Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Giok Langit

Giok Langit

Liang Kun mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dan membalas dengan ilmu pedang bernama Awan Sakti, di mana pedangnya diselimuti kabut tipis yang kabut itu sendiri juga berfungsi menyembunyikan arah tebasan pedang sesungguhnya. Cahaya merah tadi bergerak membentuk setengah lingkaran hendak menebasnya dari kanan ke kiri. Liang Kun cepat menangkis. Dua tenaga besar bertemu, satu warna merah satu lagi putih keperakan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
LALI

LALI

Yang pandai menghibur dan juga bisa menjadi bijak seperti pujangga. “Sejak kapan kamu jadi pujangga seperti ini, Wa?” Harun menatapnya dengan tatapan meledek. “Sial ... “ kini gantian Dewa yang memukul bahu Harun. “Tapi benar apa yang kamu katakan, Wa.” “Mengikhlaskan adalah jalan terbaik dari mencintai.” Harun mengikuti arah pandang Dewa, menatap langit yang gelap.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
PEWARIS SAH

PEWARIS SAH

Aduhai langit yang elok di pandang, lihatlah lihat Dewa memberikannya berkah berlimpah Hadiah yang indah berwarna biru Cahayanya hangat Merekalah sang cahaya. "Menyedihkan." Alina menatap reruntuhan bangunan tua di depanya. Banyak batu yang terlihat seperti permata di setiap tianganya. Itu batu yang mengandung fosfor. Sepertinya klan ini dulu menggunakan cahaya matahari untuk penerangan melalui batu ini. Ada dua patung singa di depan pintu masuk menuju ruang utama.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.92.8K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Tidak sengaja badannya bertabrakan dengan seorang wanita. "Astaghfirullah," ucap Yazid berbarengan dengan wanita itu. Kali ini Yazid menatap wajahnya, senyum yang mengembang di wajah wanita itu sungguh sangat manis seolah menghipnotisnya untuk membalas senyuman itu, binar matanya seolah bersinar teduh seperti sinar purnama di malam yang gulita.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
Adinda

Adinda

“Jangan sungkan hubungi aku, jika kamu membutuhkan sesuatu. Aku akan datang kapan pun kamu butuh, aku tidak akan membiarkan kamu menjatuhkan air mata lagi, setelah ini. Aku janji sama kamu, Din. Aku janji!” Air tidak berwarna itu kian deras mengalir di kedua pipi Adinda. Gadis dengan paras yang cantik itu kini, terlihat bingung harus melakukan apa. dia hanya bisa menundukkan pandangannya, dan membiarkan Andara meletakkan kedua telapak tangannya di pipi. Kemudian perlahan Andara mengangkat dagu Adinda, agar kedua pasang mata mereka beradu pandang.
1018.1K viewsOngoingAdded to Library 578 Times as addinu lana az zahir
Show Reviews (41)
Read
+Library
Adiarizki
Soalnya bagiku, kalian yang setia mengikuti ceritaku adalah yang terspesial jadi aku juga enggak mau panggil kalian semua dengan sebutan yang monoton. Maunya juga beda dari yang lain dan spesial, hehehe. Sudah dulu, ah! Kebanyakan bacot jadinya Autoa, kebablasan terus, wkwkkwkwk.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Read All Reviews
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

An Lan memegang tangan dua orang disampingnya, sinar cahaya terlihat semakin terang dan semakin dekat, sebuah gunung menghadang di depan mata. "DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!" Ledakan keras terdengar, lubang besar terlihat di kaki gunung. "Aduh, sakit sekali!" "Punggungku!" Diao Chan melihat sekeliling "Ayo biar aku bantu, aku juga tidak tahu kalau kita tiba-tiba muncul disini… tapi ini dimana ya?" An Lan merasakan respon tubuh "Energi alam, ini adalah energi alam… sangat murni!"
9.5454.9K viewsCompletedAdded to Library 15.5K Times as addinu lana az zahir
Show Reviews (59)
Read
+Library
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Read All Reviews
Purnama

Purnama

Ia juga memasak nasi baru untuk makan siang. Adzan Subuh berkumandang, Purnama mandi hadats besar lalu menunaikan kewajibannya pada Sang Pencipta. Bintang masih terlelap di ranjang tepat di samping Purnama yang sedang sholat. Ia tidak tahu kenapa sang suami menuduhnya selingkuh bahkan menyematkan julukan paling menjijikkan padanya. Ia berdoa agar Allah membuka tabir kebenaran tanpa ada lagi keributan di antara mereka. "Mas, Subuh, mandi, sholat!" Purnama menggoyangkan bahu suaminya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
ZahFad

ZahFad

"Hmm ... untuk sementara ini kamu tinggal disini saja." "Baiklah." Zahra mengiyakan perkataan Marisa. ***** Adzan zuhur berkumandang. Santriwan dan santriwati mempersiapkan diri untuk menunaikkan shalat berjama'ah. Zahra dan Marisa berjalan berdua menuju masjid pesantren. Di depan masjid, Marisa menunjukkan seseorang. "Itu Mas Fadli. Dia anak pesatren paling pintar disini. Dia itu banyak memperoleh juara diberbagai daerah."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
Gundik Bangsawan Belanda

Gundik Bangsawan Belanda

Tangan putih dilumpuri tanah mulai terlihat. "Bangkitlah!" Perintah Sina seolah mutlak tak terbantahkan. Tubuh putih dan kotor itu mulai terlihat dipermukaan. Terlihat seperti mayat hidup. Aura hitam menyelimuti mereka, semakin pekat hingga tak ada apapun yang bisa mereka lihat. Aura itu membumbung tinggi dan menghilang seketika. Mata Lana perlahan mulai terbuka dan senyum menawan terpatri di wajahnya.
1012.2K viewsCompletedAdded to Library 440 Times as addinu lana az zahir
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status