Kak, Aku Kedinginan
Cahaya apinya menari-nari, menarik bayangan ketiga pria itu hingga memanjang.
Bibir Nara bergerak dua kali, tetapi tidak ada suara yang keluar.
Aku melayang di dekat lampu kristal, memandangi semua yang terjadi dari atas.
Mengamati wajahnya.
Mengamati pikiran-pikiran yang berputar cepat di balik matanya.
Kemudian, aku melihat lututnya menekuk.
Nara berlutut di lantai.
"Kakak, aku salah."