Lima Jari Playboy
dia menepuk-nepuk pundakku lagi.
Akan tetapi, aku jadi iseng ingin meladeni topik obrolannya. Kujelaskan saja suasana hatiku saat ini. “Well….,” garis bibirku menekuk ke bawah, menandakan apa yang ingin kukatakan adalah suatu hal yang tak terlalu menyenangkan, “Ya, mungkin ada benarnya kalau gue lagi patah hati,”
“Aduh! Benar kan gue?” kawanku menjentikkan jari lagi. “Memang, kalau lagi patah hati itu, nggak bisa membuka hati dengan lawan jenis,”
Bab Populer