Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Selingkuh×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

16
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Gairah
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Plot Twist Selingkuh Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Selingkuh short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Aku Menyaksikan Hatinya yang Perlahan Menjadi Tandus - undefined novels & stories
Mickey
Aku memiliki sebuah rahasia. Setiap kali bersentuhan dengan siapa pun, aku bisa melihat wajah orang yang paling mereka cintai. Sejak Nadhil pindah ke sebelah rumahku saat kami berusia tujuh tahun, di dalam hatinya hanya ada aku. Pada usia delapan belas tahun, saat dia menggenggam tanganku, orang yang ada di hatinya adalah aku. Saat berusia dua puluh dua tahun dan melamarku, yang di hatinya tetap aku. Pada malam pertama pernikahan kami, saat dia menciumku, yang ada di hatinya tetap aku. Pagi hari saat hari peringatan tiga tahun pernikahan kami, aku merapikan kerah bajunya. Saat ujung jariku menyentuh jakunnya, seperti biasa aku memejamkan mata sejenak. Namun, saat itu aku melihat dua wajah. Satu adalah wajahku, satunya lagi wajah seorang perempuan yang asing. Malam itu, layar ponsel Nadhil menyala. [Kak Nadhil, makasih ya, sudah menemaniku hari ini.] Dua puluh satu tahun, seratus ribu kali sentuhan. Untuk pertama kalinya, kemampuanku meleset.
Putri yang Dibuang, Bintang yang Bersinar - undefined novels & stories
Momo
Pada hari ketika hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan, aku refleks berteriak ke arah ruang tamu. "Ayah, Ibu, aku dapat tujuh ratus dua puluh poin!" "Aku bisa pergi ke Universitas di Sentara untuk bareng Kakak dan Ardi!" Namun yang menjawabku, tetap saja hanya keheningan. Di atas sofa, duduk empat boneka kecil. Ayah, ibu, kakak, dan, Ardi, sahabat masa kecilku. Mereka menatapku dengan mata bulat, sama seperti pada malam-malam tak terhitung sebelumnya, hanya menemaniku dalam diam. Baru saat itu aku teringat. Setahun lalu, adikku yang bernama Citra jatuh sakit. Mereka berkata, itu karena nilai akademisku yang terlalu bagus dan membuatnya tertekan hingga hampir bunuh diri. Akhirnya, aku menjadi orang yang paling harus disembunyikan dalam keluarga, dan diusir ke rumah sewa ini. Malam pertama setelah pindah, seorang pemabuk dari rumah sebelah salah menggedor pintu. Aku bersembunyi di balik selimut, merasa ketakutan hingga tak berani mengeluarkan suara saat menangis. Aku hanya bisa berulang kali menelepon ayah, ibu, kakak, dan Ardi. Di ujung telepon, yang terdengar hanyalah nada sibuk yang dingin. Menjelang fajar, ibu baru mengirim satu pesan singkat. [Jangan menelepon lagi, Citra akan sedih kalau melihat nomormu.] Sejak saat itu, aku membuat empat boneka kecil yang menyerupai mereka. Mereka menemaniku makan dan tidur. Mendengarkan setiap kemajuan yang kucapai, juga mendengarkan kesedihanku yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun. Namun saat air mataku jatuh, aku tidak lagi memeluk boneka-boneka itu. Setelah terlalu lama berjalan sendirian dalam kegelapan, akhirnya aku memiliki keberanian untuk tidak lagi menoleh ke belakang.
