Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pesona Adik Ipar

Pesona Adik Ipar

"Bram, Laras itu bukan anak kecil lagi. Kenapa kamu selalu mengkhawatirkan gadis itu?" "Karena dia adikku," ucap Bram penuh penekanan dengan tatapan tajam menghujam. "Sebentar." Telepon Mico berdering. Pria itu berjalan menjauh dari mereka. Nampak dia sedang berbicara serius dengan orang di seberang sana. Rere melangkah pergi hendak ke kamarnya. "Mau ke mana kamu?" tanya Soya saat melihat Rere berjalan pergi.
916.6K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as adik aura becca
Read
+Library
Pengantin Pengganti Tuan Muda Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Muda Lumpuh

"Axeira cepat salim ke tante Becca..!" Axeira pun segera salim ke Becca. "Panggil mommy aja.. " Ucap Becca ketika Axeira menyalaminya. "Baik tante.. eh mommy.. "Ujar Axeira "Ooo iya, ini kenalin anak tante- Asher..!" Becca menarik tangan Asher untuk menyalami Axeira. Axeira terkejut ketika dia sadar ternyata cowok yang sedari tadi berada di hadapannya adalah si penjahat ranjang..
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 714 Times as adik aura becca
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Aura memberitau dan berbalas anggukan dari Akbi. Mengecup pelipis Bee sekilas kemudian Akbi pergi menuju halaman belakang mencari Rendra. “Bee, ini kebaya kok bisa keren banget sih pas aku pake ... ngepas di badan aku,” ujar Aura memuji. “Acara akad dan resepsi nanti kamu yang bikin juga ya, please ...,” pinta Aura sambil menapaki anak tangga beriringan dengan Bee menuju kamar Zeline di lantai dua.
1054.1K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as adik aura becca
Read
+Library
Menjadi Istri Putera Mahkota

Menjadi Istri Putera Mahkota

ujar Sherina. "Aku janji aku ga akan jatuh cinta sama Becca. Seperti yang kamu tahu, Becca itu tidak lebih dari seorang adik perempuan bagiku, aku tidak melihatnya sebagai seorang wanita. Karena buatku hanya kamu Sher." Adrian tersenyum senang saat Sherina menghambur ke pelukannya.
9.74.8K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as adik aura becca
Read
+Library
Adit dan Tia

Adit dan Tia

gerutuku dan berniat meninggalkan Adit. "Tia," katanya dan menahan tanganku. "Gak bicara apapun, cuma tanya aku teman kamu apa bukan," kataku asal dan setelahnya melepaskan tangan Adit dan masuk kedalam rumah lagi. Mengabaikan Adit yang mungkin saja marah, karena aku juga las membahas maslah tidak penting tadi, masa iya aku harus ngomong apa yang tadi kami bicarakan, hal yang hanya akan membuat aku malu saja. "Bisa mengontrol Adit? Ciihhh." Kataku lagi dan benar-benar tenggelam dalam drama Drakor yang aku tonton.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as adik aura becca
Read
+Library
Teman Adikku yang Maskulin

Teman Adikku yang Maskulin

Aku mau tak mau mengeluarkan suara gemetar yang hampir tak terdengar. Pada saat ini, adikku keluar dari kamar mandi dan menatap kami dengan terkejut. Perasaan terlarang dan tidak bermoral ini membuatku ingin segera menghilang. Aku tergagap dan tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Di sisi lain, Theo lebih tenang dan berujar, "Jayden, ada nyamuk besar di bokong Kakak. Coba lihat."
3.9K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as adik aura becca
Read
+Library
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

"Aku cuma ingin memakai gaun pengantin sebelum aku mati. Ini satu-satunya permintaanku. Kumohon ... biarkan aku memilikinya." Saat mengatakan itu, matanya menunjukkan sifat keras kepala dirinya yang sama sejak kecil. Dia tampak persis seperti penguasa kejam sejak dulu, selalu mengambil apa pun yang dia mau, selalu merebutnya dariku. Aku menoleh ke arah Luca, suaraku bergetar. "Luca, apa ini juga yang kamu inginkan?" Pandangan matanya beralih-alih di antara kami, pergulatan jelas terlihat di sana. "Bianca, tolong mengertilah. Adikmu sakit. Dan dia hamil ...."
8.1K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as adik aura becca
Read
+Library
Kontrasepsi di Kamar Adikku

Kontrasepsi di Kamar Adikku

Gurat kesedihan terpancar jelas di wajah adik iparku. “Kamu maunya kapan, Dik? Kalau Adik mau, sekarang juga Abang sudah siap. Abang bukannya tidak mau mengajak adik menikah, tetapi Abang tidak berani,” timpal Wira membuat Mbak Kenza seketika langsung menoleh ke belakang dan menundukkan pandangannya. “A–aku, aku cuma bercanda, Bang.” Wanita itu menunduk semakin dalam.
1085.0K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as adik aura becca
Read
+Library
Mereka Bilang Aku Tak Becus Jadi Istri

Mereka Bilang Aku Tak Becus Jadi Istri

"Re, minta minum yang seger-seger dong. Saya haus dari tadi di depan pintu kamu! Tidur ya kamu? Pemalas banget sih, suami kerja leha-leha di rumah." Aku mengatur nafas yang tiba-tiba sesak. Emosiku mulai terpancing melihat kelakuan makhluk satu ini. Baiklah, waktunya bermain! "Nyonya Jejen yang menggemparkan jagat raya mau minum apa? Biar Rere sediakan spesial khusus untuk Nyonya yang hari ini terlihat semarak dengan baju warna merah dan hijau. Sudah seperti taman kota saja." Aku sebisa mungkin menahan kesal.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as adik aura becca
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status