Novel
Cerita Pendek

Genre

Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

26
Semua
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Selingkuh×
Semua
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Drama×
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Drama Selingkuh

Temukan kumpulan cerita pendek Drama Selingkuh yang menarik dengan alur cerita yang memikat dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novel & cerita
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
Kemarin yang Tidak Terbalas - undefined novel & cerita
Yunita
Kami menjalani hubungan jarak jauh selama 3 tahun. Setelah lembur sebulan penuh, akhirnya aku berhasil menyisihkan waktu untuk menemui pacarku. Namun saat aku tiba, dia justru tidak bisa dihubungi. Di kota asing itu aku menunggu selama 10 jam penuh sendirian. Baru setelah itu dia membalas pesanku dengan santai. Begitu panggilan tersambung, sahabatku yang paling akrab tertawa riang, “Minnie, kejutan! Aku sudah lebih dulu menjelajahi Kota Beryl untukmu. Seru sekali! Moses benar-benar pantas menjadi pemandu wisata!” Dia terus berceloteh membagikan berbagai cerita lucu, seolah sama sekali tidak melihat 30 panggilan tidak terjawab yang memenuhi ponsel Moses. Aku hanya mendengarkan dalam diam. Hingga dia berkata jika udara terasa sangat dingin, lalu Moses mengambil alih telepon dan berkata singkat, “Aku antar dia ke hotel dulu. Tunggulah sebentar lagi.” Setelah suaranya berhenti, aku segera bertanya, “Tahukah kamu sudah berapa lama aku menunggu?” Moses terdiam sesaat. Saat kembali berbicara, suaranya terdengar dingin. “Dia itu sahabatmu. Hal seperti ini pun harus kamu perdebatkan?” Nada menyalahkan yang begitu terang-terangan membuatku kehilangan keinginan untuk berkata apa pun. Setelah menutup telepon, mobil tumpangan yang akan membawaku kembali ke Kota Mine akhirnya tiba. Sopir itu melirikku sekilas, lalu tidak kuasa menahan diri untuk berkata, “Nona, ini sudah tengah malam dan daerah ini keamanannya kurang bagus. Bagaimana bisa keluargamu tega membiarkanmu sendirian di tempat seperti ini?” Aku menunduk menatap sepatuku yang basah oleh salju yang mencair, dan berkata iya. Kemudian aku tersenyum tipis dan melanjutkan, “Mulai sekarang, tidak akan pernah terjadi lagi.”
Janji Bunga Magnolia di Atas Perahu - undefined novel & cerita
Ges
Di Kota Muara Apung tempat tinggal kami, jika ada seorang pria ingin menikahi kekasihnya, maka dia perlu membuat sendiri sebuah perahu dayung sebagai mahar pernikahan. Pada saat perayaan tujuh tahun hubungan kami, pacarku yang bernama Agam Laguna sedang mengadakan upacara peluncuran untuk perahu barunya. Semua orang menyaksikan upacara itu dan bersorak gembira, jantungku berdebar kencang tanpa henti. Saat hendak naik ke perahu, aku tak sengaja mendengar dia dan sahabat-sahabatnya yang sedang mengobrol pelan. “Kalau kau beneran memberikan perahu ini pada Mina, apa kau tidak takut kalau Andin akan mengamuk?” "Benar, Andin itu sangat pemarah, jadi berhati-hati saja, jangan sampai keterlaluan." Pada detik berikutnya, suara santainya terdengar penuh tekad. "Tenang saja. Andin itu mudah dibujuk, dia sangat mencintaiku." "Apalagi di Kota Muara Apung, kalau ada wanita belum menikah sampai usia dua puluh delapan tahun, akan dianggap perawan tua. Dia tidak akan berani macam-macam." “Selain itu, akta nikahnya tetap untuk Andin dan perahu pernikahan ini untuk Mina. Jadi, ini sangat adil dan … anggap saja sebagai penyesalanku.” Apakah sebuah penyesalan jika harus mendaftarkan pernikahan denganku? Mudah dibujuk. Perawan tua. Kata-kata itu terasa menusuk telingaku. Tenggorokanku terasa gatal, tetapi aku tidak akan menangis. Aku mengeluarkan ponsel dan mengirim sebuah pesan. [Bu, aku akan menurut padamu. Sekarang umurku sudah dua puluh delapan tahun, aku tidak akan menunggu lebih lama lagi.]
