Remember Me, BE!
Aku sayang kamu, Be. Janji, ya, nggak pernah tinggalin aku!
Diva duduk dengan cepat. Mimpi itu datang lagi, bersama senyuman samar seorang laki-laki. Diva memegang dadanya yang berdebar. Selalu seperti ini, jantungnya selalu berdebar keras seperti seseorang yang berlomba setiap kali mimpi itu datang. Sudah sepuluh tahun dan semuanya tidak berubah. Mimpi itu selalu datang sejak dia terbangun dari koma dan kehilangan ingatannya. Diva mengembuskan napas kuat dari mulut, menyandarkan punggung pada kepala ranjang. Mata bulatnya melirik ke arah nakas, mengintip jam digital yang berada di atas sana. Sekali lagi Diva mengembuskan napas. Masih pukul tiga dini hari, pagi masih beberapa jam lagi, tapi
Hot Chapters