukku di ibu kota, juga memintaku untuk pulang dan bertunangan. Aku pergi ke sebuah toko barang mewah untuk memilih gaun pertunangan, lalu jatuh cinta pada sebuah gaun panjang tanpa tali berwarna krem. Ketika aku hendak mencobanya, wanita di sebelahku melirik gaun di tanganku dan berkata kepada pramuniaga, "Model gaun ini cukup unik. Aku mau coba." Si pramuniaga langsung merampas gaun itu dari tanganku dengan kasar. Aku pun berkata dengan kesal, "Segala sesuatu harus ada urutannya. Aku yang duluan lihat gaun ini. Kalian nggak punya aturan?" Namun, wanita itu menatapku dengan penuh penghinaan dan menjawab, "Gaun ini harganya 376 juta. Mana mungkin orang miskin sepertimu mampu membelinya? Aku ini adik angkat Nicholas Kurniadi, presdir Grup Kurniadi. Di ibu kota, cuma Keluarga Kurniadi yang berhak tetapkan 'aturan'!" Kebetulan sekali! Bukankah Nicholas itu tunanganku? Aku langsung menelepon Nicholas dan bertanya, "Adik angkatmu rebut gaun pertunanganku. Gimana kamu mau selesaikan masalah ini?"
Membela Anak dari Tuduhan - Realistis roman & histoires
Peachy
Aku hanya menghadiri satu pesta di lingkungan baruku yang kaya. Tidak lama setelah itu, tetanggaku Nadia menuntutku. Di pengadilan, dia menggendong putrinya Tiffany yang tubuhnya penuh memar dan luka. Dia menuduh anak lelakiku telah memperkosa putrinya. Di tengah persidangan, Tiffany menarik kerah bajunya ke bawah dan bekas merah melingkar jelas di lehernya. "Dia mencoba merobek celanaku," katanya terisak. "Dia mencoba memperkosaku dan aku melawan. Jadi dia memukulku dan merusak wajahku!" Di luar gedung pengadilan, para demonstran mengangkat papan-papan bertuliskan hinaan, menyebut putraku sampah, dan anak orang kaya manja. Di dunia maya, sebuah memorial hasil editan fotoku menyebar luas. Tulisannya berbunyi: [Ibu yang tidak layak seharusnya mati bersama putranya.] Saham perusahaanku mengalami penurunan drastis. Namun aku tetap duduk di sana, wajahku tanpa ekspresi. Aku hanya meminta agar Rian dibawa masuk. Pintu ruang sidang terbuka. Semua orang terdiam ketika Rian melangkah masuk.
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel - Realistis roman & histoires
Hoki
Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan - Realistis roman & histoires
Echo
Selama tiga tahun, aku menggunakan koneksi keluargaku untuk menghasilkan ratusan miliar pendapatan bagi perusahaan. Namun di rapat kuartalan, seorang magang baru berdiri di depan semua orang, menampilkan laporan kehadiran dan pengeluaranku, lalu menuduhku "absen tanpa alasan" dan "menghamburkan dana perusahaan". "Klub-klub mewah ini, restoran-restoran ini ...," katanya dengan suara penuh pembenaran diri. "Setiap kali dia menghabiskan ratusan juta! Ini semua pengeluaran yang sama sekali nggak perlu." "Aku sangat menyarankan Pak Presdir untuk segera memecatnya dan menyelamatkan arus kas perusahaan." Aku melirik Kevin, sang presdir. Teman sekelasku dulu. Dia tahu persis berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap pertemuan itu. Dia juga tahu bahwa saat aku tidak berada di kantor, berarti aku sedang berada di bar, untuk bernegosiasi dengan investor, kadang minum sampai perutku terasa mual. Namun, dia hanya menatapku dengan dingin. "Karina, apa penjelasanmu tentang absensi dan pengeluaran yang disampaikan Lia?" Aku tersenyum. "Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan." Mereka semua akan segera tahu konsekuensi dari aksi kecil ini.
