Terjebak Dendam dan Gairah
Pohon itu kini telah tumbuh tinggi, kokoh, dan berdaun lebat.
Aurelia, yang perutnya membesar karena mengandung anak pertama mereka, bersandar pada Abimanyu, menatap pohon itu dengan mata berkaca-kaca.
"Lihat, Abi," bisik Aurelia, menyentuh lembut batang pohon. "Dia sudah kuat. Sama sepertiku."
"Sama sepertimu," balas Abimanyu, mencium kening istrinya. "Kamu mengizinkan akar kita menancap di sini, Sayang."
Bab Populer