Yang Terpilih
Dua lusin sebelumnya sudah dibawa ke mobi l oleh supir, atas perintah Giselle.
Rosa tak henti-hentinya menatap dengan rasa takjub dan kaget melihat harga-harga baju yang Giselle berikan untuknya. Gaji sebulannya untuk sepotong baju? Rasanya tak masuk akal. Sama tak masuk akalnya ketika Giselle menjelaskan, “Ini baju untuk pesta, yang ini untuk bepergian, lalu ini untuk sehari-hari di rumah. Kalau yang ini kamu bisa pakai untuk tidur.”
Rosa hanya mengangguk, menghafal semua ucapan Giselle di benaknya, walaupun baginya semua baju hamil tampak sama saja di matanya, seperti daster milik ibunya di kampung.