Rumah yang Tak Pernah Menyambutku - undefined novels & stories
Yubo
Setelah menyelesaikan ujian mata pelajaran terakhir, dari kejauhan aku melihat Ibu sudah berdiri mengenakan pakaian terbaiknya. Saat hendak berlari menghampirinya, kakak kembarku, Reina, sudah lebih dulu berlari dan memeluk Ibu. "Sayang, kamu capek, ya?" Ibu mengusap kepala Reina dengan lembut, sementara kakak laki-lakiku, Rafael, menyodorkan jus dingin yang sudah disiapkan dan dengan sigap mengambil tas sekolahnya. Aku hanya berdiri terpaku di tempat, memandangi ibu dan Rafael yang berjalan di sisi kanan dan kiri Reina, seolah melindunginya sambil membawanya masuk ke mobil pribadi. Tepat ketika mobil hendak melaju, Reina tiba-tiba berseru, "Eh, masih kurang satu orang." Aku kira, yang dimaksud adalah aku, jadi aku segera mempercepat langkah menghampiri mereka. Tak kusangka, dia justru melambaikan tangan ke arah belakangku. "Kak Stefan, di sini!" Setelah sahabat masa kecil kami, Stefan Janitra, naik ke mobil, barulah mereka menyadari bahwa aku masih berdiri di samping pintu mobil. "Vinna, kok kamu ada di sini? Bukannya kamu satu tingkat di bawah kakakmu?" Karena kondisi kesehatanku, aku masuk sekolah setahun lebih lambat daripada Reina. Setelah kesehatanku pulih, perhatian mereka sepenuhnya beralih kepadanya. Sampai-sampai mereka tidak tahu bahwa aku sudah melompati satu tingkat.
Sepuluh Koin Tembaga, Seumur Hidup Penyesalan - undefined novels & stories
Moona
Seluruh ibu kota tahu bahwa akhir-akhir ini ada aturan baru di Kediaman Adipati Wira. Setiap hari, seluruh penghuni kediaman hanya boleh menghabiskan sepuluh koin tembaga. Aturan itu muncul sejak seorang gadis pemetik bunga teratai yang membenci orang kaya, Nadia Santoso, datang ke kediaman adipati. Alya Wijaya, selaku nyonya adipati, hanya mengeluarkan uang satu koin tembaga lebih banyak. Karena itu, dia diseret dan dijatuhi hukuman dua puluh cambukan. Plak! Cambuk itu menghantam punggung Alya dengan keras. Suara kulit yang robek dan daging yang terkoyak terdengar begitu memekakkan telinga di halaman kediaman yang sunyi. "Nyonya!" Pelayan pribadinya, Rina, menangis sambil menerjang ke depan. "Hentikan! Hentikan! Tubuh nyonya lemah, nyonya tidak akan sanggup menanggung hukuman seperti ini!" Alya berlutut di tanah. Wajahnya sepucat kertas, seulas darah mengalir dari sudut bibirnya. Tubuhnya kurus hingga nyaris tinggal tulang. Gaun putih polos yang dikenakannya telah dipenuhi noda darah. Jemarinya mencengkeram tanah erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Aturan kediaman adipati tidak boleh dilanggar oleh siapa pun." Nadia berdiri di bawah serambi dengan pakaian polos. Sorot matanya dingin dan tenang. "Lebih satu koin tembaga, hukumannya dua puluh cambukan. Aturan ini telah diizinkan sendiri oleh adipati." Alya menggigit bibir tanpa memohon belas kasihan. Dia tahu, memohon pun tidak ada gunanya. Sejak Nadia memasuki kediaman, Adrian Pratama seolah telah berubah menjadi orang lain.
Rumah Baru Untukku - undefined novels & stories
Ges
Di Kota Batama, setiap kali ada keluarga yang melahirkan anak perempuan, mereka akan menanam sebatang pohon kamper pada tahun tersebut. Saat putrinya menikah nanti, pohon itu akan ditebang dan dijadikan dua peti besar untuk menampung mas kawin, sebagai simbol doa agar pernikahan mereka langgeng. Setengah bulan sebelum hari pernikahanku dan adik perempuanku, kakak laki-laki kami pulang membawa dua peti yang sudah selesai dibuat. Dia bersusah payah membawanya masuk dan mata adik langsung berbinar gembira. Ibu mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang. “Anak kesayangan Ibu sudah mau menikah saja. Padahal rasanya baru kemarin kamu masih anak kecil yang belum dewasa.” Ayah juga mengerutkan kening, nada bicaranya terdengar tegas. “Kalau dia berani bertindak semena-mena dengan Elis, bakal kuhabisi dia!” Tidak ada satu orang pun yang merasa aneh dengan peti itu. Mataku pun menatap ke belakang Kakak. Kosong, tidak ada apa-apa di sana. Aku pun bertanya, “Kak, di mana punyaku?” Kakak terkejut, seolah-oah baru teringat kalau pernikahanku juga diadakan di hari yang sama. “Saat selesai buat satu untuk Elis, ternyata kayunya kurang. Mau bagaimana lagi, jadi pohon milikmu juga ikut kupakai.” Ibu tampak agak kesal. “Sudahlah, sudah terlanjur terpakai, mau bagaimana lagi? Nanti kamu tinggal beli saja dua tas, nggak perlu pasang muka cemberut begitu, mau dikasih lihat ke siapa?” Aku menatap punggung mereka yang sedang mengerumuni adik, lalu teringat pesan yang pernah disampaikan Ayah dan Ibu pada Kakak sebelumnya. “Peti mas kawin anak perempuan itu harus dibuat dengan sungguh-sungguh, soalnya ini menyangkut kebahagiaan seumur hidupnya.” Ternyata, anak perempuan yang mereka maksud tidak termasuk aku. Jika begitu, aku juga tak membutuhkan mereka lagi.