Sedekat Cinta, Sejauh Ufuk - undefined novel & cerita
Jisu
Pada hari kami mendaftarkan pernikahan, Celine Raharja berkata bahwa suami dan istri pisah kamar selama lebih dari seminggu, secara otomatis akan dianggap bercerai. Oleh karena itu, setiap kali kami bertengkar, begitu dia mengambil bantal dan pindah ke kamar tamu, aku selalu langsung merendahkan diri dan meminta maaf. Kalimat itu dia gunakan untuk mengendalikanku selama tiga tahun penuh. Di hari ulang tahunku yang ke-28, dia kembali melewatkan janji makan malam denganku karena seorang anak magang. Setelah pulang ke rumah, aku tidak menyambut kotak berisi kancing manset berlian yang dia sodorkan kepadaku. Dia mengernyit sambil menatapku cukup lama sebelum akhirnya berkata dengan dingin, "Apa di matamu ulang tahun yang bisa dirayakan setiap tahun lebih penting daripada nyawa manusia?" "Setelah mengantar Elio ke rumah sakit, aku sudah berusaha pulang secepat mungkin. Tapi kau masih saja membuat masalah!" "Julian, rasa cemburumu benar-benar membuatku takut!" Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan menuju kamar tamu. Hanya saja ... kali ini aku tidak lagi mengejarnya.
Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas - undefined novel & cerita
Prazas
Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif akibat dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga. Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh. Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan. Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu malah tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri." Brak! Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?" Jadi, orang yang mencelakai ibunya bukan Alena? Namun, setelah Alena keluar dari penjara, Larsen telah memaksanya menikah dengan seorang pengemis buta dari kawasan kumuh. Sudah tiga tahun ....
Bosku Adalah Pacar Rahasiaku - undefined novel & cerita
Arturas
Seluruh kalangan elite Kota Suarla tahu bahwa wanita di sisi Jacob selalu berganti. Tak ada satu pun yang mampu bertahan lebih dari satu tahun. Estelle adalah wanita yang paling lama berada di sisinya. Dia bukan hanya sekretaris utama Jacob, tetapi juga kekasih rahasianya. Pada hari ke-1.000 sejak menyandang dua identitas itu, Estelle dengan patuh menunggu Jacob yang sedang kencan buta dengan seorang sosialita. Di jalan layang, sosialita itu menelepon dan mengatakan mobilnya mogok. Jacob langsung menyuruh Estelle turun dari mobil, lalu memutar balik untuk menjemput wanita itu. Alasannya, dia takut wanita itu akan merasa tidak nyaman jika melihat Estelle. Saat itu juga, Estelle tiba-tiba ingin pergi meninggalkannya.
Putra yang Tak Pernah Dipilih - undefined novel & cerita
Yunita
Setelah untuk yang kesembilan puluh sembilan kalinya aku memergoki Clarissa berselingkuh demi membalas dendam kepadaku, dia sengaja tidur dengan putra palsu yang selama ini dianggap sebagai pewaris keluarga kami. Saat memergoki mereka di atas ranjang, tak sedikit pun rasa bersalah terlihat di wajahnya. Sebaliknya, dia menatapku tanpa penyesalan sedikit pun. "Jevian, adik kamu jauh lebih memuaskan daripada kamu." Di kehidupan sebelumnya, kalimat itu menghancurkanku hingga aku mengamuk tanpa kendali. Aku menyebarkan foto-foto perselingkuhan mereka ke seluruh dunia. Clarissa tak sanggup menanggung tekanan itu dan akhirnya tetap menceraikanku. Orang tuaku pun benar-benar kehilangan harapan padaku dan mengusirku dari rumah. Aku kira diriku akan menjadi makin baik, tetapi kenyataan justru mematahkan anggapanku dan memaksaku untuk tumbuh dewasa. Delapan belas tahun tumbuh terlantar di desa membuatku tak pernah benar-benar memiliki kemampuan untuk bertahan hidup, meski akhirnya diakui kembali oleh keluarga. Ditambah pembalasan dari Keluarga Lunardi, aku hidup dalam kelaparan dari hari ke hari hingga beberapa tahun kemudian meninggal karena kanker. Sementara itu, pewaris palsu tersebut justru menikahi Clarissa dan berhasil masuk ke kalangan elite setelah pernikahan mereka. Sedangkan aku, mantan suaminya, menjadi bahan tertawaan semua orang. Ketika mataku terbuka lagi, aku telah kembali ke hari saat dia tidur dengan putra palsu itu.
Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama - undefined novel & cerita
Lina
Pada hari ketika kedua orang tuaku datang dari jauh untuk membicarakan tentang urusan pernikahan, keluarganya Arga Pradipta justru datang terlambat. Setelah panggilan ketiga tidak dijawab, ibuku tersenyum sambil menenangkanku. "Mungkin terjebak macet. Tidak apa-apa, ayah dan ibu akan menunggu." Penantian itu pun berlangsung hingga tiga jam lamanya. Raut wajah ayah dan ibuku yang semula penuh harapan dan kebahagiaan menjadi sedih dan pilu. Ayah berulang kali merapikan setelan jasnya yang terasa serba salah, dan akhirnya tak bisa menahan diri lagi. Matanya memerah, lalu bertanya dengan suara bergetar. "Nak, apa ... benar-benar harus dia?" "Ayah tidak bermaksud memisahkan kalian, Ayah hanya khawatir, tempat ini jaraknya ribuan kilometer dari rumah." "Kalau nanti kau diperlakukan tidak baik, aku dan ibumu … tidak akan bisa segera datang untukmu." Kukuku tertancap di telapak tangan. Sambil tersenyum, aku menuntun mereka berdiri, lalu berkata pada keduanya. "Ayah, Ibu, ayo kita pulang saja. Aku sudah tidak inginkan pernikahan ini lagi!"
Setelah Putus, Sahabatku Lebih Memilih Mantan Pacarku - undefined novel & cerita
Minjae
Setelah sahabatku yang menikah, tinggal jauh jauh dari kampung halaman dan menjadi korban kekerasan rumah tangga, aku dan pacarku langsung menempuh perjalanan sejauh 1.700 kilometer untuk menjemputnya. Kerja sama kami begitu kompak. Aku yang menghajar pelakunya, sementara pacarku berjaga di depan pintu. Sahabatku sempat terpaku sejenak, lalu akhirnya ikut menyerang. Saat perjalanan pulang, kami bertiga saling memandangi luka di wajah masing-masing sebelum akhirnya tertawa bersama. Namun, di tengah tawanya, air matanya tiba-tiba mengalir. “Kalian berdua jangan sampai berantem ya. Soalnya kalau nanti kalian putus, aku harus ikut siapa?” Adriel yang sedang menyetir mendelik dan berkata, “Kami baik-baik saja, nggak akan putus, oke? Mending urus dirimu sendiri dulu.” Sejak hari itu, sahabatku resmi tinggal bersamaku. Aku mengurus semua kebutuhannya dan terus menyemangatinya agar bisa memulai hidup yang baru. Setiap kali, Adriel menjentik dahiku dengan keras. “Naura, jangan-jangan kamu sudah lupa kalau aku ini pacarmu?” Hingga tiga bulan kemudian, sepulang dari perjalanan dinas, aku mendapati sebuah gantungan manik-manik merah muda di mobil Adriel. Saat kutanya siapa yang memberikannya, dia bersikeras tidak mau mengaku. Raut wajahku langsung berubah dingin dan berkata, “Kita putus,” lalu, aku menyuruh sahabatku untuk ikut denganku. Namun, aku melihat wajahnya yang pucat pasi justru melangkah ke arah Adriel.
Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah - undefined novel & cerita
Jubei
Ketika pertama kali aku menemukan sebuah kalung di mobil tunanganku, ibunya sendiri yang menelepon untuk menjelaskan. “Nora, kamu salah paham soal Owen. Kalung itu milik Bibi yang tidak sengaja tertinggal di mobil” Kedua kalinya, aku menemukan 2 tiket bioskop. Sahabat dekatnya langsung menandai namaku di grup. [Kakak ipar, jangan berpikir sembarangan. Aku yang memintanya membeli tiket bioskop itu ….] Ketiga kali …. Keempat kali …. Dan setiap kali setelahnya, selalu ada seseorang yang maju membelanya. Hingga untuk yang kesembilan kalinya, aku mengambil sebuah lipstik dari celah jok mobil, lalu mengangkatnya di depan wajahnya. “Lipstik siapa ini?” Tangan Owen yang sedang menggenggam kemudi tampak bergetar sesaat. Namun, dia segera bertindak setenang biasanya dan menelepon seseorang. “Siapa yang lipstiknya tertinggal di mobilku?” Yang mengangkat telepon adalah adik kandungku dan sahabat dekatku. “Kakak Ipar? Jadi lipstiknya tertinggal di mobilmu? Pantas saja dari tadi Mia tidak menemukannya.” “Tetapi, Kakak, kamu juga keterlaluan. Kenapa selalu curiga tanpa alasan? Bukankah saat kumpul terakhir kita sudah sepakat? Jika lain kali kamu masih membuat keributan seperti ini, sekalian saja batalkan pernikahan kalian.” Sahabatku pun ikut menimpali, “Benar. Nora, masa kamu tidak tahu sebaik apa Owen memperlakukanmu? Belakangan ini kamu benar-benar keterlaluan.” Saat telepon dimatikan, Owen menatapku dengan wajah polos. “Bagaimana? Sekarang kamu sudah bisa berhenti mencurigaiku, kan? Ini sudah yang kesembilan kalinya, Nora. Jika lain kali masih membuat keributan seperti ini, kurasa pernikahan kita ....” Aku tersenyum tipis dan langsung memotong ucapannya, “Kalau begitu, tidak usah dilanjutkan. Batalkan saja pernikahannya.” Owen tidak pernah tahu ... lipstik itu bukan milik wanita simpanannya. Juga bukan milik sahabatku. Lipstik itu ... kubeli sendiri. Lalu sengaja kutinggalkan di mobilnya. Hanya untuk membuktikan ... bahwa semua orang di sekitarnya telah berbohong demi menutupi perselingkuhannya.
Putri yang Dibuang, Bintang yang Bersinar - undefined novel & cerita
Momo
Pada hari ketika hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan, aku refleks berteriak ke arah ruang tamu. "Ayah, Ibu, aku dapat tujuh ratus dua puluh poin!" "Aku bisa pergi ke Universitas di Sentara untuk bareng Kakak dan Ardi!" Namun yang menjawabku, tetap saja hanya keheningan. Di atas sofa, duduk empat boneka kecil. Ayah, ibu, kakak, dan, Ardi, sahabat masa kecilku. Mereka menatapku dengan mata bulat, sama seperti pada malam-malam tak terhitung sebelumnya, hanya menemaniku dalam diam. Baru saat itu aku teringat. Setahun lalu, adikku yang bernama Citra jatuh sakit. Mereka berkata, itu karena nilai akademisku yang terlalu bagus dan membuatnya tertekan hingga hampir bunuh diri. Akhirnya, aku menjadi orang yang paling harus disembunyikan dalam keluarga, dan diusir ke rumah sewa ini. Malam pertama setelah pindah, seorang pemabuk dari rumah sebelah salah menggedor pintu. Aku bersembunyi di balik selimut, merasa ketakutan hingga tak berani mengeluarkan suara saat menangis. Aku hanya bisa berulang kali menelepon ayah, ibu, kakak, dan Ardi. Di ujung telepon, yang terdengar hanyalah nada sibuk yang dingin. Menjelang fajar, ibu baru mengirim satu pesan singkat. [Jangan menelepon lagi, Citra akan sedih kalau melihat nomormu.] Sejak saat itu, aku membuat empat boneka kecil yang menyerupai mereka. Mereka menemaniku makan dan tidur. Mendengarkan setiap kemajuan yang kucapai, juga mendengarkan kesedihanku yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun. Namun saat air mataku jatuh, aku tidak lagi memeluk boneka-boneka itu. Setelah terlalu lama berjalan sendirian dalam kegelapan, akhirnya aku memiliki keberanian untuk tidak lagi menoleh ke belakang.
