Janji Selamanya
Melihat aku tetap fokus ke laptop tanpa memberi reaksi apapun, dia terlihat semakin kesal dan bertanya dengan dingin,
“Perlukah kamu begitu? Aku sudah jelasin kalau Cindy belum pernah keluar negeri, makanya aku membawanya pergi.”
“Lagipula, bulan madu itu bisa kapan saja, untuk apa ribut begini?!”
“Aku juga sudah bilang berkali-kali, aku dan Cindy itu hanya….”
Melihatnya bicara tanpa henti, akhirnya aku langsung memotong ucapannya.
“Aku tahu, kamu hanya menganggapnya adik.”
Bab Populer