Benih Yang Kau Tanam
Rania tersenyum lebar mendengar gombalan Damar, meski tidak seromantis para pujangga tapi itu sudah cukup membuat hati Rania berbunga.
Acara dilanjutkan pada sore hari, acara resepsi pada hari yang sama memang sudah menjadi adat di daerah Rania. Meski tidak banyak undangan yang disebar, tapi tamu yang datang cukup banyak. Dari para tetangga, teman semasa sekolah, bahkan teman kerja Rania pada jaman dulu juga banyak yang hadir. Memang seperti itu acara di kampung, tidak perlu menunjukkan kartu undangan untuk bisa menghadiri acara pernikahan.
"Ran, ya ampun, nggak nyangka masih bisa ketemu kamu. Cantik banget, masih kayak abg yang nikah," ucap salah satu teman Rania pada jaman smp.