Putus Cinta Membuatnya Brengsek
Di atas panggung, ia bicara dengan lantang:
> “Saya pernah mencintai seseorang begitu dalam, hingga lupa mencintai diri sendiri. Saya pernah dibohongi, dihancurkan, dan ditinggalkan. Tapi justru dari kehancuran itulah saya membangun rumah baru untuk diri saya tinggal.
>
> Rumah itu bernama keberanian. Atapnya adalah kebenaran. Dan pintunya hanya dibuka oleh orang-orang yang menghormati saya, bukan yang hanya menginginkan saya.”
Ruang penuh hadirin sunyi. Lalu gemuruh tepuk tangan memenuhi aula.
Di antara penonton, seseorang berdiri. Mengenakan topi dan hoodie hitam. Rehan. Ia tak mendekat, hanya menatap dari jauh. Dan untuk pertama kalinya, ia tahu bahwa **Nara tak lagi membutuhkan dia.**
**
Hot Chapters