Mampukah Aku Bertahan
Aku pun memilih duduk kembali di bangku taman ini, mungkin Ia masih butuh waktu untuk sendiri dan mencari tahu sendiri, aku akan sabar menantimu, semoga saat nanti aku kembali menemuimu, kau sudah bisa paham dan mengerti, harapku.
Aku helakan napas panjang dan menghembuskanya perlahan. Mencoba mengurangi beban yang begitu terasa berat, hingga terasa perutku melilit, baru kusadari sejak kemarin sore aku belum makan. Semua masalah ini begitu menyita waktu dan tenaga serta pikiran, hingga aku lupa untuk makan, lihatlah Sayang, tanpamu, aku seperti ini. Biasanya bersamamu kau yang selalu meladeni semuanya. Kau memang selalu yang terbaik.
Hot Chapters