Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Racun Mertua

Racun Mertua

Membayangkan roti seperti perkatannya refleks membuatku menganggukan kepala. "Ya sudah saya keluar sebentar, ya," ucapnya sembari menghidupkan lampu lalu keluar. Untuk menghilangkan rasa jenuh menunggu, aku membuka ponsel dan ternyata sudah ada empat puluh tiga panggilan tak terjawab dan sepuluh pesan w******p dari Lina. Lina [Mbak!] [Apa maumu hah?!] [Jahat!] [Semoga Mbak mati bersama jabang bayimu itu]
1020.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
Re:Diva dari Gaia

Re:Diva dari Gaia

Jawabku. “Pasti bisa. Ditambah lagi mungkin kamu akan menjadi tenar berkat kekuatanmu itu. Kalau tidak salah apa ya ... .” Madania diam tanpa kata-kata. Dia melihatku, “Lupakanlah. Pertama-tama, aku minta tolong ambilkan satu ekor kelinci liar saja dong.” “Sudah lama aku tidak melihat hewan asli. Kebanyakan hewan di luar sana ada di buku saja.” Pintanya kepadaku.
93.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
Demon Emperor

Demon Emperor

Kata Nenek Lin. "HA..... tengah malam begini? Apa kau tidak takut masuk angin? Apa kau tidak takut malam-malam begini mandi di sana sendirian? Kenapa kau tidak mandi di kamar mandi di halaman belakang saja?" Kata Tuan Ma, meresa heran. "Aku lagi kepingin mandi di sungai." Kata Nenek Lin. Padahal dia tidak tahu di halaman belakang ada kamar mandi.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
CEO adalah Maut

CEO adalah Maut

celetuk Tante Lina. Vanilla mengulas senyuman. “Aku tahu. Udah ah, masih pagi jangan buat suasana melow.” Tante Lina ikut tersenyum, lantas buru-buru mengusap air mata yang belum sempat menetes. Ia memanjangkan leher dan mendapati beberapa kardus dengan huruf tegak bersambung ‘Lovely handicraft’ tersemat di setiap bagian. “Mau nganter pesenan?” tanya Tante Lina.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
My Dangerous Mafia

My Dangerous Mafia

Setelah meletakkan obat, Pria itupun melenggang keluar. Mata Mad tak sedikitpun beralih pada wajah Olivya. Hingga suara deringan ponsel berbunyi menggagalkan Mad yang sedang menikmati wajah damai Olivya. Mad mengambil ponselnya didalam saku celananya. Ponsel yang elegan berlogo apel digigit dengan warna yang ia sukai yaitu hitam. Mad membaca sebuah pesan yang dikirim oleh salah satu anak buahnya. Mad melangkah keluar kamar, Ia segera menuju ruang tamu. Mad menggulung lengan kemejanya hingga kesiku. Menuruni anak tangga dengan lincah.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

teriak Mada, suaranya tajam dan memerintah, memutus ketegangan yang mencekik. Vincent mencoba memulihkan diri. "Hei, woy! Kau ini siapa, sok-sok perintah?! Kau pikir kau bos?!" Mada menatap Vincent, tatapannya kosong, mematikan. "Aku adalah orang yang baru saja akan mengeluarkan Tujuh Puluh Lima Miliar di showroom ini. Dan aku tidak suka dilayani oleh orang sepertimu yang banyak omong."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Ada rasa kepuasan batin sesaat setelah mengucapkan hal itu. "Hamil?" ulang Mbak Rina. Ia pasti sangat terkejut mendengar hal ini. "Kurang ajar! Si Kamal penipu, sialan!" Mas Rendi marah besar. Brak! Ia menggebrak meja dengan keras. Mas Rendi naik pitam. Murka. Gebrakan meja itu dengan spontan mengagetkan keponakanku dan membuatnya menangis. Menjerit ketakutan.
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Setelah beberapa saat, Embun menutup ponselnya dan menggenggam setir dengan erat, meredam nyeri dalam dada. “Mereka menyebutnya madu,” kata Embun lirih lalu tersenyum miris. “Manis yang hanya dirasakan oleh lidah lelaki,” tambahnya. Matanya menerawang jauh. “Bagi lelaki seperti Mas Lintang, memiliki lebih dari satu perempuan dalam hidup adalah sebuah kenikmatan. Dua pelukan, dua doa yang dipanjatkan untuknya, dan dia bangga.” Sebelah sudut bibir Embun tertarik, membentuk senyum sinis. Hatinya perih.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
Aku Tak Mau DiMadu

Aku Tak Mau DiMadu

Sudah setengah jam menunggu sambil memerhatikan pintu, tapi rupanya belum ada tanda-tanda suaminya masuk ke dalam kamar. Ustad Yunus secara tidak sengaja menemukan sebuah kotak bergambar wanita berbaju seksi di dalam dasbor mobil. Kotak tersebut berisi tissue magic yang pernah diberikan oleh Papi mertuanya pada hari pernikahannya dengan Yumna. 'Apa aku perlu menggunakan tissue magic untuk malam ini? Tapi bagaimana cara menggunakannya??' Ustad Yunus bertanya-tanya dalam hati, lalu membalik kotak itu untuk membaca petunjuk penggunaannya.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
Kurelakan Surga Untuk Maduku

Kurelakan Surga Untuk Maduku

ucap tante Ani sambil menunjuk ke arahku. “Berhenti mengatai istriku mandul, DIA TIDAK MANDUL!” teriak mas Ridwan dengan penuh penekanan, otot di lehernya sudah nampak. “Memang dia M A N D U L,” balas tante Ani Brak! Pintu kamar di tendang oleh mas Ridwan, mama Anita kembali menarik tante Ani untuk pergi dari kamar kami.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai 10 contoh mad lin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status