Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Selingkuh×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Plot Twist Selingkuh Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Selingkuh short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor - undefined novels & stories
Eudora
Di malam ketika Peter menikah dengan wanita lain, Nindy menghancurkan rumah tempat mereka bersama selama delapan tahun!
Jebakan Lembut - undefined novels & stories
Delia
Saat hamil 28 minggu, aku baru mengetahui bahwa suamiku, Reno Dewangga, menikahi aku hanya untuk menggantikan pujaan hatinya menanggung sakitnya melahirkan. Di balik sikapnya yang lembut dan penuh perhatian, tersembunyi tipu daya yang dirancang dengan cermat. Ketika aku memutuskan untuk bercerai dan pindah ke luar negeri, pujaan hatinya menyebabkan aku keguguran. Setelah kehilangan anakku, aku pergi jauh ke negeri asing, tapi Reno justru mulai mengejarku tanpa henti. Dia berlutut di atas salju memohon maaf, tanpa menyadari bahwa aku telah menyiapkan jebakan yang tak terelakkan. Kali ini, aku akan membuat dia dan pujaan hatinya membayar harga yang setimpal, serta menuntut keadilan untuk anakku.
Harga Sebuah Ambisi : Status dan Tahta - undefined novels & stories
Jasmine Flower
Tiga hari sebelum tanggal hari perkiraan lahirku, suamiku pulang dan memberi tahu bahwa dia akan menikahi Bella Voltera. “Bayinya akan lahir sebentar lagi,” kata Lukas. “Kalau aku menikahinya, aku akan mendapatkan posisi sebagai Bos Keluarga Moreno.” Aku berdiri di sana dalam keadaan mengandung anaknya dan bertanya, “Jadi, kau ingin aku menghabiskan sisa hidup sebagai wanita simpanan rahasiamu?” Dia menjanjikanku dokter, pengawal, uang, dan rumah yang dijaga ketat di luar Kota Charagos. Dia berkata bahwa aku akan tetap menjadi istrinya, selama aku tidak pernah muncul di hadapan Bella. Ketika aku menolak, dia menatapku dengan tatapan iba, seolah-olah aku ini terlalu biasa untuk bisa memahami dunia tempat dia sebenarnya berasal. Dia pikir aku hanyalah Arina, wanita pendiam yang senang menanam tomat di rumah tepi danau. Dia tidak tahu bahwa aku adalah Arina Castelo, putri tunggal Ketua Komisi Tinggi Mafia. Aku menatapnya dan berbisik, “Bagaimana kalau aku mengatakan bahwa keluarganya Bella tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keluargaku?”
Cinta Aliansi, Cinta Transaksional - undefined novels & stories
H.S.X
Di lingkungan para konglomerat, ada sebuah aturan tak tertulis, yaitu pasangan yang menikah karena aliansi keluarga boleh saja punya kehidupan masing-masing di luar. Namun, apa pun yang dibelikan untuk selingkuhan, wajib dibelikan juga untuk pasangan sah di rumah. Dean Ramosh adalah orang yang sangat berprinsip. Jadi bahkan setelah Keluarga Syahrina bangkrut, dia tetap teguh mematuhi aturan itu, bahkan memberikannya seratus kali lipat demi menghargai Calista Syahrina. Jika kartu selingkuhannya menerima uang saku 200 juta per bulan, kartu Calista harus stabil menerima 20 miliar. Baru saja Dean menghadiahi selingkuhannya perhiasan senilai dua miliar, dia langsung mengirimkan Calista sebuah cincin zamrud antik bernilai 200 miliar. Para nyonya kalangan elite yang sudah terbiasa melihat laki-laki hidup hedon bersama wanita simpanan, memang menghela napas prihatin melihat drama asmara antara Calista dan Dean yang sempat membuat heboh seantero kota. Namun, mereka tetap saja tak tahan untuk memberi saran bahwa Calista seharusnya belajar untuk merasa bersyukur. Bersyukur? Tentu saja Calista merasa bersyukur. Oleh karena itu, di hari ketika Dean terang-terangan memberikan sebuah rumah di pinggiran kota yang nilainya tak seberapa kepada selingkuhannya, Calista juga menerima sertifikat Vila Northcoast No. 1 dari tangan Dean sambil berkata, "Sepertinya aku tiba-tiba merasa agak bosan. Gimana kalau kita bercerai?"
