Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adit dan Tia

Adit dan Tia

gerutuku dan berniat meninggalkan Adit. "Tia," katanya dan menahan tanganku. "Gak bicara apapun, cuma tanya aku teman kamu apa bukan," kataku asal dan setelahnya melepaskan tangan Adit dan masuk kedalam rumah lagi. Mengabaikan Adit yang mungkin saja marah, karena aku juga las membahas maslah tidak penting tadi, masa iya aku harus ngomong apa yang tadi kami bicarakan, hal yang hanya akan membuat aku malu saja. "Bisa mengontrol Adit? Ciihhh." Kataku lagi dan benar-benar tenggelam dalam drama Drakor yang aku tonton.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Teman Adikku yang Maskulin

Teman Adikku yang Maskulin

Aku mau tak mau mengeluarkan suara gemetar yang hampir tak terdengar. Pada saat ini, adikku keluar dari kamar mandi dan menatap kami dengan terkejut. Perasaan terlarang dan tidak bermoral ini membuatku ingin segera menghilang. Aku tergagap dan tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Di sisi lain, Theo lebih tenang dan berujar, "Jayden, ada nyamuk besar di bokong Kakak. Coba lihat."
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

"Aku cuma ingin memakai gaun pengantin sebelum aku mati. Ini satu-satunya permintaanku. Kumohon ... biarkan aku memilikinya." Saat mengatakan itu, matanya menunjukkan sifat keras kepala dirinya yang sama sejak kecil. Dia tampak persis seperti penguasa kejam sejak dulu, selalu mengambil apa pun yang dia mau, selalu merebutnya dariku. Aku menoleh ke arah Luca, suaraku bergetar. "Luca, apa ini juga yang kamu inginkan?" Pandangan matanya beralih-alih di antara kami, pergulatan jelas terlihat di sana. "Bianca, tolong mengertilah. Adikmu sakit. Dan dia hamil ...."
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Kontrasepsi di Kamar Adikku

Kontrasepsi di Kamar Adikku

Gurat kesedihan terpancar jelas di wajah adik iparku. “Kamu maunya kapan, Dik? Kalau Adik mau, sekarang juga Abang sudah siap. Abang bukannya tidak mau mengajak adik menikah, tetapi Abang tidak berani,” timpal Wira membuat Mbak Kenza seketika langsung menoleh ke belakang dan menundukkan pandangannya. “A–aku, aku cuma bercanda, Bang.” Wanita itu menunduk semakin dalam.
1085.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Mereka Bilang Aku Tak Becus Jadi Istri

Mereka Bilang Aku Tak Becus Jadi Istri

"Re, minta minum yang seger-seger dong. Saya haus dari tadi di depan pintu kamu! Tidur ya kamu? Pemalas banget sih, suami kerja leha-leha di rumah." Aku mengatur nafas yang tiba-tiba sesak. Emosiku mulai terpancing melihat kelakuan makhluk satu ini. Baiklah, waktunya bermain! "Nyonya Jejen yang menggemparkan jagat raya mau minum apa? Biar Rere sediakan spesial khusus untuk Nyonya yang hari ini terlihat semarak dengan baju warna merah dan hijau. Sudah seperti taman kota saja." Aku sebisa mungkin menahan kesal.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Permintaan Gila Adikku

Permintaan Gila Adikku

“Tapi bukan berarti aku mengiakan.” Olip mengernyit. “Maksudnya? Kakak tidak mau membantuku?” “Aku pergi dulu.” Sebelum Olip lanjut bicara, Mika sudah berdiri. Ia menatap adiknya dan Ridwan dengan sorot mata jijik. “Kalau tidak mampu, jangan jadi benalu.” ***
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Artis

Adikku Ingin Jadi Artis

sahutku, sambil mengelus dada atas perlakukan adikku. "Siapa juga yang mau jadi anak orang gila, dan satu lagi Kak, aku bosan makan telur sama tempe, aku mau ayam goreng!" bentaknya dengan setengah berteriak. Lula beranjak pergi dan masuk ke kamarnya sambil membanting pintu. Aku yang melihat ibu yang tertawa melihat kami lalu memainkan jari-jari di tangannya sambil berkata "lapar … lapar."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
After We Kissed

After We Kissed

Sepertinya pernikahan Laura dengan Abraham tidak lagi menjadi trending teratas yang diminati kebanyakan orang. “Jadi bener, La?” Becca yang sejak tadi sibuk berkutat dengan tumpukan holder di depannya mulai menunjukkan ketertarikan. “Katanya kamu main mata sama keponakannya Pak Bos.” “Keponakannya yang mana sih? Aku kenal saja nggak gimana ceritanya bisa main mata.”
9.977.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai adik aura becca
Tampilkan Ulasan (94)
Baca
+Pustaka
Zahira
aku kok lebih suka gavin ya, thor. secara mereka sudah pacaran dua tahun. lalu laura minta nikah dia belum siap. mungkin dia belum cukup siap untuk menjalani pernikahan. tapi malah dicap jahat oleh laura. lalu gavin kembali, ia menerima permintaan laura untuk menikah. tetapi laura udah gak mau.
Nanoy
Sdh selesai baca. Bagus & layak bintang 5. Bbrp novel yg sdh aq baca *novelme, ini penyajian & bahasanya gk bertele2. & yg bagusnya lg, si org ke3 di novel ini gk sampai bikin PU nya celaka, Alana jahatnya gk kyk disentron2/di novel lain ^^, sm halnya dgn Gale. Logis aja.
Baca Semua Ulasan
Aurora Gadis Terjual

Aurora Gadis Terjual

Allena mengajak Aurora pergi, namun tidak lupa meminta izin kepada kakak nya. Ke dua gadis itu nampak sangat akrab bahkan mereka tidak terlihat seperti saudara ipar. Allena mengajak kakak ipar nya pergi ke mall, bermain dan berbelanja menghabiskan uang Sean. Aurora sangat senang, sudah beberapa kali gadis itu mengajak nya pergi keluar. Berkat Allena, Aurora banyak mengenal dunia luar. "Kak, aku lapar!" gumam Allen sambil memegang perutnya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

Beberapa saat sahabatku itu tak mampu menghentikan tawanya, sesekali terlihat jemarinya mengusap sudut matanya yang mungkin saja telah mengeluarkan cairan akibat tawa yang tiada hentinya– di sela-sela tawanya. "Kenapa kamu bisa berbuat seperti itu, Vit? Sumpah, aku tidak menyangka kamu bisa memiliki ide sebagus itu. Dan ya ... sepertinya calon adik madumu itu benar-benar sedikit o'on," ucap Aulia setelah ia berhasil mengendalikan diri dan menghentikan tawanya. "Kamu benar-benar keren," ucap Aulia seraya mengangkat jempolnya.
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 769 kali sebagai adik aura becca
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status