Pilihan Untuk Menjadi Baik
kata Bu Arin pelan, tapi setiap kata terasa berat, “berarti kamu memilih jadi beban. Dan aku nggak suka beban.”
Riley nggak menjawab segera. Dia cuma menatap tangan Bu Arin yang bertopang di mejanya. Jari-jari guru itu ramping, kuku pendek rapi, tapi ada bekas kapur di sela-sela kulitnya. Riley akhirnya angkat mata lagi.
“Saya bukan beban,” katanya, nada bicaranya tetap dingin. “Saya cuma nggak suka dipaksa.”