Setelah Suamiku Dioperasi, Kami Cerai - Realistis roman & histoires
Cendu
Suamiku baru saja selesai menjalani operasi dengan anestesi total. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya dan dia terus meracau tidak keruan. Aku tertawa dan merekam tingkah konyolnya itu sambil membantunya berbaring di tempat tidur. Namun, tiba-tiba, aku mendengar dia memanggil nama seorang anak laki-laki. "Putraku yang baik, jangan nakal ya. Ayah sedang sibuk." Senyum di wajahku langsung membeku. Aku terpaku di tempat. Kami sudah sepuluh tahun memilih untuk tidak punya anak. Lalu, dari mana datangnya anak laki-laki itu? Dengan tangan gemetar, aku membuka ponselnya. Selama bertahun-tahun menikah, ini pertama kalinya aku memeriksa ponselnya. Begitu terbuka, di dalam album foto tersembunyi, penuh dengan foto-foto mesra seorang wanita lain bersama seorang anak kecil. Anak laki-laki itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan suamiku. Berdasarkan tanggal pada foto, anak itu sudah berusia tiga tahun. Senyum bahagia mereka bertiga benar-benar menusuk hatiku. Padahal dahulu, dia sendiri yang bersumpah dia sangat membenci anak kecil dan tidak ingin terikat oleh keluarga. Itulah alasan dia meyakinkanku untuk tidak punya anak. Ternyata, dia bukannya benar-benar ingin hidup tanpa anak. Dia hanya tidak ingin punya anak denganku.
Pemaksaan Ekstraksi Ingatan, Dia Ambruk Mengetahui Faktanya - Realistis roman & histoires
Muriaz
Sahabatku, Vina, diperkosa lalu bunuh diri dengan melompat ke sungai. Aku adalah satu-satunya orang yang tahu siapa pelakunya. Namun, akulah yang menutupi kejahatan orang itu dengan tanganku sendiri. Ibu Vina sampai berlutut dan memohon kepadaku, tetapi aku langsung berbalik pergi dengan wajah dingin. Warga desa memakiku tidak punya hati nurani dan melempari rumahku dengan barang-barang. Tanpa ragu, aku melepaskan anjingku untuk menggigit mereka. Sepuluh tahun kemudian, aku sudah sekarat. Jesslyn, sahabat karib yang telah menghilang selama bertahun-tahun, kini kembali sebagai orang terkaya nomor satu di negeri ini. Hal pertama yang dilakukannya adalah menyeretku ke kursi pengadilan memori. Itu adalah alat yang biasanya hanya digunakan untuk para terpidana mati. "Qaila, kamu ini binatang yang melindungi pemerkosa! Aku dan Vina benar-benar buta sampai anggap kamu sebagai teman!" "Vina sudah mati sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu pula, kamu membiarkan pelakunya bebas berkeliaran!" "Hari ini aku akan menggunakan alat ekstraksi memori yang kuciptakan sendiri untuk melihat siapa sebenarnya pelaku yang selama ini kamu lindungi!" Saat pelaku yang sebenarnya muncul di hadapan semua orang, Jesslyn justru langsung hancur dan tidak sanggup lagi berdiri tegak. Bahkan lututnya tak kuasa menopang tubuhnya.