Rumah yang Tak Pernah Menyambutku - undefined novel & cerita
Yubo
Setelah menyelesaikan ujian mata pelajaran terakhir, dari kejauhan aku melihat Ibu sudah berdiri mengenakan pakaian terbaiknya. Saat hendak berlari menghampirinya, kakak kembarku, Reina, sudah lebih dulu berlari dan memeluk Ibu. "Sayang, kamu capek, ya?" Ibu mengusap kepala Reina dengan lembut, sementara kakak laki-lakiku, Rafael, menyodorkan jus dingin yang sudah disiapkan dan dengan sigap mengambil tas sekolahnya. Aku hanya berdiri terpaku di tempat, memandangi ibu dan Rafael yang berjalan di sisi kanan dan kiri Reina, seolah melindunginya sambil membawanya masuk ke mobil pribadi. Tepat ketika mobil hendak melaju, Reina tiba-tiba berseru, "Eh, masih kurang satu orang." Aku kira, yang dimaksud adalah aku, jadi aku segera mempercepat langkah menghampiri mereka. Tak kusangka, dia justru melambaikan tangan ke arah belakangku. "Kak Stefan, di sini!" Setelah sahabat masa kecil kami, Stefan Janitra, naik ke mobil, barulah mereka menyadari bahwa aku masih berdiri di samping pintu mobil. "Vinna, kok kamu ada di sini? Bukannya kamu satu tingkat di bawah kakakmu?" Karena kondisi kesehatanku, aku masuk sekolah setahun lebih lambat daripada Reina. Setelah kesehatanku pulih, perhatian mereka sepenuhnya beralih kepadanya. Sampai-sampai mereka tidak tahu bahwa aku sudah melompati satu tingkat.
Demi Hartanya, Aku Rela Melihatnya Selingkuh - undefined novel & cerita
Puri
Setelah aku balikan dengan Jonatan Mundra, sahabat perempuannya itu kembali duduk di pangkuannya. "Kak, jangan cemburu dan marah lagi, ya. Sahabat sepertiku cuma duduk di pangkuan Kakak sendiri, nggak aneh-aneh." "Benar, 'kan, Kak? Lagi pula, aku juga nggak sudi pacaran sama orang jelek kayak kamu." Aku menjawab santai, "Nggak apa-apa." Sejak balikan, aku menjadi sosok pacar sempurna yang paling diimpikan Jonatan. Tak ada lagi cemburu saat dia bercanda dengan sahabat perempuannya, apalagi melacak keberadaannya dengan GPS. Bahkan saat mereka berciuman atas nama taruhan, tidur di ranjang yang sama, atau kebablasan berhubungan fisik saat mabuk, aku juga bisa menyodorkan obat pencegah kehamilan tanpa mengubah raut wajahku. "Aku ngerti, kamu nggak sengaja. Kamu cuma mabuk, aku nggak akan marah." Bukan karena aku sangat mencintai Jonatan. Melainkan karena Sistem berjanji, apa pun yang kuinginkan dari Jonatan bisa kubawa pulang ke duniaku. Tiga tahun ini, aku jelas tidak boleh sia-sia bermain-main dengannya.
Rumah Baru Untukku - undefined novel & cerita
Ges
Di Kota Batama, setiap kali ada keluarga yang melahirkan anak perempuan, mereka akan menanam sebatang pohon kamper pada tahun tersebut. Saat putrinya menikah nanti, pohon itu akan ditebang dan dijadikan dua peti besar untuk menampung mas kawin, sebagai simbol doa agar pernikahan mereka langgeng. Setengah bulan sebelum hari pernikahanku dan adik perempuanku, kakak laki-laki kami pulang membawa dua peti yang sudah selesai dibuat. Dia bersusah payah membawanya masuk dan mata adik langsung berbinar gembira. Ibu mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang. “Anak kesayangan Ibu sudah mau menikah saja. Padahal rasanya baru kemarin kamu masih anak kecil yang belum dewasa.” Ayah juga mengerutkan kening, nada bicaranya terdengar tegas. “Kalau dia berani bertindak semena-mena dengan Elis, bakal kuhabisi dia!” Tidak ada satu orang pun yang merasa aneh dengan peti itu. Mataku pun menatap ke belakang Kakak. Kosong, tidak ada apa-apa di sana. Aku pun bertanya, “Kak, di mana punyaku?” Kakak terkejut, seolah-oah baru teringat kalau pernikahanku juga diadakan di hari yang sama. “Saat selesai buat satu untuk Elis, ternyata kayunya kurang. Mau bagaimana lagi, jadi pohon milikmu juga ikut kupakai.” Ibu tampak agak kesal. “Sudahlah, sudah terlanjur terpakai, mau bagaimana lagi? Nanti kamu tinggal beli saja dua tas, nggak perlu pasang muka cemberut begitu, mau dikasih lihat ke siapa?” Aku menatap punggung mereka yang sedang mengerumuni adik, lalu teringat pesan yang pernah disampaikan Ayah dan Ibu pada Kakak sebelumnya. “Peti mas kawin anak perempuan itu harus dibuat dengan sungguh-sungguh, soalnya ini menyangkut kebahagiaan seumur hidupnya.” Ternyata, anak perempuan yang mereka maksud tidak termasuk aku. Jika begitu, aku juga tak membutuhkan mereka lagi.
