SUAMI YANG SEMPURNA
Lagi-lagi aku menangis sambil menelan kesalahanku sendiri.
Aku lelah. Tuhan, aku menyerah. Benar-benar sudah menyerah.
*****
To : Kevin. Narendra
Kamu menang, Kevin, dan aku sudah kalah. Aku kalah karena sikap egoisku sendiri. Ini bukan lagi tentang bagaimana sabarnya kamu menghadapi aku. Ini bukan lagi tentang bagaimana usaha kamu untuk membuat hatiku luluh. Ini bukan lagi tentang kehebatan kamu sebagai suami. Tapi ini tentang kegagalanku menjadi istri, betapa buruknya aku selama berada di samping kamu dan bagaimana gilanya usahaku untuk membuatmu kembali. Jika pada akhirnya kita tidak ditakdirkan untuk bersama, aku udah ikhlas melepaskan kamu. Dan jika kita berpisah nanti, setidaknya aku u