JIWA-JIWA YANG MALANG
Se-sore ini biasanya para penjaja barang di gerainya telah pulang, maka lenganglah yang hanya meramaikan kesendiriannya.
Tak lama kemudian seorang teman sebayanya tampak melambaikan tangannya, agaknya cukup lama si Amin berdiri menungguinya di sana, akan tetapi hendak apa? Entahlah Kelv tidak terlalu mengerti, namun mulut si Amin mengajaknya untuk makan bersama. Ada banyak ikan, sate, tahu goreng yang sudah mereka hidangkan di dalam sana, dan Kelv bisa melihatnya walau hanya sekedar melalui kaca jendela. Namun sayang, agaknya saat ini Kelv tidak terlalu berselera untuk makan, dengan sepotong roti saja dia sudah merasa kenyang, Tuan.
“Mari, jangan sungkan, anggap saja sebagai perayaan kepulan
الفصول الرائجة