Selir Yang Terlupakan
Matanya terbelalak lebar saat ia mendekati hanfu itu, seolah tak percaya pada apa yang dilihatnya.
"Nyonya... ini... ini jauh lebih indah dari apa yang pernah kubayangkan," bisiknya takjub. "Benang peraknya... saat terkena cahaya, berkilau persis seperti pantulan cahaya bulan di permukaan air yang tenang."
Ia mendekat lagi, suaranya merendah menjadi bisikan yang penuh rasa hormat.
"Kau akan tampak seperti bayangan indah dari mimpi, Nyonya. Jika kau memakai ini malam ini, kau tak sekadar akan diperhatikan—kau akan dikenang oleh siapa pun yang melihatmu."