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati - Realistis roman & histoires
Ding
Kakekku adalah seorang pencuri. Dia mencuri nama nenekku dan identitasnya. Dia memakai semua itu untuk melarikan diri dari sudut desa terpencil yang miskin dan terlupakan di Barat, lalu kabur bersama wanita lain. Dia tumbuh menjadi seorang profesor hukum, berdiri di podium-podium dan pelajaran kuliah tentang keadilan. Wanita itu menjadi pelukis terkenal, memberi wawancara tentang integritas. Sementara nenekku menghabiskan seluruh hidupnya terjebak di ladang tandus yang perlahan mati itu. Semua orang menyebutnya perawan tua. Namun, dia tak pernah berhenti menunggu kakekku. Bahkan sampai di ranjang kematiannya. Lima puluh tahun kemudian, aku mati-matian keluar dari tempat terkutuk itu dengan kekuatan dua generasi sebelumku. Nenekku dan ibuku. Akhirnya, aku berhasil menjadi partner di salah satu firma hukum terbaik. Saat musim kelulusan tiba, aku duduk di kursi pewawancara utama. Di hadapanku duduk seorang gadis. Rapi dan percaya diri. Lulusan paling menonjol dari sekolah hukum terbaik di seluruh provinsi. Aku membuka resumenya dan membaliknya halaman demi halaman. Kemudian, tanganku berhenti di bagian informasi keluarga. Aku menatap nama itu cukup lama. Kemudian, aku mengangkat kepala, menatapnya, dan berkata pelan, "Kamu nggak diterima."
Dia Menuduhku Palsu, Ternyata Dia Pelakunya - Realistis roman & histoires
Mira
Teman masa kecil pacarku baru pertama kali bertemu denganku dan mengaku dirinya sebagai pemberantas sosialita gadungan paling handal. Selama makan, dia terus-menerus menceramahiku, "Perempuan nggak boleh berdandan terlalu norak. Kalau Rafael nggak bilang kamu itu pacarnya, aku pasti akan mengira kamu termasuk dalam kelompok sosialita gadungan yang pernah aku ungkap." Pacarku mengiyakan berulang kali. "Penampilanmu memang terlalu norak. Ikuti saran Fiona dan ubahlah gaya penampilanmu." Aku mengabaikan komentar mereka, lalu beralasan pergi ke toilet, tetapi di luar aku mendengar "analisis sosialita gadungan" dari Fiona di luar. "Rafael, dilihat dari cara berjalan dan cara bicaranya, sudah kelihatan dia sosialita gadungan yang sudah terlatih, dia dekatin kami demi uangmu itu!" "Jam tangan Patek Philippe, tas Hermes edisi terbatas, dan mobil balap senilai puluhan miliar, bagaimana mungkin seorang dokter bisa membeli semua barang mewah itu?" Aku benar-benar murka, tidak bisa menahan emosiku lagi. Aku berbalik dan menelepon ayahku yang kaya raya. "Ayah, transfer aku 100 miliar, aku mau mengakuisisi kantor pemberantas sosialita gadungan, supaya wanita itu tahu bahwa aku ini putri orang kaya sungguhan!"
Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya - Realistis roman & histoires
Faisal
Pada malam sebelum pernikahan kami, sahabat perempuan tunanganku, Reyna Triadi, mengirimkan serangkaian foto padaku. Dalam foto itu, dia mengenakan gaun pengantin yang kusiapkan untuk hari pernikahanku dan bersandar manis dalam pelukan Marvin Luthara, tunanganku. Keterangan fotonya benar-benar memancing emosi. [Pinjam calon suami dan gaun pengantinmu sebentar. Lagi pula, kata Marvin aku yang lebih cocok memakai gaun ini.] Tak lama kemudian, feed Instagram dipenuhi foto prewedding mereka berdua. Di dalam foto-foto itu, mereka berpose seolah-olah sedang berciuman. Keterangan fotonya tertulis: [Lebih dari sahabat, tapi belum jadi kekasih. Seandainya kami bertemu sepuluh tahun lebih awal, mungkin nggak akan ada kesempatan bagi orang lain.] Aku menunjukkan foto-foto itu dan menuntut penjelasan dari Marvin. Namun, dia hanya bermain gim dengan santai. Setelah melempar ponselnya ke samping, dia berkata dengan wajah gusar, "Sudah kubilang itu cuma foto iseng untuk mengenang masa muda kami. Bisa nggak kamu berhenti buat keributan? Dia baru saja didiagnosis depresi. Memangnya kenapa kalau aku menghiburnya?" Melihat betapa yakinnya dia bahwa dirinya tidak bersalah, aku tertawa. "Oke, kalau memang cinta kalian sekuat itu, aku nggak akan jadi orang jahat yang menghalangi kalian." Malam itu juga aku menyusun perjanjian penarikan investasi dan membatalkan tim medis terbaik dari luar negeri yang sedang kuusahakan untuk pengobatan ibunya. "Pernikahan kita batal. Jangan harap aku bakal terus nombokin perusahaanmu yang hampir bangkrut itu. Dan jangan harap aku bakal nolong ibumu juga." "Masa muda kamu memang mahal. Semoga kamu mampu membayar harganya."