Countdown Cinta - undefined novels & stories
Muriaz
Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Menanti Kabut dan Awan Berpaling - undefined novels & stories
Gogo
Baru saja keluar dari rumah sakit setelah menjalani aborsi, aku mengirim pesan kepada suamiku. [Aku sudah menggugurkan kandunganku.] Ardian Mahendra membalas, [Oke]. Aku menatap angka itu, tiba-tiba merasa agak lucu. Bertahun-tahun ini, setiap kali aku memberitahunya sebelum melakukan pekerjaan berisiko tinggi, yang kuterima adalah [Oke]. Mengingatkannya untuk mencariku jika aku tidak bisa dihubungi dalam dua puluh empat jam, yang kuterima juga [Oke]. Saat aku terjebak di bawah reruntuhan akibat tanah longsor dan hilang kontak selama tujuh puluh dua jam penuh. Dalam ketakutan yang luar biasa, aku mengirimkan tiga ratus sembilan pesan minta tolong kepada Ardian. Dia membalasnya dengan tiga ratus sembilan angka [Oke]. Saat itulah aku baru menyadari dengan perasaan terkejut, bahwa yang kuterima selama ini hanyalah balasan otomatis. Ardian tidak pernah membaca pesanku. Tentu saja dia juga tidak tahu bahwa sejak setengah bulan lalu, aku sudah memberitahunya kalau aku akan menerima tugas luar negeri. Dan aku akan menggugurkan kandungan hari ini. Semangat dan energinya selama ini hanya milik wanita yang memenuhi beranda media sosialnya. [Peringatan hari ke-1000, yang juga ulang tahun Selly.] Foto yang dilampirkan adalah tangkapan layar obrolannya dengan Selly Harfa.
Perpisahan di Malam Salju - undefined novels & stories
Tutut
Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar. Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella. Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella. "Kembali. Jangan temui dia." "Kalau nggak, kita cerai." Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir. Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku, "Sudah cukup belum kamu membuat keributan?" Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya. "Kita cerai." Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella. Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius. Ivan mencibir dingin. "Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak." Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat. Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih - undefined novels & stories
Bintang
Setelah ujian nasional selesai, kami berlima teman masa kecil yang sudah sangat dekat sejak kecil, berkumpul untuk bermain permainan kekompakan. Ronde pertama, sahabatku, si Mina bertanya, “Kalau salah satu dari kita terjebak di daerah pinggiran kota tengah malam, siapa yang akan kalian selamatkan lebih dulu?” Tiga pemuda yang sejak kecil sering dijuluki sebagai calon suamiku itu tanpa ragu menuliskan nama Mina secara bersamaan. Orang-orang langsung menyoraki mereka karena terlalu kompak. Dengan wajah memerah, Mina menjelaskan, “Mungkin karena aku yang paling penakut. Jena begitu hebat, dia sama sekali nggak membutuhkan orang lain untuk menyelamatkannya.” Mereka semua mengangguk. Namun, mereka lupa bahwa saat berusia enam belas tahun, saat aku terjebak di pegunungan, merekalah yang menerobos hujan deras untuk mencariku. Mereka bahkan berebut untuk menggendongku turun gunung saat itu. Saat itu, mereka semua berkata, “Apapun yang terjadi, kami pasti akan memilihmu lebih dulu.” Ronde kedua, giliranku yang mengajukan pertanyaan. Aku menatap mereka, lalu tersenyum sambil membacakan pertanyaan dari kartu, “Kalau dari kita berlima hanya empat orang yang boleh kuliah di kampus yang sama, siapa yang akan kalian korbankan?” Suasana di dalam ruang VIP itu langsung hening. Mina menggigit bibirnya, lalu menjadi orang pertama yang mengangkat papan jawabannya. Di sana tertulis namanya sendiri. Namun, ketika tiga papan lainnya dibalik, semuanya tertulis namaku. Jack yang paling memanjakanku, bicara lebih dulu, “Ini hanya permainan, jangan-jangan kamu malah menganggapnya serius?” Kelvin bergegas menimpali, “Kesehatan Mina nggak begitu baik, dia nggak bisa ditinggal sendirian di kota asing.” Sementara Kelvin mengusap rambutku, berkata dengan nada lembut seperti biasanya, “Lagipula kamu juga mendaftar di kampus lokal. Kalau misal harus berkurang satu orang, kamu masih bisa pulang ke rumah setiap hari. Itu nggak bisa dibilang meninggalkanmu.” Aku menatap keempat jawaban itu, lalu tiba-tiba tersenyum. Mereka tak tahu, kampus lokal yang sudah mereka pilihkan untukku itu, sama sekali tak pernah kumasukkan ke dalam formulir pendaftaran...
Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian - undefined novels & stories
Goldhour
Di tengah malam, aku berlutut lemas di ambang jendela, terengah-engah dengan napas berat, dan air liurku menetes tanpa bisa kucegah. Di belakangku, teman sekelas anakku dari sekolah olahraga itu merobek stoking hitamku dengan kasar, lalu meraba pantatku yang bulat dan montok. Dia mencengkeram rambutku erat dan berbisik dengan nada menggoda, "Tante, apa anakmu tahu, kalau kamu seliar ini?" Tepat saat itu, ayahnya juga masuk. "Nak, kamu masih kecil, banyak hal yang belum kamu pahami. Ayah akan mengajarimu..."
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling - undefined novels & stories
Camilla Hafsah
Aku disiram segelas air oleh klien, tubuhku gemetar saat menghadapi makiannya, sementara Raisa Gunawan memeluk asistennya sambil menatapku dengan dingin. "Yoga, hal kecil seperti ini saja nggak bisa kamu selesaikan. Perusahaan nggak butuh pemalas!" Aku menyeka air di wajahku, mengambil gelas dan menenggaknya sekaligus. Lalu, tanpa ragu, aku menuang segelas lagi dan menyiramkannya balik! Siapa yang mau bekerja di sini, silakan ambil alih. Aku nggak peduli lagi!
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi - undefined novels & stories
Aman
"Mau nggak?" Aku tidak sengaja mengirim pesan tentang janji manikur dan pedikur ke kakak laki-laki sahabatku, padahal seharusnya pesan itu untuk sahabatku sendiri. Sepuluh menit kemudian, aku menerima balasan dari kakaknya: [Mireya ada di bawah, turunlah.] Aku tidak menyangka, selain usianya yang sudah matang, ternyata bagian lain miliknya juga besar. Malam itu, gairah meluap dan semuanya nyaris lepas kendali. Setelah tersadar, dia berjanji akan bertanggung jawab kepadaku. Dia sangat memanjakanku. Apa pun yang kuminta, selalu dia penuhi. Akan tetapi, ada satu syarat, yaitu aku tidak boleh mengaku bahwa aku adalah kekasihnya di depan umum. Lima tahun kemudian, dia pulang membawa seorang wanita. Sambil merangkul pinggang wanita itu, dia menyuruhku memanggilnya "Kakak Ipar". Aku bertanya kepadanya, "Kalau dia kakak iparku, lalu apa arti lima tahun penantianku untukmu?" Pria itu tersenyum santai, tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya membuat sekujur tubuhku terasa membeku. "Menunggu? Memangnya aku pernah memintamu untuk menunggu?" "Aurelia Faresta, ke depannya, jangan pernah lagi mencintai orang dengan begitu tulus kayak gini. Itu sungguh mengerikan." Ternyata, seluruh cinta yang kuberikan dengan segenap jiwa ragaku, hanyalah sebuah beban yang ingin dia hindari. Aku pun mulai mencoba untuk tidak lagi mencarinya, belajar untuk melepaskannya dan akhirnya … pergi meninggalkannya. Namun, seminggu kemudian, saat aku sedang mengucapkan janji suci pernikahan dengan pria lain …. Sosok pria yang dahulu begitu arogan dan penuh gairah itu, kini berdiri di bawah altar dengan mata yang memerah.
Janji yang Dikhianati, Cinta yang Terluka - undefined novels & stories
Aleyani
Aku menggugurkan bayiku yang usianya belum genap tiga bulan tanpa sepengetahuan tunanganku. Dia sedang menjalin hubungan penuh gairah dengan cinta pertamanya. Agar cinta pertamanya itu merasa betah, dia langsung menyuruhku mengosongkan kamar tidur utamaku untuk cinta pertamanya. Dia bahkan mengubah pesta pertunangan kami menjadi pesta penyambutan untuk cinta pertamanya, juga membiarkanku menjadi bahan tertawaan semua orang. Aku pun berbalik, memotong gaun pertunanganku, dan setuju untuk menikahi pasangan kencan butaku.
