KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK
tanya Amy dengan wajah polosnya membuatku terbatuk seketika.
Kulihat ibu menoleh lalu menatap Amy yang masih menunggu jawabanku. Mendadak teringat kembali pesan larangan pacaran yang selalu disampaikan ibu padaku.
"Nggak, Dek. Mana mungkin Kak Zaki yang tampan, pintar dan kaya itu suka sama Mbak Zizi. Jangan berlebihan. Kak Zaki itu sudah punya calon sendiri. Sudah, sudah. Waktunya tidur, jangan suka gosip. Ingat pesan ibu, nggak boleh pacaran," ujarku penuh keseriusan.