Aku Menolak Mengoperasi Pembunuh Ibuku - Realistis roman & histoires
Kelby
Tahun ini, sebagai ahli bedah saraf paling terkemuka di negara ini, aku ditugaskan untuk melakukan operasi darurat di provinsi lain. Dua puluh tahun yang lalu, aku pernah datang ke ruang operasi ini. Ibuku mengalami pendarahan otak, dan dokter bedah yang memimpin operasi itu meleset setengah sentimeter saat melakukan sayatan. Ibuku meninggal, dan yang menghiburku hingga bisa melewati masa sulit itu adalah Reihan Abimana, cinta pertamaku. Baru kemudian aku tahu, dokter bedah yang memimpin operasi itu adalah ayahnya, Kepala Departemen Bedah Saraf terkenal di rumah sakit itu. Namun, yang sebenarnya melakukan operasi adalah Reihan sendiri, seorang dokter magang. Dia dan Mona sudah merencanakan semuanya sejak lama, menggunakan operasi ibuku sebagai latihan untuk membuka jalan bagi karier mereka. Setelah kejadian itu, Mona Hartanto dengan statusnya sebagai putri direktur rumah sakit, berhasil menutupi seluruh insiden tersebut. Sejak hari itu, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan program pascasarjana secara langsung. Aku masuk lagi dari awal kuliah kedokteran dan menempuh pendidikan dari sarjana hingga pascadoktoral. Aku menghabiskan 20 tahun penuh untuk mengubah diri menjadi orang yang "tidak akan pernah membuat kesalahan lagi". Hanya berharap suatu hari nanti, tragedi yang menimpa ibuku tidak akan pernah terulang. Hari ini, asistenku memberikan informasi pasien kepadaku: tumor batang otak, stadium lanjut, risiko sangat tinggi. Wajah itu sudah jauh lebih tua, tetapi aku langsung mengenalinya. Aku mengembalikan berkas itu kepada asistenku, lalu melepas jas dokterku. "Aku nggak bisa melakukan operasi ini."
Satu Slip Gaji, Satu Keputusan - Realistis roman & histoires
Gheri
Aku berhasil mendapatkan kontrak besar senilai enam puluh miliar rupiah untuk pabrik milik orang tuaku. Hari pembagian gaji pun tiba. Kakakku menerima bonus seratus juta. Adikku menerima bonus dua ratus juta. Sementara itu, slip gajiku hanya berisi satu baris. [Gaji pokok: Rp 6.000.000,00] “Selama sepuluh tahun ini, Kakak nggak pernah sekali pun salah menghitung pembukuan. Bonus seratus juta ini memang pantas buatmu!” “Semua klien memuji Adik karena tampan dan pandai berbicara. Kontrak besar ini juga berhasil didapat berkat jasamu! Ini dua ratus juta buatmu!” Sebelum sempat bereaksi, ibu melemparkan enam puluh lembar uang seratus ribuan yang sudah kusut ke hadapanku. “Orang bodoh dan jelek memang harus kerja lebih keras.” “Jangan lihat seberapa besar usahamu, tapi nilai yang kamu hasilkan cuma segitu.” Aku menatap slip gaji itu. Sedikit tertegun. Untuk melatih kami agar hidup mandiri, ayah dan ibu menetapkan harga untuk setiap barang di rumah. Semangkuk semur daging sapi dihargai enam puluh ribu. Mandi air panas selama sepuluh menit dikenai biaya seratus ribu. Bahkan sejak masih kecil, kami bertiga sudah diwajibkan bekerja di pabrik milik orang tua sendiri agar bisa mendapatkan uang. Kakakku pandai berhitung. Karena itu, dia ditempatkan di kantor, duduk di ruang ber-AC sambil mengurus pembukuan