Mengejar Mentari
“Aku ya ini. Semua yang ada padaku saat ini, ya ini. Tidak ada yang lain. Aku miskin, dan tidak berpendidikan. Hanya memiliki wajah tampan diatas rata-rata. Ha ha ha”
“Lalu, mengapa kau memintaku menjadi istrimu sedangkan kau juga sama sekali tidak mengenalku?”
“Karena kau unik. Hanya kau yang mau menerimaku menjadi temanmu.”
“Itu wajar saja. Biasa kulakukan pada siapapun, tidak ada kelebihan apapun pada sikapku padamu.”
‘Tapi bagiku ini unik. Kau beda”
“Ok, terima kasih. Mohon maaf untuk menjadi istrimu, aku masih harus berfikir. Please jangan bilang karena kau miskin. Tidak, bukan itu.”
Hot Chapters