Musim Semi Seindah Itu Tidak Akan Pernah Terulang Lagi - undefined novels & stories
Wel
Di Lembah Arunika, setiap gadis yang telah genap berusia delapan belas tahun harus membuat sendiri sebuah Lentera Bunga. Siapa pun yang mengambil lentera itu, dialah yang akan menjadi suaminya. Eila Pradana dan Pendeta Agung Raka adalah teman masa kecil. Seharusnya, Raka Wijaya-lah yang mengambil Lentera Bunga milik Eila. Hari itu, Eila menunggu seharian penuh. Pada akhirnya, lenteranya justru diambil oleh Jenderal Muda Penakluk Barat, Arga Pradipta. Kemudian, Arga berkata bahwa dia sama sekali tidak tahu Eila sedang menunggu seseorang. "Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama." Posturnya tegap dan gagah, tetapi suaranya terdengar lembut. "Ini semua salahku. Tapi, karena aku telah mengambil lenteramu, aku akan memperlakukanmu dengan baik, Nona Eila." Semua orang di barat daya bilang, Eila bisa menikah dengan Arga itu benar-benar rezeki yang nggak terduga.
Salju Pertama Setelah Tujuh Tahun Bersama - undefined novels & stories
Xaviera
Julia Martha hidup asal-asalan dan semaunya sendiri sejak kecil. Sebagai putri tunggal tiga generasi Keluarga Martha, yang hampir kehilangan nyawa karena lahir prematur. Orang tuanya yang baru memiliki anak di usia paruh baya, sangat memanjakannya bak permata. Latar belakang ini membuatnya terbiasa dengan aturan bahwa dunia harus berputar di sekelilingnya. Oleh karena itu, di usianya yang kesembilan belas tahun, saat menyelamatkan Calvin Parsa yang jatuh ke air, dia jatuh cinta pada pandangan pertama, dan menggunakan segala cara untuk memaksa pria itu menikah dengannya. Setelah menikah, Julia baru tahu bahwa pria itu memiliki cinta pertama yang tidak bisa dilupakan. Jadi, tentu saja, dia mulai menargetkan Naomi Filla. Pertama, dia merusak karya Naomi di pameran lukisan. Kemudian, dia menyuap media untuk membuat berita utama hiburan tentang kepulangan Naomi setelah bercerai sebagai janda kaya yang terbuang. Hingga kali ini, dia secara diam-diam melaporkan masalah perpajakan galeri milik Naomi. Selama empat puluh delapan jam penuh, Calvin mengupayakan segala cara, tetapi tetap tidak bisa mengeluarkan wanita itu dengan jaminan. Tidak sanggup menahannya lagi, Calvin akhirnya menemui Julia. "Sudah cukup kegilaanmu ini?" ucapnya kata demi kata. "Apa kesalahan Naomi? Kalau ada masalah, lampiaskan saja padaku!"
