Mamahgabut11
Dua tatapan diantara dua manusia itu begitu tajam, mereka seperti ingin saling menerkam satu sama lain. Orang disekitar pun ikut menelan ludah karena tegang dengan suasana dua orang yang saling melempar petir dimatanya itu.
Nabila dan Bima, suana seperti ini memang hampir setiap hari mereka buat dikantor bahkan semenjak mereka masih dibangku taman kanak-kanak.
#flashback.
"Ini mainanku !" Ucap Nabila kecil sambil menarik sebuah Lego ditangannya.
"Punyaku!" Tarik balik Bima dengan kuat mainan Lego itu.
Guru sampai pusing melihat tingkah dua anak ini sampai akhirnya guru memanggil orang tua mereka masing-masing.
Tak lama kemudian orang tua mereka datang, Ibu dan ayah Nabila tergesa-gesa datang ke sekolah, begitu juga nenek Bima yang langsung datang menuju sekolah karena ayah Bima sangat sibuk dan tidak bisa hadir menemaninya, sedangkan ibu Bima sudah meninggal tak lama setelah melahirkan Bima.
Dan hal itulah yg membuat ayah Bima meluapkan rasa sakit dengan bekerja begitu keras memimpin Prasaja Sapphire Grup perusahaan perhiasan terkemuka dinegaranya. Sedangkan Ayah dan ibu Nabila pemilik toko perhiasan yang cukup sukses dikotanya, tetapi sesibuk apapun mereka tetap meluangkan waktu untuk anak perempuan semata wayangnya itu.
"Bu guru sebenarnya ada apa ini?" Tanya nenek Bima dengan penuh kekhawatiran.
"Ayah ibu Nabila, dan Nenek bima, saya sudah mencoba semaksimal mungkin meredakan perkelahian Nabila dan Bima. Tetapi mereka tetap seperti ini."
Mereka semua menghela nafas panjang sambil melihat kedua anak itu masih bersemangat untuk berebut mainan.
Dan tidak cukup sampai disitu, perkelahian itu tetap terjadi ketika mereka SD, SMP , SMA, bahkan hingga diuniversitas. Entah mengapa musuh abadi itu tetap sekelas, dan teman teman bahkan orang sekitar sudah terbiasa dengan permusuhan mereka yang abadi hingga kini dikantor tempat mereka bekerja.
#Flashback off
340