Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menentang Dunia

Menentang Dunia

Di dunia ini di mana, seni bela diri sangat diangung-agungkan. Sisi yang kuat memegang penuh atas yang lemah, yang lemah harus patuh. Setiap perkataannya adalah hukum yang wajib dilaksanakan. Bagi yang melanggar mereka akan kehilangan nyawa. Ketidak adilan ini selalu di pegang teguh oleh para kultivator atau dewa sebagai sebuah hukum, mereka menyebutnya hukum alam. Hukum Alam yang sangat merugikan orang berada di bawah.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
DIA YANG MENOLAK DIABAIKAN

DIA YANG MENOLAK DIABAIKAN

"Kau lihat berapa banyak keluarga Cantika, bahkan polisi juga mendukung wanita. Pikir penolakanku akan berpengaruh pada pernikahan kalian?!" Dia tak menjawab tapi hanya mendesah panjang. "Setelah semuanya terjadi aku memang memintamu untuk bersikap adil tapi, tapi yang namanya adil tidak akan bisa diraih, karena tolak ukur adil berbeda tergantung sudut pandang!" "Menurutmu aku tidak adil?"
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Suara Rahman kembali terdengar setelah beberapa menit mereka berpikir. “Bagiku...” “Salah satu...” Rahman menghela nafas saat kedua pria di depannya ini menjawab dengan serempak. “Kau yang lebih dulu,” ucap Rahman menatap Bara. Bara menghela nafas panjangnya terlebih dahulu. Mendongak sedikit untuk menatap Rahman. “Bagi saya ... tidak sepatutnya seorang hamba berkata akan bentuk keadilan Tuhan. Karena, di mana kita merasakan ketidak-adilan, maka itulah keadilan.”
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 790 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

“Tidak. Tapi kau harus menggunakan cara yang benar dan tepat.” Chiu Kang mengangguk. Tampaknya dia sedikit paham. “Ada satu hal yang belum kupahami tentang penjelasan Guru.” “Apa itu?” “Apakah ada sesuatu yang dapat mengukur keadilan, Guru?” tanya Chiu Kang. “Ayahku dulu pernah berkata bahwa keadilan adalah keseimbangan, seperti membagi roti menjadi dua dengan berat dan ukuran yang sama. Hanya saja aku masih belum mengerti, bukankah seseorang yang berbadan besar dan seseorang dengan badan kecil memiliki kebutuhan yang berbeda? Jika aku membagi sepotong roti itu dengan seimbang, bukankah itu akan dianggap tidak adil oleh orang yang berbadan besar, karena dia makan lebih banyak dari yang berba
8.218.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Ayah Anakku, di Antara Tiga Penguasa

Ayah Anakku, di Antara Tiga Penguasa

Kedudukan ini. "Bukankah Anda sendiri yang menyatakan bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini itu adil?" Sebastien melangkah mendekat. "Jadi tetaplah hidup setelah menerima ketidakadilan itu." Dia tidak bisa menahan getaran di ujung kalimatnya. "Jika dunia terlalu buta untuk melihat kebenaran. Terlalu pengecut untuk melawan tangan-tangan tamak yang menjadikan hukum sebagai barang dagangan."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Nona Muda yang Terbuang

Nona Muda yang Terbuang

Dia ingin melompat, mengakhiri hidupnya adalah pilihan terbaik yang bisa dia lakukan “Tidak nona! Tidak, jangan!” tiga suste menarik tangannya. “Tidak! Biarkan aku mati! Pergia kalin, tidakk” dia berteriak frustasi, hampir dia merasa sangat gila. Hancur kehidupannya, tidak imbang dengan apa yang sudah ia rasakan. Dia sudah bertahan, tapi kenapa seperti ini. “Nona, sadarkan dirimu! Jangan lakukan itu, nona”
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

"Setelah bertahun-tahun hidup dengan luka yang tidak sembuh, aku menyadari sesuatu." Firman dan Diana menatapnya dengan penuh perhatian. "Sistem keadilan yang kita percaya..." Pak Darto melanjutkan dengan nada filosofis. "Tidak selalu memberikan keadilan yang sebenarnya. Terutama untuk orang seperti kita—orang biasa tanpa uang, tanpa koneksi, tanpa kekuatan." Diana mengangguk perlahan. "Itu yang Bapak alami sendiri..."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Senõrita Sang Vampir Mafia

Senõrita Sang Vampir Mafia

Iya, kan? Namun, terkadang apa yang dikatakan iblis itu adalah fakta, tanpa keraguan. Keadilan adalah sebuah konsep dimana ada posisi kesetimbangan antara dua pihak atau lebih, untuk menenangkan ego mereka yang terkadang tak menerima kekalahan. Tak menerima kerugian. Dengan berlindung dibalik kata adil, mereka bisa mendapatkan apa yang seharusnya tak mereka miliki, meski terkadang mereka memang berhak.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Ustadz Danur menatap sekeliling rumah, menghela napas panjang. “Kadang, keadilan datang bukan dari tangan manusia, tapi dari roh yang menolak dilupakan,” katanya pelan, suaranya bergema di ruang yang tenang itu. Adrian menatapnya. “Maksud Ustadz…?” Ustadz Danur tersenyum tipis, menepuk bahu Adrian.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Pendekar Naga Kembar

Pendekar Naga Kembar

Tidak ingin membuang waktu Fu Xi langsung membaca apa yang ada di dalam buku, Fu Xi membaca setiap kata dan mencoba memahaminya. Di halaman kedua untuk seseorang yang memiliki takdir Dewa harus menguasai 3 dasar keadilan, keadilan harus di dasarkan kebernaran, keadilan bisa berdasarkan kebohongan yang membantu banyak nyawa, keadilan tidak membenarkan mengorbankan sesuatu demi menggapainya. Setelah membaca itu Fu Xi hanya menganggukkan kepalanya, Fu Xi baru tahu kalau ada yang seperti itu, yang Fu Xi tahu keadilan hanya satu dan harus diselesaikan sampai akhir tidak peduli cara di dalamnya.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 925 kali sebagai ada yang tegak tapi bukan keadilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status