Bayang Asmara yang Pudar - undefined novels & stories
Fes
Yulia duduk di sudut bar, menatap para pria dan wanita di bawah remang lampu, merasa dirinya benar-benar sudah gila. Hanya karena mendengar ucapan, "Alasan sebenarnya pernikahan Hendra sama Yulia ditunda itu gara-gara mantan Hendra diculik orang. Dia bahkan rela batal nikah demi menyelamatkan cewek itu." Dia benar-benar terbang ke Kota Tirta demi mencari tahu kebenarannya. Namun, pemuda terpandang seperti Hendra, yang wajahnya sering terpampang di sampul majalah bisnis dan dikenal sebagai pengusaha santun di malam amal, mana mungkin benar-benar muncul di tempat seperti ini. Dia bersiap pergi, tapi saat gelasnya baru saja ditaruh .... Duar! Suara tembakan mendadak menggema.
Countdown Cinta - undefined novels & stories
Muriaz
Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Pengantin Wanita yang Menghilang Sebelum Lamaran - undefined novels & stories
Bekzy
Selama empat tahun pernikahan kami, kata yang paling sering diucapkan Darren Setiadi hanya satu. "Tunggu." Aku mau berlibur, tunggu sampai proyeknya selesai. Aku mau merayakan hari jadi pernikahan, tunggu sampai rapatnya selesai. Aku mau ditemani pulang ke kampung untuk menjenguk orang tuaku, tunggu dia ada waktu senggang. Bahkan hari ini adalah hari ulang tahunku. Setengah bulan sebelumnya, aku sudah bertanya apakah malam ini dia punya waktu. Setelah mendapat jawaban pasti darinya, aku menghabiskan satu sore penuh memasak semua hidangan kesukaannya sambil menunggunya pulang. Namun, dari pukul enam sore hingga pukul sembilan malam, dia tetap belum juga pulang. Saat itu pula, berita malam mulai ditayangkan di televisi. [Pewaris Grup Setiadi rela berhujan demi menjemput cinta sejatinya sepulang kerja. Kisah lama mereka kembali bersemi!] Begitu mendengar sebutan familiar tersebut, aku refleks mengangkat kepala. Di layar, aku melihat pria itu memayungi seorang wanita berpakaian tipis, lalu merangkulnya erat ke dalam pelukan. Dari pintu gedung perkantoran hingga mobil Maybach yang terparkir, jaraknya jelas hanya beberapa langkah. Namun sepanjang jalan itu, payungnya terus dimiringkan ke arah wanita tersebut, sehingga bahu di sisi lain pria itu basah diguyur hujan. Ponselku tiba-tiba berbunyi. Sebuah pesan dari Darren. [Ada urusan. Tunggu aku pulang.] Aku pikir aku sudah terbiasa menunggunya. Aku pikir aku akan duduk diam di depan meja makan sambil menunggunya pulang. Namun ketika melihat jas di bahu pria itu yang basah oleh hujan di layar televisi, entah kenapa aku tiba-tiba tidak ingin menunggunya lagi.
Setelah Cincin Kawinku Untuknya, Kutinggalkan Suamiku - undefined novels & stories
Amne
Setelah mendapati suamiku yang seorang kapten pilot memberikan cincin kawin kami kepada teman masa kecilnya yang seorang janda sebagai jimat pelindung, aku pun mengganti nama kontaknya menjadi “Kapten Felix”. Saat aku mengalami pendarahan lambung akut, dia menerima telepon dari wanita itu yang mengatakan bahwa putranya mengalami mimpi buruk di tengah malam dan merindukan ayahnya. Tanpa ragu sedikit pun, suamiku langsung pergi begitu saja. Dia berjanji akan menemaniku kontrol di rumah sakit. Namun, wanita itu menangis di bandara karena takut cuaca badai. Suamiku pun langsung mengubah jadwal penerbangannya demi menemani wanita itu terbang. Aku lalu memotret surat hasil kontrolku dan mengirimkannya kepadanya, dengan disertai satu kalimat. [Kapten Felix, semoga penerbanganmu lancar.] Setiap kali, dia selalu menjawab. [Jangan ribut, hidup ibu dan anak itu nggak mudah.] Sampai akhirnya, di hari ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh, suamiku berinisiatif memesan restoran yang sama dan mengatakan ingin memasangkan kembali cincin kawin itu di jariku. Namun, di depan pintu restoran, wanita itu kembali menelepon. “Felix, aku takut, bisakah kamu menjemputku? Didi bilang, dia cuma mengakuimu sebagai ayahnya ….” Felix pun melirikku. Namun, baru saja dia ingin menjelaskan …. Aku sudah terlebih dahulu menyerahkan kotak cincin di tanganku kepada pelayan. “Tolong bantu buangkan ini.” Lalu, aku berkata kepada suamiku. “Kapten Felix, urus saja urusanmu sendiri!”
