Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami
“Dik, aku sudah percaya sama kamu, kamu harus jaga bayi ini baik-baik, ya!“ ucapku dengan memegang kedua bahunya.
Clara mengangguk lalu menunduk.
“Mas rencananya mau aktifkan sosial media lagi, Dek.“
“Loh! Kenapa, Mas?“ Clara mendongak dengan sedikit mengernyit ke arahku.
“Mas hanya butuh hiburan itu saja, gak papa ... kan? Lagian Mas kan sudah bekerja, sudah bisa beli kuota sendiri.“
“Tapi, Mas?“
“Kenapa?“ tanyaku mengernyit ke arahnya, heran.
“Bukannya Mas enggak gajian lagi?“
Aku menepuk jidatku, aku terlupa.
Sepertinya aku harus menahan lagi, sampai aku bisa gajian untuk membeli kuota. Aku bukan tipe lelaki pemaksa, bila Clara tidak mau membelikan kuota, aku tidak akan mengemis.
Hot Chapters