LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK
“Mama duduk sini!“ Kesya menunjuk kursi kosong di sebelahnya, aku menurut. Kesya duduk di antara aku dan Dokter Darel.
“Terima kasih, Dok!“ ucapku pelan.
“Kok, Mama manggil Papa, Dok?“ tanya Kesya yang spontan membuat Dokter Darel tertawa.
“Mama belum terbiasa, Sayang. Nanti kalau sudah terbiasa pasti manggil Papa dengan panggilan sayang.“
Mendengar ucapan Dokter Darel aku tersipu. Aku lupa kalau statusku sekarang adalah istrinya. Namun, aku harus memanggilnya apa? Mas? Papa? Atau Sayang? Aku menepuk kepalaku sendiri, menyadari kebodohanku. Tidak mudah ternyata menghilangkan rasa canggung, terlebih dengan Dokter Darel.
Sikat na Kabanata