Ucapan Selamat Malam yang Memisahkan Kita - undefined novels & stories
Mickey
Yansen Sonata memiliki sebuah kebiasaan yang sudah dipertahankannya selama delapan tahun. Dia selalu menelepon tepat waktu pada setiap pukul sebelas malam. Panggilan itu selalu berdurasi tiga menit. “Kiara mengalami insomnia. Kata dokter, harus ada yang menemaninya ngobrol sebelum tidur.” “Kenapa harus kamu?” “Kiara bisa terluka pada kecelakaan waktu itu juga demi menyelamatkanku. Dia sudah menyelamatkan nyawaku.” Selama delapan tahun, sudah lebih dari 2.900 panggilan berdurasi tiga menit. Aku sudah berusaha meyakinkan diriku untuk belajar menerima semuanya. Saat ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Yansen akhirnya menyempatkan waktu untuk menebus bulan madu kami yang tertunda. Sehari sebelum perjalanan itu berakhir, Yansen sedang mandi di kamar mandi, sedangkan aku sedang berbaring di ranjang hotel sambil memilih foto-foto yang kami ambil bersama. Tiba-tiba, sebuah pesan muncul di ponsel Yansen. Isinya adalah video yang dikirim Kiara. Di atas layar terlihat Kiara sedang berbaring di ranjang pernikahan kami. Dia mengenakan piyamaku sambil menyandarkan kepalanya di bantal milikku, lalu tersenyum ke arah kamera. “Kak, boleh nggak kita bicara satu menit lebih lama hari ini? Aku sangat merindukanmu. Tiga menit lagi sudah waktunya untuk teleponan.”
Menatap Jalan Pulang, Tak Pernah Kembali - undefined novels & stories
Anna
Aku punya pacar yang posesifnya luar biasa. Tujuh tahun kami bersama, dan kalimat yang paling sering keluar dari mulut Wilda Malik selalu sama. "Pacarku ganteng banget, lho. Tahu, nggak? Kalau sampai ada yang tahu, habis kamu." "Sayangku seganteng ini, siapa pun pasti langsung klepek-klepek. Orang lain ngelirik kamu dikit aja, aku udah nggak terima." Makanya, dia tidak pernah sekali pun mengizinkan aku masuk ke lingkaran pertemanannya. Sampai suatu hari, lewat akun keduaku, aku tidak sengaja menemukan unggahannya. Tiga tahun. Lebih dari 600 postingan. Isinya cuma satu, momen-momen kebersamaannya dengan pria lain. Mereka berdua menyusuri Istana Awan Putih, memanjatkan doa di puncak gunung bersalju, berciuman di tengah jalanan Kota Samudra. Dan postingan terbarunya. Fotonya di tepi pantai. Dia dan pria itu berciuman, dikelilingi sorak-sorai dan teriakan teman-teman mereka yang heboh. Keterangannya berbunyi: [Mencintai seseorang, berarti nggak mampu menahan diri untuk memamerkannya kepada seluruh dunia.] Jemariku gemetar. Tanpa sepatah kata, aku keluar dari halaman itu dan langsung memesan tiket pesawat ke Kota Selatan. Ternyata, cinta tujuh tahun ... bisa benar-benar dilepaskan hanya dalam sekejap mata.