Sejak Saat Itu, Kita Tak Lagi Saling Bersinggungan - undefined novels & stories
Blue
Sahabatku menyerahkan surat perjanjian perceraian yang sudah disusunnya kepadaku. “Kamu menghabiskan waktu lima tahun mengejar Reygan sampai akhirnya bisa mendapatkannya. Kenapa sekarang tiba-tiba mau cerai?” Aku tersenyum tipis. “Karena dia nggak mau temani aku makan.” Lima jam sebelumnya, aku mengirimkan alamat restoran kepada Reygan. [Ini ulang tahun pernikahan kita yang ketiga. Aku sudah pesan tempat di sini.] Tak lama kemudian, dia membalas. [Sibuk. Nggak sempat.] Lima tahun mengejar Reygan, tiga tahun menikah dengannya, yang kudapat pada akhirnya hanya tiga kata itu. Di bawah gedung perusahaan, aku melihatnya sedang membantu seorang gadis berambut pendek masuk ke mobil dengan begitu hati-hati. Selama lima tahun mengejar Reygan Baswara, sikapnya kepadaku perlahan berubah, dari yang awalnya cuek dan tak acuh, hingga akhirnya dia mau berbagi suka dan duka denganku. Namun sekarang, yang kudengar darinya setiap beberapa hari sekali hanyalah, “Sibuk. Nggak sempat.” Aku kira aku sudah tidak sebaik dulu. Ternyata, hanya orang yang dicintainya yang telah berganti. Ponselku berdering. Ternyata telepon dari restoran. “Nona, boleh kami tahu malam ini Anda datang bersama berapa orang?” Aku memasukkan surat perjanjian perceraian itu ke dalam tas. “Sendirian.” Aku tahu Reygan juga membawa gadis itu ke restoran tersebut. Kebetulan sekali. Mulai hari ini, menu andalan restoran itu .... Kamu mau menikmatinya dengan siapa pun, itu sudah tidak ada hubungannya denganku. Aku akan menikmatinya sendiri.
Dikecewakan 26 Kali, Kini Aku Menikahi Calon Kakak Ipar - undefined novels & stories
Mikha
Ini adalah ke-27 kalinya aku dan Zarend datang ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan. Baru saja petugas memanggil nomor antrean kami, Alicia, adik tiri yang mengikuti dari belakang, tiba-tiba membungkuk sambil memegangi perutnya. "Kak, perutku sakit banget." Zarend langsung memapahnya dan berkata, "Aku antar kamu ke rumah sakit sekarang." Alicia buru-buru menggeleng, lalu menjawab, "Nggak usah. Hari ini hari penting kalian. Aku tahan saja." Meski berkata demikian, tangannya yang mencengkeram lengan baju Zarend sama sekali tidak dilepaskan. Zarend mengernyit. "Alicia, jangan memaksakan diri. Kakak antar kamu sekarang." Usai bicara, dia menyelipkan kembali nomor antrean ke tanganku. Aku menatapnya. "Daftar nikah cuma butuh waktu sebentar. Bahkan sepuluh menit pun kamu nggak bisa luangkan untukku?" Dia bahkan tidak melirikku, melainkan berkata, "Toh sudah menunggu 26 kali. Sekali lagi juga nggak ada bedanya." Mendengar nada bicaranya yang seolah semua itu sudah sewajarnya, aku tiba-tiba tertawa. Ternyata selama ini dia tahu. Hanya saja, dia tidak pernah menganggap penantianku sebagai sesuatu yang penting. "Zarend, kalau hari ini kamu nggak menikah denganku, nggak akan ada lagi kesempatan selanjutnya." Dia merangkul Alicia tanpa mengangkat kepala dan berkata, "Jangan bikin masalah dulu. Tunggu sampai aku pastikan Alicia baik-baik saja." Aku menunduk dan mengeluarkan ponsel, lalu mencari sebuah nomor yang sudah lama tidak pernah kuhubungi. [ Datang ke kantor catatan sipil dalam sepuluh menit. Bawa dokumenmu. ]
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novels & stories
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
Dia Mau Jadi Adik Iparku, Aku Restui! - undefined novels & stories
Makjos
Aku tahu suamiku, Bara Atmaja, memalsukan kematiannya dan menggantikan identitas adik kandungnya. Namun, aku memilih tidak mengungkapkannya. Aku justru mendatangi kepala komando militer dan melaporkan bahwa suamiku telah meninggal, meminta padanya agar nama suamiku dicoret dari dinas kemiliteran. Di kehidupan sebelumnya, adik iparku meninggal secara tak terduga. Suamiku dengan tegas melepas jabatan komandan resimen dan menyamar sebagai adiknya, semata agar istri adiknya tidak hidup menjanda. Aku mengenalinya sebagai Bara Atmaja dan menuntut penjelasan mengapa ia berpura-pura menjadi adik iparnya. Namun Bara bersikeras menyangkal, lalu menepis tanganku. “Kakak ipar, aku tahu kematian kakak membuatmu terpukul. Tapi jangan karena kakak meninggal, lalu kamu menganggapku sebagai dirinya!” Ia melindungi istri adiknya yang tampak rapuh itu, mendorongku ke sungai yang dingin, dan memperingatkanku agar tidak berkhayal. Putriku yang baru berusia lima tahun menangis sambil bertanya mengapa ayahnya tidak menginginkannya lagi. Ia malah dikurung di kandang sapi untuk introspeksi diri, dan dibiarkan kelaparan selama tiga hari tiga malam. Ibu mertuaku mencercaku sebagai perempuan pembawa sial yang mencelakakan suami, lalu mengusirku bersama anakku tanpa sepeser pun. Bara bahkan menyebarkan kabar bahwa aku sudah gila, baru saja suamiku meninggal, aku sudah mengincar adik iparku. Aku dicemooh dan dihina semua orang. Dalam keadaan linglung, aku memeluk anakku dan meninggal di tengah dinginnya cuaca dingin. Saat aku kembali membuka mata, aku telah kembali ke hari ketika suamiku mulai menyamar sebagai adiknya.
Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku - undefined novels & stories
Liam
“Ternyata tubuh istriku jauh lebih sensitif dari yang kubayangkan.” Di dalam kegelapan, napas Steve berhembus di ceruk telingaku, sementara tangan besarnya mulai bergerak liar di pinggangku. Aku berusaha keras memberontak, tapi dia malah memelukku dengan lebih erat. “Jangan gerak, Pak Freddy masih menunggu kabar baik di lantai bawah.” Izin dari suamiku dan perlakuan lancang bawahannya membuatku terjebak di antara rasa malu dan kenikmatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Aku benar-benar tak bisa melarikan diri.
Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas - undefined novels & stories
Prazas
Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif akibat dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga. Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh. Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan. Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu malah tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri." Brak! Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?" Jadi, orang yang mencelakai ibunya bukan Alena? Namun, setelah Alena keluar dari penjara, Larsen telah memaksanya menikah dengan seorang pengemis buta dari kawasan kumuh. Sudah tiga tahun ....
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh - undefined novels & stories
KarenW
Sudah delapan tahun aku menikah dengan Elvin Ginanjar, pemimpin mafia narkoba di Nasara. Namun pada hari ini, tepat pada hari peringatan pernikahan kami, aku menerima sebuah foto dirinya bersama sahabat terbaikku, Lina Malloni, merayakan seolah merekalah yang menikah. Dan dalam pelukannya adalah putraku, Owen Ginanjar. Aku menatap foto itu, lalu mengetik dua kata sebagai balasan. [Betapa sempurnanya] Setengah jam kemudian, Elvin menerobos pintu depan. Suaranya bergemuruh memenuhi lorong. “Kenapa kamu selalu begitu jahat pada Lina?” Owen, anak kandungku sendiri mendorong kakiku sambil menatapku dengan marah. “Ibu jahat,” katanya. “Aku harap Bu Lina jadi ibu asli aku.” Aku tidak terkejut. Aku hanya berjalan menuju lemari, mengeluarkan setumpuk dokumen yang telah kusiapkan sejak lama, lalu menjatuhkannya di meja dengan kepastian yang dingin. “Baiklah,” kataku dengan datar. “Semua salah aku. Sekarang, bolehkah aku pergi?”
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta - undefined novels & stories
Atonim
Istri dari mendiang sahabat suamiku mengunggah foto hasil pemeriksaan kehamilan. “Terima kasih atas spermamu yang memberiku kesempatan memiliki anak sendiri.” Aku melihat di kolom suami tertera nama suamiku, Benson. Lalu, meninggalkan komentar tanda tanya. Tak lama kemudian, Benson langsung meneleponku dan memarahiku habis-habisan. “Dia itu seorang janda dan hidupnya kesepian. Dia hanya ingin punya anak supaya ada teman di rumah, biar agak ramai. Masa kamu nggak punya sedikit pun rasa toleransi?” “Lagipula, Celvin itu sahabat baikku. Dia sudah meninggal, jadi wajar kalau aku menjaga istrinya. Ini namanya setia kawan, kamu mengerti nggak, sih?” Tak lama kemudian, janda sahabatnya itu kembali memamerkan foto sebuah apartemen mewah tipe penthouse di Sandona. “Untung ada kamu yang menemaniku, membuat aku kembali merasakan hangatnya sebuah rumah.” Melihat foto punggung Benson yang sedang sibuk di dapur, aku pun berpikir, sepertinya pernikahan ini memang sudah waktunya berakhir.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status