Countdown Cinta - undefined novel & cerita
Muriaz
Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Pengantin Wanita yang Menghilang Sebelum Lamaran - undefined novel & cerita
Bekzy
Selama empat tahun pernikahan kami, kata yang paling sering diucapkan Darren Setiadi hanya satu. "Tunggu." Aku mau berlibur, tunggu sampai proyeknya selesai. Aku mau merayakan hari jadi pernikahan, tunggu sampai rapatnya selesai. Aku mau ditemani pulang ke kampung untuk menjenguk orang tuaku, tunggu dia ada waktu senggang. Bahkan hari ini adalah hari ulang tahunku. Setengah bulan sebelumnya, aku sudah bertanya apakah malam ini dia punya waktu. Setelah mendapat jawaban pasti darinya, aku menghabiskan satu sore penuh memasak semua hidangan kesukaannya sambil menunggunya pulang. Namun, dari pukul enam sore hingga pukul sembilan malam, dia tetap belum juga pulang. Saat itu pula, berita malam mulai ditayangkan di televisi. [Pewaris Grup Setiadi rela berhujan demi menjemput cinta sejatinya sepulang kerja. Kisah lama mereka kembali bersemi!] Begitu mendengar sebutan familiar tersebut, aku refleks mengangkat kepala. Di layar, aku melihat pria itu memayungi seorang wanita berpakaian tipis, lalu merangkulnya erat ke dalam pelukan. Dari pintu gedung perkantoran hingga mobil Maybach yang terparkir, jaraknya jelas hanya beberapa langkah. Namun sepanjang jalan itu, payungnya terus dimiringkan ke arah wanita tersebut, sehingga bahu di sisi lain pria itu basah diguyur hujan. Ponselku tiba-tiba berbunyi. Sebuah pesan dari Darren. [Ada urusan. Tunggu aku pulang.] Aku pikir aku sudah terbiasa menunggunya. Aku pikir aku akan duduk diam di depan meja makan sambil menunggunya pulang. Namun ketika melihat jas di bahu pria itu yang basah oleh hujan di layar televisi, entah kenapa aku tiba-tiba tidak ingin menunggunya lagi.
Ucapan Selamat Malam yang Memisahkan Kita - undefined novel & cerita
Mickey
Yansen Sonata memiliki sebuah kebiasaan yang sudah dipertahankannya selama delapan tahun. Dia selalu menelepon tepat waktu pada setiap pukul sebelas malam. Panggilan itu selalu berdurasi tiga menit. “Kiara mengalami insomnia. Kata dokter, harus ada yang menemaninya ngobrol sebelum tidur.” “Kenapa harus kamu?” “Kiara bisa terluka pada kecelakaan waktu itu juga demi menyelamatkanku. Dia sudah menyelamatkan nyawaku.” Selama delapan tahun, sudah lebih dari 2.900 panggilan berdurasi tiga menit. Aku sudah berusaha meyakinkan diriku untuk belajar menerima semuanya. Saat ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Yansen akhirnya menyempatkan waktu untuk menebus bulan madu kami yang tertunda. Sehari sebelum perjalanan itu berakhir, Yansen sedang mandi di kamar mandi, sedangkan aku sedang berbaring di ranjang hotel sambil memilih foto-foto yang kami ambil bersama. Tiba-tiba, sebuah pesan muncul di ponsel Yansen. Isinya adalah video yang dikirim Kiara. Di atas layar terlihat Kiara sedang berbaring di ranjang pernikahan kami. Dia mengenakan piyamaku sambil menyandarkan kepalanya di bantal milikku, lalu tersenyum ke arah kamera. “Kak, boleh nggak kita bicara satu menit lebih lama hari ini? Aku sangat merindukanmu. Tiga menit lagi sudah waktunya untuk teleponan.”