Sembilan Tahun yang Hanyut Bersama Angin - undefined novels & stories
Ges
Nama kami hanya berbeda satu huruf. Asisten junior Rendra bernama Alesha, sedangkan namaku Alisha. Untuk kesekian kalinya, Alesha kembali salah menyebut nama kami berdua. Kali ini, kesalahan itu terjadi di pesta lajang yang diadakan perusahaan untuk merayakan hubunganku dan Rendra. Semua orang langsung bersorak, menggoda kami berdua. Sebuah spanduk berisi ucapan selamat atas berakhirnya masa lajangku dan Rendra pun dibentangkan. Seseorang membacanya dengan lantang. “Selamat untuk Rendra dan Alesha! Semoga kalian selalu bahagia dan saling mencintai selamanya!” Suasana di dalam ruang pesta seketika hening. Suara Alesha yang lirih dan gugup pun terdengar. “Maaf, Kak Alisha. Aku nggak sengaja salah lagi.” Aku tak berkata apa-apa. Aku hanya menoleh ke arah Rendra. Alisnya bahkan tak berkerut sedikit pun. Tanpa sadar, dia justru menenangkan Alesha. “Nggak apa-apa. Cuma masalah kecil. Dia nggak akan mempermasalahkannya.” Setelah mengatakan itu, dia berjalan menghampiri Alesha dan berdiri di sisi yang berlawanan denganku. Tubuhnya sepenuhnya menutupi sosok Alesha. Tatapannya kembali tertuju kepadaku, menyiratkan peringatan yang sama seperti sebelumnya. “Alisha, itu cuma spanduk. Dia nggak sengaja melakukannya.”
Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih - undefined novels & stories
Bintang
Setelah ujian nasional selesai, kami berlima teman masa kecil yang sudah sangat dekat sejak kecil, berkumpul untuk bermain permainan kekompakan. Ronde pertama, sahabatku, si Mina bertanya, “Kalau salah satu dari kita terjebak di daerah pinggiran kota tengah malam, siapa yang akan kalian selamatkan lebih dulu?” Tiga pemuda yang sejak kecil sering dijuluki sebagai calon suamiku itu tanpa ragu menuliskan nama Mina secara bersamaan. Orang-orang langsung menyoraki mereka karena terlalu kompak. Dengan wajah memerah, Mina menjelaskan, “Mungkin karena aku yang paling penakut. Jena begitu hebat, dia sama sekali nggak membutuhkan orang lain untuk menyelamatkannya.” Mereka semua mengangguk. Namun, mereka lupa bahwa saat berusia enam belas tahun, saat aku terjebak di pegunungan, merekalah yang menerobos hujan deras untuk mencariku. Mereka bahkan berebut untuk menggendongku turun gunung saat itu. Saat itu, mereka semua berkata, “Apapun yang terjadi, kami pasti akan memilihmu lebih dulu.” Ronde kedua, giliranku yang mengajukan pertanyaan. Aku menatap mereka, lalu tersenyum sambil membacakan pertanyaan dari kartu, “Kalau dari kita berlima hanya empat orang yang boleh kuliah di kampus yang sama, siapa yang akan kalian korbankan?” Suasana di dalam ruang VIP itu langsung hening. Mina menggigit bibirnya, lalu menjadi orang pertama yang mengangkat papan jawabannya. Di sana tertulis namanya sendiri. Namun, ketika tiga papan lainnya dibalik, semuanya tertulis namaku. Jack yang paling memanjakanku, bicara lebih dulu, “Ini hanya permainan, jangan-jangan kamu malah menganggapnya serius?” Kelvin bergegas menimpali, “Kesehatan Mina nggak begitu baik, dia nggak bisa ditinggal sendirian di kota asing.” Sementara Kelvin mengusap rambutku, berkata dengan nada lembut seperti biasanya, “Lagipula kamu juga mendaftar di kampus lokal. Kalau misal harus berkurang satu orang, kamu masih bisa pulang ke rumah setiap hari. Itu nggak bisa dibilang meninggalkanmu.” Aku menatap keempat jawaban itu, lalu tiba-tiba tersenyum. Mereka tak tahu, kampus lokal yang sudah mereka pilihkan untukku itu, sama sekali tak pernah kumasukkan ke dalam formulir pendaftaran...
