Stetoskop Hati
“Habisnya ekspresinya nggak ada senang-senangnya.”
Bukannya tersinggung, mantan lelaki yang gagal move on dari masa lalu itu justru tertawa. Wajahku semakin cemberut dan kesal. Menyadari perubahan ekspresi wajahku, Mas Galih kembali duduk. Dia mematapku lamat-lamat dengan seulas senyum terhangatnya.
“Kebahagiaan gak diukur dari ekspresi wajah, Sayang. Senyum di bibir itu bisa jadi kamuflase, tapi rasa di hati itu yang nggak bisa dibohongi.”
인기 회차