Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maaf Mas, Aku Tega!

Maaf Mas, Aku Tega!

Ya Allah Beri hamba kekuatan dan kesabaran menghadapi mereka semua. "Diminum,Nit." Indah membawa tiga cangkir teh hangat untuk kami. "Makasih,Ndah." Kuambil dan kuminum perlahan. Alhamdulillah bisa menghangatkan tubuh. "Makasih ya Mas udah bantuin aku." ucapku "Namanya calon suami ya harus gitu, iya kan Mas Romi?" ledek Indah.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 856 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Mata pemuda itu menatapnya dengan intensitas yang begitu dalam, sarat akan kepasrahan dan dahaga yang tak terluapkan. ​"Aku benar-benar ketagihan, Dania. Tubuhmu, aromamu, segalanya tentangmu... aku tidak bisa hidup tanpa ini lagi," bisik Angger serak, seolah mengakui sebuah dosa besar yang tidak ada obatnya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik

Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik

"Iyalah, ga usah pacaran nanti ujung-ujungnya nggak jadi. Kamu yang rugi sendiri." "Oh jadi Mas Agha nggak punya pacar, ya?" tanya Sasti antusias. Ia bermain di markas Agha tanpa rasa canggung dan takut. Padahal di sana penghuninya kaum Adam semua. Ada sih yang tukang masak tapi bisa dihitung jari. "Nggak." Agha menjawab disela kesibukannya membetulkan tenda sembari mengutak-atik ponsel. Wajah Agha sesekali berubah serius. Sasti tak mengerti apa yang terjadi.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

Mas Mahesa tersenyum tipis, menatap sendu. "Maaf Mih, Papih tidak tahu kalau Mamih tidur," sahut Mas Mahesa. "Ya, tidak apa. Kamu ada perlu apa, pipis?" Tanyaku. Mas Mahesa menggeleng, bibirnya masih menyematkan senyuman. "Kamu lihat hape aku?" Tanyanya. Alisku menaut, pandanganku mengedar pada atas meja dan nakas dekat ranjangnya. "Aku tidak lihat, Mas. Memang kamu taruh dimana?" aku balik bertanya.
9.832.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
MISTERI KEMATIAN CALON PENGANTIN

MISTERI KEMATIAN CALON PENGANTIN

"Hihihi, Mas, kamu tega sekali sama aku. Kamu tega!" "AAARGHHHH, setaaannn!"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Tidur, Mas!

Aku Tidak Tidur, Mas!

Ia mengecup keningku dan memeluk erat tubuhku sebelum berangkat, saat aku mengantarnya ke depan untuk melepasnya pergi bekerja. "Duh, mesranya kalian seperti pengantin baru saja!" ujar Haya, tetangga kami, dari balik pagarnya. Karena sedang bad mood juga tak enak badan aku hanya menjawab ucapan Haya barusan dengan senyuman. Tanpa mau terlibat perbincangan sedikit pun dengannya. Sedang suamiku membalasnya dengan senyuman ramah, dan berbasa-basi, "Mau berangkat kerja, Mbak?"
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
AKU BELUM MATI, MAS!

AKU BELUM MATI, MAS!

Sedang apa dia di sini? "Ara, akhirnya aku bertemu denganmu," ucapnya dengan senyum yang membuatku muak. Aku sesaat melihat sekeliling. Sepertinya dia tidak bersama Evelin. "Mau apa kamu, Mas?" tanyaku dingin. "Dengarkan aku," ucapnya. "Aku mau kita kembali bersama lagi." Aku menatap tajam padanya. Apa dia sudah tidak waras? Sadarkah dia dengan apa yang baru saja dia katakan?
1050.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Aku menyerah Mas

Aku menyerah Mas

Part 27 Tok Tok Tok "Assalamu'alaikum.. " Seperti suara Mas Farid, oh dia sudah pulang ternyata. Aku bergegas membuka pintu, "waalaikumsalam" Jawabku setelah membuka pintu, tak ada senyum diwajahku, aku masih dengan ekspresi datar. Ia langsung masuk, lalu menuju kamar, seperti biasa Ia pasti rindu pada putra semata wayangnya.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Menikahlah, Mas!

Menikahlah, Mas!

Haura Zahra, dipaksa menerima takdir pahit. Ia harus menikah dengan Bara Aditama, pria yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah bayang-bayang kewajiban keluarga, Haura pasrah, tak kuasa menolak. Bara mengakui bahwa hatinya tak pernah untuk Haura. Ia telah terikat janji suci dengan wanita lain, Hana, yang mengaku sedang sakit keras. Haura dengan besar hati mengizinkan Bara menikah lagi. Kebohongan demi kebohongan terungkap, menguak tabir gelap sebuah cinta yang terjalin dalam kepalsuan. Siapakah sebenarnya Hana? Haura pun terperangkap dalam pusaran intrik keluarga yang rumit. Bisakah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati di tengah badai kehidupan?
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
AKU LELAH, MAS!

AKU LELAH, MAS!

kata mas Arya. Aku pura-pura menguap dan mengucek-ucek mata. "Ada apa, Mas, hoammm, " aku pura-pura menguap. Wajah mas Arya terlihat memelas, "kamu masih ada simpanan gak buat aqiqah?" tanya mas Arya.
8.520.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 814 kali sebagai ah ah mas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status