Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PLAYER

PLAYER

Apalagi alasannya kalau bukan karena tampang mereka yang berbeda dari orang Indonesia pada umumnya. Sebenarnya kalau hanya sepintas lewat, Arla masih terlihat seperti asli berdarah Indonesia, hanya mata hazel, rambut coklat dan hidungnya yang membuatnya seperti blasteran. Tapi kalau diperhatikan lebih teliti, Arla memang terlihat punya darah campuran. Sementara Abiel, sepertinya mengambil 80% gen dari mamanya.
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as abra
Read
+Library
Indy Shinta
Halo, teman-teman. Selamat datang di novel terbaruku. Novel ini kubuat dalam rangka lomba menulis, dengan tema: "Haruskah Aku Menjadi yang Kedua." Tinggalkan jejak komentarmu ya... Yuk, dukung novel ini dg kasih vote :) Thx. Happy reading...
Indah Suwarni
aku kira sama Presdir lagi tapi balikan ke mantan ,kok aku kecewa ya......,padahal si Presdir red flag,aku berharap si anak cewek bukan anaknya Nathan .aku maraton baca ini. bagus kok alur nya.emosinya dapet.
Read All Reviews
BATARI

BATARI

“Batari, dengar aku. Rasain telapak tangan kamu. Rasain lantai. Sebut tiga hal yang kamu lihat.” Batari berusaha. Ia memaksa dirinya menatap: lilin, retakan cermin, darah kering di buku jarinya. “Tiga,” Batari berbisik. Suaranya kembali sedikit “punya dirinya”. Lenka diam beberapa detik. Freya menyambar momen itu. “Bagus. Sekarang sebut dua suara yang kamu dengar.” Batari menelan ludah. “AC… dan… hujan jauh.”
10429 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as abra
Read
+Library
ARJUNA

ARJUNA

Raina kangen. "Gue tau lo pasti punya firasat." Arjuna keluar dari rumah. Dengan wajah belepotan tepung membuatnya terlihat sangat putih. "Tau aja. Nih, kebab, buat adik-adik lo." Raina tertawa. Mengulurkan plastik putih berisi banyak porsi kebab. "Masuk aja. Mama ada, kok." ***
105.2K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as abra
Read
+Library
Persona

Persona

"Aku..." ***
106.5K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as abra
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Byakta mengangguk dengan malas. Speranza berjalan masuk, dia menghampiri brankar Yasa. Byakta menutup hidungnya saat mencium bau aneh dari tubuh Speranza. "Kau habis darimana? Mengapa tubuhmu sangat bau?!" tanya Byakta dengan kesal. Speranza terdiam. Dia mencium tubuhnya dan mengakui tubuhnya sangat bau. Byakta mendekat ke arah Speranza untuk mencium lebih jelas bau dari tubuh Speranza.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as abra
Read
+Library
LARA

LARA

balas Ibu Sarah. "Kemarin kan udah dikasih uang buat belanja sayur dan keperluan sehari - hari. Uangnya kemana?" "Tuh, Buat beli mainan Sarah," ucap Ibu Sarah sambil menunjuk Sarah. "Yah. Kemarin lbu nggak beliin mainan Sarah. Tadi siang, Sarah mainan boneka yang dibeliin Ayah dulu. Sarah juga masih pakai pensil warna faber castell hadiah dari Ayah waktu Sarah ulang tahun," ucap Sarah sambil tersenyum kepada Ayahnya.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as abra
Read
+Library
U

U

Yura bergumam sambil menutup matanya, membiarkan butiran air mata terus mengalir. Bima tetap tidak memberikan rasa ibanya. Dia hanya berdecih dan mulai berdiri, berjalan pergi meninggalkan Ari dan Yura. Sebelum Bima pergi, dia sempat menabrakkan bahunya ke arah Ari dengan sangat keras. Ari hanya memberikan tatapan menantang kepada Bima. Tapi karena Bima sudah malas meladeni semuanya, dia tetap berjalan tanpa membalas tatapan marah Ari.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as abra
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status