Pijatan Nikmat Sang CEO
Ketika semua harta benda yang mereka miliki telah habis, dan mereka dipaksa untuk meninggalkan rumah besar mereka, Arissa merasa seolah ia kehilangan segalanya—tidak hanya harta, tetapi juga rasa percaya dirinya.
Setelah itu, Arissa memutuskan untuk mengambil langkah yang sangat berbeda. Ia mulai bekerja keras untuk dirinya sendiri, tidak mengandalkan siapa pun. Semua yang ia raih, ia dapatkan dengan keringat dan usaha sendiri. Tidak ada lagi tempat untuk kelemahan, tidak ada lagi ruang untuk bergantung pada orang lain. Ia bertekad untuk menjadi mandiri, bahkan jika itu berarti harus menghadapi dunia sendirian.