Cinta Sebening Embun Pagi, Kini Sirna Ditiup Angin - undefined novels & stories
Anl
Tiga tahun setelah menikah kembali dengan Dimas Aryatama, Sania Prameswari secara tidak sengaja bertemu dengan Dimas dan wanita simpanan barunya di Klub Cakrawala Malam. Di bawah cahaya lampu kristal, Dimas sedang bersandar santai di sofa kulit, ujung jari kirinya menjepit sebatang cerutu, sementara tangan kanannya dengan santai merangkul seorang wanita yang mengenakan gaun tradisional. Hadiah-hadiah mahal menumpuk seperti gunung di hadapan wanita itu. Hadiah-hadiah itu sudah pernah dilihat Sania beberapa hari sebelumnya. Dimas secara khusus terbang ke Valencia dan membelinya di sebuah rumah lelang. Beberapa hari lagi adalah hari ulang tahun pernikahan mereka, jadi Sania sempat mengira kalau Dimas sengaja membelinya sebagai hadiah kejutan. Ternyata, dia terlalu banyak berandai-andai. Malam ini, Sania sebenarnya datang untuk mengambil foto gosip selebriti kelas tiga, tetapi malah mendapati suaminya sendiri yang kembali berselingkuh. Ini sudah kedua kalinya. Dan kali ini, Sania tidak akan pernah memaafkannya lagi.
Salju Beku Menutupi Bintang - undefined novels & stories
Sella
Elsa Sandika dikenal sebagai gadis baik di mata kalangan keluarga kaya. Hal paling memberontak yang pernah dilakukannya adalah, setelah mengetahui bahwa dia akan dinikahkan dengan pewaris keluarga kaya raya terkemuka .... Dia memilih untuk melarikan diri di hari pernikahan. Karena Lintang Kusuma adalah pria yang suka bermain dan gonta-ganti wanita. Dia tidak ingin terikat seumur hidup dengan orang seperti itu. Lintang pergi mengejarnya, tapi mereka berdua kemudian diculik dan dibawa ke tempat siaran langsung ilegal pornografi. Di dalam kurungan besi, tangan dan kakinya diikat, sementara Lintang dicekoki obat perangsang. Semua orang mengira hal terburuk sudah tak terhindarkan, dan Elsa pun mengira hidupnya sudah berakhir.
Vonis Terakhir untuk Cinta Kita - undefined novels & stories
Potato
Selama sepuluh tahun, aku menjalani profesi sebagai penyiar radio malam yang berbagi kisah-kisah menyentuh hati. Malam ini adalah episode ke-521 dari acara tersebut. Hari ini bertepatan dengan turunnya salju pertama di musim dingin ibu kota, sekaligus adalah peringatan ulang tahun pernikahan ketujuhku dengan Arden Sorandi, seorang profesor hukum. Di sela jeda iklan selama lima menit, aku menatap laporan pemeriksaan kehamilan yang tergeletak di atas konsol kendali. Senyum tipis tanpa sadar menghiasi wajahku. Di atas kertas itu, tertera dengan jelas kalimat "hamil delapan minggu". Inilah hadiah yang kusiapkan untuk Arden di ulang tahun pernikahan kami yang ketujuh. Sambil membayangkan raut terkejut yang akan menghiasi wajah pria yang biasanya begitu tenang dan terkendali itu, aku pun meneleponnya. Panggilan pertama berdering selama sepuluh detik sebelum akhirnya terputus. Panggilan kedua langsung ditolak, sedangkan panggilan ketiga langsung menunjukkan ponselnya telah mati .... Arden adalah seorang pakar hukum yang memegang teguh aturan dalam hidupnya. Dia pernah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa di mana pun dia berada, jika aku menelepon, dia pasti akan mengangkat teleponku. Meskipun sedang rapat, dia juga akan menghentikan rapat. Malam ini, tepat saat aku sedang diliputi kebahagiaan dan bersiap untuk memberitahunya secara langsung bahwa kami akhirnya dikaruniai anak yang selama ini kami dambakan, dia justru tidak bisa dihubungi.
