Aku ADA
Tapi Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, wajahnya tertutupi, namun melihat penampilannya semua bisa tahu Dia laki-laki.
Dia bangkit, meski terluka. Aku berjalan perlahan mengikuti laki-laki itu, oh, tidak! Di lantai bercucuran darah, bau amisnya menembus hidungku. Sepertinya di dalam sana, ada lilin, sehingga jalan cukup terang.
Aku tidak berani dekat-dekat tempat itu, saat kakiku melangkah lagi. Sebuah tangan menarik kakiku."aaaaa!"