dan menulis kuitansi. Adikku berwajah tampan. Karena itu, dia bertugas sebagai penyambut tamu di ruang resepsionis yang selalu menyediakan camilan sepuasnya. Sedangkan aku... Ibarat batu bata. Di mana pun dibutuhkan, di situlah aku berada. Aku harus membongkar barang. Menyapu lantai. Sekaligus keluar menemui klien untuk mengurus kerja sama bisnis. Padahal, gaji kami sama-sama enam juta sebulan. Kalau ingin makan daging, aku hanya bisa bekerja mati-matian untuk membuktikan nilai diriku. Namun sekarang... Aku bahkan tak tahu lagi, untuk apa semua jerih payahku selama ini. Aku menunduk membuka ponsel, lalu menggulir deretan pesan spam sampai akhirnya menemukan sebuah pesan berisi tawaran pekerjaan bergaji tinggi.
Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar - Realistis roman & histoires
Fani
Pada Malam Tahun Baru, kembang api yang dinyalakan di desa menerangi separuh langit dengan cahaya merah. Namun, suamiku dan kakak iparku tiba-tiba menghilang bersamaan. Beberapa baris komentar mendadak melayang di depan mataku. [Suaminya bahkan memanfaatkan suara petasan untuk bercinta di tumpukan jerami dan istri sahnya masih sempat melihat kembang api!] [Kakak ipar bahkan sudah melepas jaket tebalnya, dan hanya tersisa pakaian dalam berenda yang langsung menempel di tubuh? Harus diakui, cukup menggoda ….] [Aaaah, seru sekali! Berselingkuh di tumpukan jerami di kampung halaman, cinta terlarang macam apa ini!] Aku berbalik dan berjalan menuju halaman belakang. Benar saja, aku pun mendengar suara manja Dessy. “Pelan-pelan ... aku sudah tidak tahan ....” Peter terdengar begitu tergesa-gesa, suara yang belum pernah kudengar sebelumnya. “Kenapa takut? Suara kembang apinya sangat keras. Sekalipun kamu berteriak hingga serak, tidak akan ada yang mendengar ....” Aku menarik napas dalam-dalam, lalu kembali ke halaman depan dan meninggikan suara. “Adik Sepupu, bukankah kamu ingin mengadakan pesta api unggun? Kebetulan di halaman belakang ada tumpukan jerami.” Bukankah mereka ingin mencari sensasi di bawah cahaya kembang api? Kalau begitu, akan kubuat suasananya semakin panas.
Cucu Perempuan Tertua yang Membisu - Realistis roman & histoires
Rumput
Aku baru bisa berbicara saat aku berusia delapan tahun. Semua anggota Keluarga Sebastian menganggapku idiot. Bahkan, ibuku diam-diam menyeka air matanya karena mengira telah melahirkan seorang anak perempuan yang mengalami autisme. Ayahku memandangku dengan tatapan penuh rasa kecewa. Namun, demi menjaga reputasi, dia tidak mengirimku ke sekolah luar biasa. Saat itu, ada tokoh dari Wall Street datang untuk mengakuisisi Grup Sebastian milik keluarga kami. Mereka begitu arogan, bahkan memaki semua orang di ruang rapat hingga tidak ada satu pun yang berani mengangkat kepala. Semua elite di ruangan itu terdiam ketakutan, bahkan tidak ada satu pun berani membantah. Aku hanya berdiri di sudut, mendengarkan semua itu sampai merasa mengantuk. Aku akhirnya merasa kesal. Aku berjalan maju selangkah, mengucapkan kalimat pertama dalam hidupku dengan bahasa ibu pria itu.
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status