Menatap Jalan Pulang, Tak Pernah Kembali - undefined novel & cerita
Anna
Aku punya pacar yang posesifnya luar biasa. Tujuh tahun kami bersama, dan kalimat yang paling sering keluar dari mulut Wilda Malik selalu sama. "Pacarku ganteng banget, lho. Tahu, nggak? Kalau sampai ada yang tahu, habis kamu." "Sayangku seganteng ini, siapa pun pasti langsung klepek-klepek. Orang lain ngelirik kamu dikit aja, aku udah nggak terima." Makanya, dia tidak pernah sekali pun mengizinkan aku masuk ke lingkaran pertemanannya. Sampai suatu hari, lewat akun keduaku, aku tidak sengaja menemukan unggahannya. Tiga tahun. Lebih dari 600 postingan. Isinya cuma satu, momen-momen kebersamaannya dengan pria lain. Mereka berdua menyusuri Istana Awan Putih, memanjatkan doa di puncak gunung bersalju, berciuman di tengah jalanan Kota Samudra. Dan postingan terbarunya. Fotonya di tepi pantai. Dia dan pria itu berciuman, dikelilingi sorak-sorai dan teriakan teman-teman mereka yang heboh. Keterangannya berbunyi: [Mencintai seseorang, berarti nggak mampu menahan diri untuk memamerkannya kepada seluruh dunia.] Jemariku gemetar. Tanpa sepatah kata, aku keluar dari halaman itu dan langsung memesan tiket pesawat ke Kota Selatan. Ternyata, cinta tujuh tahun ... bisa benar-benar dilepaskan hanya dalam sekejap mata.
Sembilan Tahun yang Hanyut Bersama Angin - undefined novel & cerita
Ges
Nama kami hanya berbeda satu huruf. Asisten junior Rendra bernama Alesha, sedangkan namaku Alisha. Untuk kesekian kalinya, Alesha kembali salah menyebut nama kami berdua. Kali ini, kesalahan itu terjadi di pesta lajang yang diadakan perusahaan untuk merayakan hubunganku dan Rendra. Semua orang langsung bersorak, menggoda kami berdua. Sebuah spanduk berisi ucapan selamat atas berakhirnya masa lajangku dan Rendra pun dibentangkan. Seseorang membacanya dengan lantang. “Selamat untuk Rendra dan Alesha! Semoga kalian selalu bahagia dan saling mencintai selamanya!” Suasana di dalam ruang pesta seketika hening. Suara Alesha yang lirih dan gugup pun terdengar. “Maaf, Kak Alisha. Aku nggak sengaja salah lagi.” Aku tak berkata apa-apa. Aku hanya menoleh ke arah Rendra. Alisnya bahkan tak berkerut sedikit pun. Tanpa sadar, dia justru menenangkan Alesha. “Nggak apa-apa. Cuma masalah kecil. Dia nggak akan mempermasalahkannya.” Setelah mengatakan itu, dia berjalan menghampiri Alesha dan berdiri di sisi yang berlawanan denganku. Tubuhnya sepenuhnya menutupi sosok Alesha. Tatapannya kembali tertuju kepadaku, menyiratkan peringatan yang sama seperti sebelumnya. “Alisha, itu cuma spanduk. Dia nggak sengaja melakukannya.”
Cintamu Sudah Nggak Laku - undefined novel & cerita
Pir
Sepulang ke tanah air, Sandra Kirana, si mawar liar yang pemberani dan sulit dikekang, mendapati dirinya ternyata sudah menikah! Pria yang dijodohkan dengannya adalah Julian Pratama, pemimpin Keluarga Pratama, yang bahkan usianya delapan tahun lebih tua darinya! Tentu saja Sandra tidak sudi menerima pernikahan itu. Jadi, saat pertama kali bertemu dan mendengar bahwa pria itu sangat menjaga sikap, bahkan punya kebiasaan berlebihan soal kebersihan, Sandra sengaja muncul dengan gaun hitam ketat bertali tipis, ditemani delapan model pria papan atas yang mengelilinginya, sibuk menyajikan teh dan melayaninya. Orang tuanya sampai merasa malu dan hendak meminta maaf. Namun, Julian malah membungkuk tenang. Dengan kelima jarinya yang panjang dan kuat, dia menahan mereka, lalu berkata dengan suara rendah dan jernih, sebening aliran air yang menghantam bebatuan, "Sejak awal, pernikahan ini memang sudah bikin Nona Sandra dirugikan. Seharusnya aku yang minta maaf padanya." Sandra tertegun sesaat, lalu perlahan mendongak. Di hadapannya, mata Julian yang dalam memancarkan warna cokelat keemasan yang begitu memikat.
Sebelumnya
12345
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status