Dikecewakan 26 Kali, Kini Aku Menikahi Calon Kakak Ipar - undefined novels & stories
Mikha
Ini adalah ke-27 kalinya aku dan Zarend datang ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan. Baru saja petugas memanggil nomor antrean kami, Alicia, adik tiri yang mengikuti dari belakang, tiba-tiba membungkuk sambil memegangi perutnya. "Kak, perutku sakit banget." Zarend langsung memapahnya dan berkata, "Aku antar kamu ke rumah sakit sekarang." Alicia buru-buru menggeleng, lalu menjawab, "Nggak usah. Hari ini hari penting kalian. Aku tahan saja." Meski berkata demikian, tangannya yang mencengkeram lengan baju Zarend sama sekali tidak dilepaskan. Zarend mengernyit. "Alicia, jangan memaksakan diri. Kakak antar kamu sekarang." Usai bicara, dia menyelipkan kembali nomor antrean ke tanganku. Aku menatapnya. "Daftar nikah cuma butuh waktu sebentar. Bahkan sepuluh menit pun kamu nggak bisa luangkan untukku?" Dia bahkan tidak melirikku, melainkan berkata, "Toh sudah menunggu 26 kali. Sekali lagi juga nggak ada bedanya." Mendengar nada bicaranya yang seolah semua itu sudah sewajarnya, aku tiba-tiba tertawa. Ternyata selama ini dia tahu. Hanya saja, dia tidak pernah menganggap penantianku sebagai sesuatu yang penting. "Zarend, kalau hari ini kamu nggak menikah denganku, nggak akan ada lagi kesempatan selanjutnya." Dia merangkul Alicia tanpa mengangkat kepala dan berkata, "Jangan bikin masalah dulu. Tunggu sampai aku pastikan Alicia baik-baik saja." Aku menunduk dan mengeluarkan ponsel, lalu mencari sebuah nomor yang sudah lama tidak pernah kuhubungi. [ Datang ke kantor catatan sipil dalam sepuluh menit. Bawa dokumenmu. ]
Siapa yang Sudi Terjerat Cinta dan Benci Bersamamu? - undefined novels & stories
Sally
Ketika untuk kesembilan kalinya Keisha Sinaga membawa pisau untuk memergoki Omar Damanik berselingkuh di ranjang, dia justru mendapati bahwa perempuan yang berada di atas ranjang itu adalah adik kandungnya sendiri. Omar yang selama ini selalu bersikap dingin, justru langsung merebut pisau itu dan menghunjamkannya dengan keras ke perutnya sendiri. "Jangan sakiti Nadine." Matanya memerah saat menatap Keisha tanpa berkedip, bahkan suaranya bergetar. "Apa pun yang mau kamu lakukan buat membalas dendam padaku, aku bakal terima. Sekarang, apa kamu sudah puas?" Keisha terpaku di tempat. Ujung jarinya mati rasa karena tersiram darah yang panas. Pada detik berikutnya, ayah Keisha yang buru-buru datang langsung menamparnya dengan keras. Bentakan penuh amarah pun menghujaninya, "Keisha, kamu sudah gila, ya? Nadine cuma merebut suamimu. Memangnya itu masalah besar? Kamu malah datang ke sini dan mempermalukannya!" Ibunya pun menunjuk Keisha sambil memakinya, "Kamu sudah lima tahun menikah dengan Keluarga Damanik, tapi nggak juga kunjung hamil. Entah sudah berapa banyak wanita simpanan yang menantang posisimu sebagai Nyonya Damanik. Adikmu mau membantumu, itu keberuntunganmu! Kamu bukannya tahu diri dan berterima kasih, malah membalas kebaikannya dengan keburukan!" Pada saat itu, Keisha hanya merasa semua ini begitu gila dan menggelikan. Suaminya yang telah bertahun-tahun berseteru dengannya, justru mengalah demi adiknya. Orang tua kandungnya sejak awal sampai akhir tahu bahwa adiknya telah menjadi wanita simpanan, tetapi mereka tetap membiarkannya. Sama seperti sejak kecil hingga dewasa, mereka selalu memanjakan dan lebih menyayangi Nadine Sinaga. Apa pun kesalahan yang dilakukan Nadine, mereka akan selalu memaafkannya. Sedangkan terhadap dirinya, yang ada hanyalah tuntutan dan kecaman tanpa henti. Kalau begitu, pernikahan dan keluarga yang sudah rusak ini …. Semuanya tidak lagi dia inginkan.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status